Balienews.com – Memasuki usia lanjut, tubuh mengalami berbagai perubahan. Persendian bisa terasa lebih kaku, kekuatan otot berkurang, dan keseimbangan tidak lagi sebaik saat masih muda. Kondisi tersebut dapat membuat aktivitas sederhana seperti berjalan, berdiri dari kursi, atau menaiki tangga terasa lebih menantang.
Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk membantu mempertahankan kemampuan bergerak adalah senam lansia untuk persendian. Dengan gerakan ringan yang dilakukan secara rutin dan disesuaikan dengan kemampuan, latihan ini dapat membantu menjaga kelenturan sendi, kekuatan otot, keseimbangan, serta kemampuan lansia menjalani aktivitas sehari-hari.
Mengapa Persendian Lansia Perlu Tetap Digerakkan?
Menurut Alodokter, bertambahnya usia tidak berarti seseorang harus berhenti aktif bergerak. Justru, aktivitas fisik yang sesuai dapat membantu mempertahankan fungsi tubuh.
Ketika tubuh jarang bergerak, persendian dapat terasa semakin kaku. Otot yang jarang digunakan juga dapat kehilangan kekuatan sehingga tubuh menjadi kurang stabil.
Karena itu, senam lansia persendian dapat menjadi salah satu pilihan aktivitas fisik ringan. Gerakannya tidak harus berat. Yang lebih penting adalah dilakukan secara teratur, terkontrol, dan sesuai kemampuan masing-masing.
Manfaat Senam Lansia untuk Persendian
Gerakan sederhana yang dilakukan dengan benar dapat memberikan sejumlah manfaat bagi kemampuan fisik lansia.
Menjaga Kelenturan Persendian
Gerakan peregangan dan pergerakan sendi dapat membantu mempertahankan rentang gerak. Dengan begitu, tubuh dapat tetap leluasa melakukan berbagai gerakan dan kekakuan dapat diminimalkan.
Membantu Mengurangi Kekakuan Sendi
Aktivitas fisik secara rutin dapat membantu mempertahankan fungsi sendi. Pada lansia dengan kondisi tertentu, seperti osteoarthritis, latihan yang sesuai dengan kondisi tubuh juga dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kemampuan bergerak.
Namun, latihan bukan berarti harus dilakukan dengan menahan rasa sakit. Gerakan sebaiknya tetap berada dalam batas kemampuan dan dihentikan apabila menimbulkan nyeri.
Mempertahankan Kekuatan Otot
Sendi tidak bekerja sendirian. Otot di sekitarnya berperan menopang tubuh dan membantu menghasilkan gerakan.
Latihan yang tepat dapat membantu mempertahankan kekuatan otot sehingga lansia lebih mudah melakukan aktivitas seperti berjalan, berdiri, atau berpindah posisi.
Melatih Keseimbangan dan Koordinasi
Beberapa gerakan senam lansia juga melibatkan koordinasi serta kemampuan mempertahankan posisi tubuh.
Latihan keseimbangan yang dilakukan secara aman dapat membantu lansia bergerak dengan lebih stabil. Bagi lansia yang memiliki gangguan keseimbangan, latihan sebaiknya dilakukan dengan pendampingan.
Mendukung Kemandirian dalam Aktivitas Harian
Manfaat latihan tidak hanya dirasakan ketika senam berlangsung. Kelenturan, kekuatan otot, dan keseimbangan yang terjaga dapat mendukung kemampuan lansia melakukan berbagai kegiatan sehari-hari.
Mulai dari berjalan, mengambil barang, berdiri dari kursi hingga menaiki tangga dapat menjadi lebih mudah apabila kemampuan fisik tetap terpelihara.
6 Gerakan Senam Lansia yang Bisa Dilakukan di Rumah
Senam lansia tidak selalu membutuhkan peralatan khusus. Beberapa gerakan sederhana bahkan dapat dilakukan sambil duduk atau dengan menggunakan kursi sebagai penopang.
1. Peregangan Leher
Duduk atau berdiri dengan posisi tubuh tegak. Miringkan kepala secara perlahan ke kanan, kemudian kembali ke posisi tengah dan lakukan ke sisi kiri.
Lakukan hanya dalam rentang gerak yang nyaman. Jangan memaksakan leher untuk menengadah terlalu jauh atau melakukan gerakan yang menimbulkan nyeri.
2. Putaran Bahu
Angkat bahu secara perlahan, kemudian putar ke belakang dan ke depan.
Gerakan sederhana ini dapat membantu menjaga kelenturan sekaligus mengurangi kekakuan pada area bahu.
3. Membuka dan Menutup Tangan
Buka telapak tangan secara perlahan, kemudian kepalkan tanpa memberikan tekanan berlebihan.
Gerakkan pula pergelangan tangan secara lembut sesuai kemampuan. Jika muncul rasa sakit, hentikan gerakan.
4. Mengangkat Lutut Bergantian
Duduk tegak di kursi yang kokoh. Angkat salah satu lutut secara perlahan, kemudian turunkan dan lanjutkan dengan kaki lainnya.
Gerakan ini dapat membantu melatih rentang gerak pada area pinggul dan lutut.
5. Memutar Pergelangan Kaki
Dalam posisi duduk, angkat salah satu kaki sedikit dari lantai. Putar pergelangan kaki secara perlahan ke satu arah, kemudian balik ke arah sebaliknya.
Lakukan secara bergantian pada kedua kaki.
6. Duduk dan Berdiri dari Kursi
Gunakan kursi yang kokoh dan tidak mudah bergeser. Dari posisi duduk, berdirilah secara perlahan, kemudian kembali duduk dengan gerakan yang terkontrol.
Latihan ini membantu melatih kekuatan otot kaki sekaligus mendukung kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari.
Jika keseimbangan kurang baik, jangan melakukan gerakan ini sendirian. Pastikan ada pendamping atau pegangan kokoh yang dapat digunakan sebagai penopang.
Jangan Mengejar Banyak Gerakan, Utamakan Keamanan
Dalam senam lansia, kemampuan setiap orang berbeda. Karena itu, jumlah pengulangan dan jenis gerakan tidak perlu disamakan.
Prinsip sederhananya adalah bergerak sesuai kemampuan, bukan memaksakan kemampuan.
Lakukan pemanasan sebelum latihan dan pendinginan setelahnya. Gunakan alas kaki yang nyaman serta tidak licin. Jika keseimbangan kurang baik, gunakan kursi kokoh sebagai pegangan atau mintalah bantuan anggota keluarga maupun caregiver.
Lansia yang memiliki penyakit tertentu, riwayat cedera, nyeri sendi berat, atau kondisi kesehatan yang belum terkontrol sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai program latihan.
Kapan Senam Harus Dihentikan?
Senam lansia seharusnya dilakukan dalam kondisi aman. Jika muncul nyeri yang berat atau tidak biasa, latihan perlu dihentikan.
Begitu pula jika saat berolahraga muncul nyeri dada, sesak napas berat, pusing hebat, atau kehilangan kesadaran. Kondisi tersebut membutuhkan pertolongan medis segera.
Tetap Aktif untuk Menjaga Kemandirian
Menjadi lansia bukan berarti harus berhenti bergerak. Aktivitas fisik yang dilakukan secara tepat dapat menjadi bagian dari kebiasaan untuk membantu mempertahankan kekuatan otot, kelenturan persendian, keseimbangan, dan kemampuan beraktivitas.
Kuncinya bukan melakukan gerakan sebanyak mungkin, melainkan memilih latihan yang sesuai kondisi tubuh dan melakukannya secara konsisten.
Jika orang tua atau anggota keluarga mengalami nyeri sendi yang menetap, pembengkakan yang tidak kunjung membaik, atau kesulitan bergerak, jangan hanya mengandalkan senam. Konsultasikan keluhan tersebut kepada dokter untuk mengetahui penyebab dan penanganan yang sesuai. (BEM)




