BerandaBeritaNasionalKrisis Global Picu Subsidi Energi RI Naik Rp100 Triliun

Krisis Global Picu Subsidi Energi RI Naik Rp100 Triliun

Jakarta, Balienews.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah akan menambah anggaran subsidi energi sebesar Rp90 triliun hingga Rp100 triliun pada 2026. Kebijakan ini diambil sebagai respons terhadap krisis energi global akibat konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran, guna menjaga stabilitas harga energi dalam negeri.

Pemerintah Tambah Subsidi Energi Rp100 Triliun

Purbaya menjelaskan tambahan anggaran tersebut difokuskan untuk subsidi energi, bukan kompensasi. Subsidi akan menyasar komoditas seperti LPG 3 kg dan solar yang langsung dinikmati masyarakat.

“Rp90 triliun–Rp100 triliun,” ujarnya saat ditemui di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Rabu (1/4).

Langkah ini diambil untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan harga energi global yang meningkat.

Baca Juga :  Pertamina Patra Niaga Luncurkan Green Movement UCO untuk Daur Ulang Minyak Jelantah

Perbedaan Subsidi dan Kompensasi Energi

Pemerintah membedakan skema subsidi dan kompensasi energi. Subsidi diberikan langsung untuk menekan harga jual energi tertentu.

Sementara itu, kompensasi merupakan dana yang dibayarkan pemerintah kepada badan usaha seperti Pertamina untuk menutup selisih antara harga jual eceran dengan harga keekonomian.

Adapun BBM jenis Pertalite masuk dalam kategori kompensasi sebagai Jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan (JBKP).

Total Anggaran Energi Tembus Rp381,3 Triliun

Sebelumnya, pemerintah telah mengalokasikan subsidi energi sebesar Rp210,1 triliun dalam APBN 2026, atau sekitar 65,87 persen dari total anggaran subsidi Rp318,9 triliun.

Jika digabungkan dengan kompensasi, total anggaran untuk ketahanan energi mencapai Rp381,3 triliun.

Defisit APBN Dijamin Tetap Aman

Meski anggaran energi meningkat signifikan, Purbaya memastikan defisit APBN tetap terkendali. Pemerintah telah mengantisipasi berbagai skenario, termasuk jika harga minyak dunia mencapai 100 dolar AS per barel.

Baca Juga :  Menkeu Purbaya: APBN 2026 Masih Kuat Hadapi Krisis Global

“Defisit tetap di bawah 3 persen, sekitar 2,9 persen. Jadi tidak masalah,” tegasnya.

Upaya Menjaga Stabilitas Ekonomi

Penambahan subsidi energi menjadi salah satu strategi pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.

Kebijakan ini diharapkan mampu melindungi masyarakat sekaligus menjaga inflasi tetap terkendali. (BEM)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

PILIHAN EDITOR

KOMENTAR TERKINI