Karangasem, Balienews.com – Pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Bali, telah mencapai 95 persen dan ditargetkan selesai pada 30 Juli 2026. Sebanyak 74 siswa dijadwalkan mulai mengikuti kegiatan belajar mengajar secara permanen pada 31 Juli 2026 setelah seluruh fasilitas utama dinyatakan siap.
Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Ni Nengah Satriyani, mengatakan penyelesaian proyek terus dipercepat agar sekolah dapat beroperasi sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Bangunan Ramah Lingkungan dengan Fasilitas Lengkap
Sekolah Rakyat Karangasem dibangun menggunakan konsep green building dengan memaksimalkan sirkulasi udara alami sehingga tidak menggunakan pendingin ruangan (AC).
Kebutuhan air bersih dipenuhi dari dua sumur bor berkedalaman 60 meter dengan debit sekitar 1,8 liter per detik serta pasokan PDAM. Untuk jangka panjang, Kementerian PU berencana membangun sumber air permanen dari Sungai Telaga Waja pada 2027. Sementara itu, pasokan listrik berasal dari gardu PLN berkapasitas 345 kVA yang didukung generator cadangan.
Sekolah berdiri di atas lahan milik Pemerintah Provinsi Bali seluas 5,6 hektare. Kompleks pendidikan ini dilengkapi gedung SD, SMP, dan SMA, asrama siswa, rumah susun guru, gedung serbaguna berkapasitas 750 orang, lapangan olahraga, serta tempat ibadah.
Seluruh Fasilitas Pendidikan Diberikan Gratis
Direktur Pemberdayaan Sosial Komunitas Adat Terpencil Kementerian Sosial, Ketut Supena, mengatakan seluruh peserta didik akan memperoleh fasilitas pendidikan tanpa biaya.
Setiap siswa akan mendapatkan seragam, buku pelajaran, laptop, serta makan bergizi tiga kali sehari. Sebelum memulai pembelajaran, siswa juga menjalani pemeriksaan kesehatan, tes kebugaran, dan tes DNA untuk membantu pemetaan potensi serta minat belajar.
Rekrutmen Guru Masih Berlangsung
Kepala Sekolah Rakyat, Putu Jaya Negara, mengungkapkan jumlah pendaftar saat ini mencapai 199 siswa, terdiri dari 19 siswa SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA.
Guru SD sementara berasal dari tenaga non-ASN yang direkrut selama tiga bulan. Guru SMP berasal dari Dinas Pendidikan Kabupaten Karangasem, sedangkan guru SMA masih bertugas sebagai guru tamu dari Dinas Pendidikan Provinsi Bali. Pemerintah pusat masih melanjutkan proses rekrutmen guru tetap.
Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster meminta penyelesaian fasilitas utama, terutama asrama, dapur, kamar mandi, dan ruang kelas, dipercepat agar Sekolah Rakyat dapat beroperasi sesuai target pada akhir Juli 2026.
Sekolah Rakyat Karangasem diharapkan menjadi salah satu upaya pemerintah dalam memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat. (BEM)




