BerandaKesehatanKarang Gigi Bukan Sekadar Masalah Penampilan, Ini Dampaknya bagi Kesehatan Gigi dan...

Karang Gigi Bukan Sekadar Masalah Penampilan, Ini Dampaknya bagi Kesehatan Gigi dan Gusi

Balienews.com – Karang gigi sering dianggap hanya mengganggu penampilan karena membuat gigi terlihat kekuningan atau kecokelatan. Padahal, karang gigi yang dibiarkan menumpuk dapat mengganggu kesehatan gigi dan gusi. Kondisi ini bermula dari plak yang tidak dibersihkan secara optimal dan kemudian mengeras, sehingga menjadi tempat bakteri menempel dan berkembang.

Plak sendiri terbentuk ketika bakteri di dalam mulut bercampur dengan protein serta sisa makanan. Jika tidak dibersihkan secara rutin, plak dapat mengalami mineralisasi dan berubah menjadi karang gigi.

Masalahnya, karang gigi yang sudah mengeras tidak cukup dihilangkan hanya dengan menyikat gigi. Penumpukan tersebut dapat memicu iritasi dan peradangan pada gusi serta meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan mulut.

Mengapa Karang Gigi Mudah Menjadi Masalah?

Bayangkan plak sebagai lapisan tipis yang terus menempel pada permukaan gigi. Ketika tidak dibersihkan dengan baik, lapisan tersebut dapat mengeras.

Setelah menjadi karang gigi, permukaannya cenderung lebih kasar sehingga plak baru lebih mudah menempel. Siklus ini dapat membuat penumpukan semakin banyak dan menyulitkan proses pembersihan sehari-hari.

Karena itu, karang gigi bukan sekadar persoalan estetika. Keberadaannya dapat menjadi salah satu faktor yang mendukung terjadinya penyakit gusi.

1. Menjadi Tempat Bakteri Menumpuk

Menurut Alodokter, karang gigi yang berada di sekitar garis gusi dapat membuat plak dan bakteri lebih sulit dibersihkan.

Jika penumpukan terjadi terus-menerus, jaringan gusi dapat mengalami iritasi dan peradangan. Kondisi tersebut biasanya ditandai dengan gusi yang mudah berdarah ketika menyikat gigi atau menggunakan benang gigi.

Semakin lama dibiarkan, masalah pada gusi dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.

2. Meningkatkan Risiko Gingivitis

Salah satu masalah yang sering berkaitan dengan penumpukan plak dan karang gigi adalah gingivitis atau radang gusi.

Gusi yang mengalami gingivitis dapat terlihat lebih merah, bengkak, dan mudah berdarah. Pada tahap awal, kondisi ini umumnya dapat ditangani dengan memperbaiki kebersihan mulut dan menghilangkan sumber penumpukan plak maupun karang gigi.

Namun, jika peradangan terus berlanjut dan tidak ditangani, penyakit gusi dapat berkembang menjadi periodontitis.

Periodontitis merupakan infeksi dan peradangan pada jaringan yang menopang gigi. Dalam kondisi yang lebih berat, penyakit ini dapat menyebabkan kerusakan jaringan dan tulang penyangga gigi.

3. Bisa Membuat Gigi Goyang hingga Tanggal

Jangan menunggu gigi terasa goyang untuk mulai memperhatikan kesehatan gusi.

Periodontitis yang berlangsung lama dapat merusak jaringan dan tulang yang berfungsi menopang gigi. Ketika penyangga gigi semakin melemah, gigi dapat menjadi goyang dan pada kasus yang berat bisa tanggal.

Inilah salah satu alasan mengapa masalah gusi sebaiknya tidak dianggap sebagai gangguan ringan.

4. Berkaitan dengan Kesehatan Tubuh Secara Keseluruhan

Kesehatan mulut tidak sepenuhnya terpisah dari kesehatan tubuh.

Penyakit periodontal diketahui memiliki hubungan dengan sejumlah kondisi kesehatan sistemik, termasuk penyakit kardiovaskular. Namun, hubungan tersebut tidak berarti karang gigi secara langsung menyebabkan penyakit jantung atau stroke.

Karena itu, klaim bahwa karang gigi pasti menyebabkan penyakit jantung, stroke, atau kanker sebaiknya dihindari. Hubungan antara penyakit periodontal dan berbagai penyakit sistemik masih terus diteliti dan dipengaruhi banyak faktor.

Meski demikian, menjaga kesehatan gigi dan gusi tetap merupakan bagian penting dari menjaga kesehatan secara keseluruhan.

Bisakah Karang Gigi Dicegah?

Kabar baiknya, pembentukan karang gigi dapat diminimalkan dengan menjaga kebersihan mulut secara konsisten.

Sikat Gigi Dua Kali Sehari

Sikat gigi setidaknya dua kali sehari selama sekitar dua menit, terutama pada pagi setelah sarapan dan sebelum tidur.

Gunakan sikat gigi berbulu lembut dan pastikan seluruh permukaan gigi dibersihkan, termasuk bagian belakang gigi dan area di sepanjang garis gusi.

Teknik menyikat juga penting. Menyikat terlalu keras bukan berarti gigi menjadi lebih bersih dan justru dapat mengiritasi gusi.

Pilih Pasta Gigi Berfluoride

Pasta gigi yang mengandung fluoride membantu memperkuat email gigi dan mencegah gigi berlubang.

Perlu diingat, pasta gigi tidak dapat menghilangkan karang gigi yang sudah mengeras. Fungsinya lebih pada membantu menjaga kebersihan dan kesehatan gigi serta mencegah terbentuknya plak dan kerusakan gigi.

Jangan Lupakan Flossing

Sikat gigi memiliki keterbatasan untuk menjangkau seluruh area di antara gigi.

Di sinilah benang gigi atau dental floss dapat membantu. Membersihkan sela-sela gigi secara rutin membantu mengurangi plak yang sulit dijangkau oleh sikat gigi.

Bagi sebagian orang, pembersih interdental seperti interdental brush juga dapat menjadi pilihan.

Batasi Makanan dan Minuman Manis

Bakteri di dalam mulut memanfaatkan gula dari makanan dan minuman untuk menghasilkan asam yang dapat merusak gigi.

Karena itu, batasi konsumsi makanan dan minuman tinggi gula, terutama jika dikonsumsi berulang kali sepanjang hari.

Memilih air putih sebagai minuman utama juga dapat membantu menjaga kondisi mulut tetap sehat.

Hindari Rokok

Merokok dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan mulut, termasuk penyakit gusi.

Menghentikan kebiasaan merokok bukan hanya membantu menjaga kesehatan mulut, tetapi juga memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Bagaimana Jika Karang Gigi Sudah Terbentuk?

Ini bagian yang sering disalahpahami.

Karang gigi yang sudah mengeras tidak dapat dihilangkan secara efektif hanya dengan sikat gigi atau benang gigi. Pembersihan oleh tenaga kesehatan gigi, seperti melalui prosedur scaling, diperlukan untuk mengangkat karang gigi yang menempel.

Jangan mencoba mengorek karang gigi sendiri menggunakan benda tajam. Cara tersebut berisiko melukai gusi atau merusak permukaan gigi.

Jika gusi sering berdarah, bengkak, berbau tidak sedap, terasa sakit, atau gigi mulai goyang, sebaiknya periksakan kondisi tersebut ke dokter gigi.

Jangan Tunggu Karang Gigi Menumpuk

Karang gigi mungkin terlihat seperti masalah kecil pada awalnya. Namun, jika dibiarkan, penumpukan plak dan karang gigi dapat berkontribusi terhadap masalah gusi dan meningkatkan risiko penyakit periodontal.

Kuncinya bukan mencari cara untuk menghilangkan karang gigi sendiri, melainkan mencegah penumpukan plak dan melakukan pemeriksaan serta pembersihan gigi secara berkala.

Mulai dari kebiasaan sederhana: sikat gigi dengan benar, bersihkan sela-sela gigi, batasi gula, hindari rokok, dan jangan menunda pemeriksaan ketika muncul tanda-tanda masalah pada gigi atau gusi. (BEM)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

PILIHAN EDITOR

KOMENTAR TERKINI