BerandaBeritaDaerahSampah Tak Terpilah Kembali Menumpuk di Jalan Pahlawan Tabanan, DLH Kewalahan

Sampah Tak Terpilah Kembali Menumpuk di Jalan Pahlawan Tabanan, DLH Kewalahan

Tabanan, Balienews.com – Sehari setelah gerakan “Resik Sampah Ngayah Ring Pertiwi” digelar, tumpukan sampah tak terpilah kembali terlihat di Jalan Pahlawan, Rabu (6/5). Kondisi ini melibatkan perhatian serius dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tabanan karena rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah sampah dari sumber, sehingga beban pemilahan kini sepenuhnya ditangani petugas secara manual.

Sampah Kembali Menumpuk di Jalan Protokol

Pantauan di lapangan menunjukkan sampah campuran kembali berserakan di ruas jalan protokol, khususnya di Jalan Pahlawan. Hal ini menandakan gerakan kebersihan yang melibatkan ASN, TNI, Polri, dan masyarakat belum sepenuhnya berhasil mengubah kebiasaan warga dalam mengelola sampah.

Minimnya pemilahan dari sumber membuat sampah terus menumpuk tanpa klasifikasi antara organik dan anorganik, sehingga memperlambat proses penanganan.

Petugas DLH Lakukan Pemilahan Manual

Di kawasan Tanah Pegat, Desa Gubug, sekitar 100 petugas DLH terlihat memilah sampah secara manual di Bank Sampah Singasana, yang berlokasi di belakang kantor DLH Tabanan. Tumpukan sampah memenuhi area terbuka, sementara antrean truk pengangkut terlihat mengular di pintu masuk.

Sedikitnya 19 truk bermuatan sampah campuran, masing-masing dengan kapasitas 4 hingga 5 ton, harus dipilah satu per satu. Sampah tersebut berasal dari 19 desa yang belum menerapkan sistem pemilahan.

Proses ini telah berlangsung sejak Selasa sore hingga malam hari, dan berlanjut pada Rabu pagi.

Petugas Bekerja Tanpa Tambahan Upah

Para petugas DLH harus bekerja dalam kondisi sulit, menghadapi bau menyengat tanpa tambahan insentif. Mereka hanya dibekali konsumsi sederhana seperti nasi bungkus, bahkan sebagian perlengkapan kerja seperti sarung tangan disediakan secara mandiri.

Situasi ini memperlihatkan tingginya beban kerja petugas di tengah keterbatasan fasilitas dan dukungan.

DLH Terapkan Pola Darurat Penanganan Sampah

Plt. Kepala DLH Tabanan, IGA Rai Dwipayana, menjelaskan bahwa lokasi Bank Sampah Singasana difungsikan sebagai pusat pemilahan sementara selama masa darurat sampah.

DLH juga tengah berkoordinasi untuk distribusi lanjutan. Sampah organik akan diarahkan ke TPSR Sarwa Genep, sementara sampah anorganik direncanakan dikirim ke wilayah Nyitdah, Kecamatan Kediri.

Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak mengizinkan sampah bercampur langsung dibuang ke TPA Mandung, sesuai dengan Surat Edaran Bupati Tabanan Nomor 7/DLH/2026.

Kesadaran Masyarakat Masih Rendah

Menurut Dwipayana, rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah sampah menjadi kendala utama. DLH saat ini tengah menyusun pola penanganan yang lebih efektif dengan melibatkan desa dinas dan desa adat.

Rencana tersebut mencakup penempatan petugas piket di titik-titik pembuangan sampah. Untuk kawasan pasar, sistem penjagaan telah berjalan, sementara untuk jalan protokol masih dalam tahap pengaturan.

“Kesadaran masyarakat sangat penting. Jika sampah yang dibuang sudah residu, pasti langsung kami angkut. Mari bersama-sama memilah, ini membutuhkan proses dan gotong royong,” tegasnya.

Permasalahan sampah di Tabanan membutuhkan kolaborasi semua pihak. Tanpa kesadaran masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah, beban petugas akan terus meningkat. Saatnya bersama bergerak menjaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat. (BEM)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

PILIHAN EDITOR

KOMENTAR TERKINI