BerandaBeritaInternasionalFIFA Resmi Terapkan 8 Aturan Baru di Piala Dunia 2026, Ini Daftarnya

FIFA Resmi Terapkan 8 Aturan Baru di Piala Dunia 2026, Ini Daftarnya

Balienews.com – Piala Dunia 2026 akan menghadirkan sejumlah perubahan besar dalam regulasi pertandingan setelah FIFA dan International Football Association Board (IFAB) resmi menetapkan delapan aturan baru yang bertujuan meningkatkan tempo permainan, mengurangi pemborosan waktu, serta memperkuat upaya melawan diskriminasi.

Aturan tersebut akan mulai diterapkan pada turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, sebelum diberlakukan secara luas pada kompetisi musim 2026/2027.

Kebijakan baru ini diumumkan FIFA dan IFAB sebagai bagian dari pembaruan Laws of the Game. Kepala Perwasitan FIFA, Pierluigi Collina, menjelaskan bahwa perubahan tersebut dirancang untuk menciptakan pertandingan yang lebih adil, efisien, dan menarik bagi pemain maupun penonton.

“Amandemen ini bertujuan mengatasi diskriminasi, mengurangi pemborosan waktu, meningkatkan tempo pertandingan, dan meningkatkan pengalaman pemain dan fans,” ujar Collina, dikutip dari Reuters.

Pemain Tutup Mulut Saat Konfrontasi Bisa Kena Kartu Merah

Salah satu aturan yang paling menyita perhatian adalah larangan menutupi mulut menggunakan tangan, lengan, atau kaus saat terlibat dalam konfrontasi di lapangan.

Pelanggaran terhadap aturan ini akan berujung kartu merah. Namun, pemain yang menutupi mulut saat berbicara biasa dengan rekan setim atau lawan tidak akan dikenai hukuman.

Regulasi tersebut muncul setelah kasus pemain Benfica, Gianluca Prestianni, yang dijatuhi sanksi UEFA karena diduga melontarkan hinaan diskriminatif saat berbicara dengan mulut tertutup kaus.

Walk Out sebagai Bentuk Protes Akan Dihukum Kalah

IFAB juga mempertegas aturan terhadap aksi meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes terhadap keputusan wasit.

Pemain yang melakukan walk out akan menerima kartu merah. Sementara tim yang menyebabkan pertandingan dihentikan akibat aksi tersebut akan dinyatakan kalah.

Aturan ini lahir setelah insiden kontroversial pada final Piala Afrika awal tahun, ketika Senegal meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes terhadap keputusan penalti.

Batas Waktu Lima Detik untuk Lemparan ke Dalam dan Tendangan Gawang

Untuk mengurangi praktik mengulur waktu, wasit akan menerapkan hitung mundur lima detik saat lemparan ke dalam maupun tendangan gawang.

Apabila lemparan ke dalam tidak dilakukan hingga hitungan berakhir, hak lemparan akan diberikan kepada lawan. Sedangkan kegagalan melakukan tendangan gawang dalam batas waktu akan berujung pada tendangan sudut bagi tim lawan.

Pergantian Pemain Harus Lebih Cepat

Aturan baru juga mengatur proses pergantian pemain agar berlangsung lebih efisien.

Pemain yang diganti hanya memiliki waktu 10 detik untuk keluar dari lapangan melalui titik terdekat di garis lapangan setelah papan pergantian ditampilkan.

Jika pemain tidak keluar sesuai batas waktu, pemain pengganti baru dapat masuk pada penghentian pertandingan berikutnya setelah satu menit berlalu. Pengecualian diberikan untuk kondisi cedera atau alasan keselamatan.

Pemain Cedera Wajib Keluar Lapangan Sementara

Dalam aturan terbaru, pemain yang mendapat perawatan medis di lapangan harus berada di luar lapangan selama satu menit setelah pertandingan kembali dilanjutkan.

Pengecualian berlaku bagi penjaga gawang, kasus benturan serius, cedera kepala atau gegar otak, serta pemain yang akan mengambil tendangan penalti.

Komunikasi Saat Kiper Cedera Dibatasi

IFAB juga menetapkan bahwa ketika penjaga gawang sedang menjalani perawatan di lapangan, pemain dari kedua tim tidak diperbolehkan meninggalkan area permainan untuk menerima instruksi dari pelatih.

Langkah ini bertujuan mencegah pemanfaatan jeda cedera sebagai kesempatan memberikan arahan taktis tambahan.

VAR Kini Punya Wewenang Lebih Luas

Teknologi Video Assistant Referee (VAR) akan memperoleh cakupan intervensi yang lebih luas.

VAR kini dapat membantu mengoreksi keputusan terkait kartu kuning kedua, kesalahan identifikasi pemain, hingga beberapa keputusan yang berkaitan dengan sepak pojok.

Perubahan ini diharapkan mampu meningkatkan akurasi keputusan wasit dalam situasi krusial.

Jeda Hidrasi Tiga Menit di Setiap Babak

Perubahan terakhir adalah penerapan jeda hidrasi selama tiga menit di masing-masing babak pertandingan.

Jeda ini umumnya dilakukan sekitar menit ke-22, namun wasit memiliki fleksibilitas untuk menentukan waktu pelaksanaannya sesuai kondisi pertandingan, termasuk ketika terjadi cedera yang membutuhkan perawatan.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya FIFA menjaga kondisi fisik pemain, terutama mengingat Piala Dunia 2026 akan digelar di sejumlah wilayah dengan suhu tinggi.

Piala Dunia 2026 Hadir dengan Wajah Baru

Delapan aturan baru yang diterapkan FIFA dan IFAB menunjukkan upaya serius untuk membuat sepak bola lebih cepat, transparan, dan adil. Piala Dunia 2026 bukan hanya menghadirkan format turnamen yang lebih besar, tetapi juga membawa perubahan signifikan dalam cara pertandingan dijalankan.

Menarik untuk melihat bagaimana para pemain, pelatih, dan wasit beradaptasi dengan regulasi baru tersebut saat turnamen sepak bola terbesar di dunia bergulir. (BEM)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

PILIHAN EDITOR

KOMENTAR TERKINI