Balienews.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Bali menyiagakan 576 tenaga kesehatan (nakes) di tiga pos layanan selama pelaksanaan upacara suci Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) 2026 di Pura Agung Besakih. Layanan ini berlangsung sepanjang 2–23 April 2026 untuk mengantisipasi lonjakan umat Hindu yang datang bersembahyang.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Bali, Dewa Puspa, menyampaikan bahwa seluruh fasilitas layanan kesehatan di Bali dilibatkan guna memastikan pelayanan optimal bagi pemedek dan pemangku.
Tiga Pos Kesehatan Disiapkan di Area Strategis
Dinkes Bali mendirikan tiga pos kesehatan di lokasi strategis, yaitu kawasan Manik Mas, Bencingah, dan Pesucian.
Sebanyak 576 tenaga kesehatan yang terdiri dari 144 dokter, 288 perawat dan 144 sopir ambulans akan bertugas secara bergiliran selama upacara berlangsung.
Di pos Pesucian, layanan dibuka 24 jam penuh, sementara dua pos lainnya beroperasi selama 12 jam. Namun, pada akhir pekan dan hari libur, seluruh pos akan beroperasi 24 jam untuk mengantisipasi lonjakan kunjungan.
Setiap tim jaga terdiri dari satu dokter, dua perawat, dan satu sopir ambulans, lengkap dengan obat-obatan serta fasilitas oksigen di setiap pos.
Antisipasi Lonjakan Umat dan Risiko Kesehatan
Upacara IBTK yang digelar selama 23 hari setiap tahun ini diperkirakan menarik ratusan ribu umat Hindu dari berbagai daerah.
Berdasarkan data tahun sebelumnya, keluhan kesehatan yang paling sering dilaporkan meliputi nyeri otot, sakit kepala, infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), maag, hipertensi, dan kelelahan.
Pada IBTK 2025, tercatat 271 kasus ditangani di pos kesehatan.
Kasus Darurat Bisa Dirujuk ke Rumah Sakit
Tidak sedikit pemedek yang membutuhkan penanganan medis lanjutan akibat kelelahan, mengingat akses menuju kompleks utama pura mengharuskan berjalan kaki menanjak sejauh sekitar satu kilometer.
Dalam kondisi darurat, pasien akan dirujuk ke sejumlah fasilitas kesehatan, antara lain Puskesmas Rendang, RSU Bintang, RSUD Klungkung, RSUD Karangasem, RSUD Sanjiwani Gianyar, RSUD Bangli, dan RSUP Prof Ngoerah.
Beberapa kasus bahkan memerlukan tindakan medis lanjutan seperti pemasangan infus hingga pemeriksaan EKG.
Imbauan Jaga Kesehatan dan Ikuti Jadwal Sembahyang
Dinkes Bali mengimbau masyarakat untuk menjaga kondisi fisik sebelum melakukan persembahyangan. Umat juga diminta mematuhi jadwal sembahyang yang telah ditetapkan panitia guna menghindari kepadatan.
Persiapan seperti konsumsi makanan bergizi dan memastikan tubuh dalam kondisi sehat sangat dianjurkan sebelum tangkil ke Besakih.
Dengan kesiapan ratusan tenaga kesehatan dan fasilitas pendukung, pemerintah berharap pelaksanaan IBTK 2026 berjalan lancar dan aman. Umat diharapkan tetap disiplin menjaga kesehatan demi kelancaran ibadah bersama. (BEM)




