Tabanan, Balienews.com – Tugas pemadam kebakaran di Kabupaten Tabanan kini tak hanya menangani kebakaran. Sepanjang Januari hingga Maret 2026, petugas Damkar Tabanan justru lebih sering melakukan evakuasi sarang tawon yang mencapai 35 kasus. Laporan ini datang dari berbagai wilayah seperti Kecamatan Tabanan, Kediri, Kerambitan, hingga Selemadeg.
Kondisi ini terjadi karena meningkatnya laporan masyarakat terkait keberadaan tawon berbahaya di lingkungan permukiman, sehingga penanganan dilakukan secara rutin, terutama pada malam hari untuk meminimalkan risiko.
Evakuasi Tawon Jadi Tugas Rutin Damkar
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Bidang IV Satpol PP Tabanan, I Wayan Suakta, mengungkapkan bahwa penanganan sarang tawon kini menjadi salah satu tugas rutin petugas.
Menurutnya, intensitas laporan terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir, bahkan hampir setiap hari petugas turun ke lapangan untuk melakukan evakuasi di berbagai titik permukiman warga.
“Penanganan tawon ini cukup sering kami lakukan. Bahkan bisa dikatakan menjadi salah satu tugas rutin selain kebakaran,” ujarnya, Minggu (5/4).
Jenis Tawon Vespa Affinis Paling Berbahaya
Suakta menjelaskan, jenis tawon yang paling sering ditangani adalah vespa affinis, yang dikenal agresif dan berbahaya bagi manusia.
Sarang tawon ini biasanya ditemukan di atap rumah warga, pepohonan, hingga bangunan umum yang dekat dengan aktivitas masyarakat, sehingga berpotensi menimbulkan ancaman serius.
Penanganan Dilakukan Malam Hari
Dalam setiap evakuasi, petugas dilengkapi alat pelindung diri (APD) lengkap dan menggunakan metode penyemprotan khusus untuk mengamankan sarang.
Evakuasi umumnya dilakukan pada malam hari karena tawon cenderung lebih pasif, sehingga risiko serangan bisa ditekan.
Risiko Sengatan Tetap Mengintai
Meski dilakukan dengan prosedur ketat, risiko sengatan tawon tetap tidak bisa dihindari. Bahkan, Suakta mengaku dirinya dan anggota pernah mengalami sengatan saat bertugas, termasuk di masa pandemi Covid-19.
“Disengat itu sudah biasa. Saya sendiri juga pernah. Tapi langsung ditangani dan dibawa ke rumah sakit,” katanya.
Imbauan untuk Masyarakat
Petugas mengingatkan masyarakat agar tidak mencoba mengevakuasi sarang tawon secara mandiri karena berisiko tinggi.
Warga diminta segera melapor ke petugas jika menemukan sarang tawon di sekitar lingkungan agar dapat ditangani dengan aman dan profesional. (BEM)




