Tabanan, Balienews.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tabanan mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim hujan 2026–2027 yang diprakirakan mulai berlangsung bertahap pada November dan meluas pada Desember 2026. Imbauan ini disampaikan melalui surat tertanggal 12 Oktober 2026 untuk mengantisipasi pohon tumbang, dahan patah, dan dampak cuaca ekstrem.
BPBD Tabanan Dorong Mitigasi Dini
Surat bernomor B.300.2.3/1059/PK/BPBD tersebut ditandatangani Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tabanan, I Nyoman Srinadha Giri, sebagai tindak lanjut arahan BPBD Provinsi Bali.
Berdasarkan prakiraan BMKG Wilayah III Denpasar yang dikutip dalam imbauan tersebut, awal musim hujan di Bali diperkirakan berlangsung bertahap pada November 2026, dengan cakupan sekitar 15 persen wilayah. Pada Desember 2026, cakupannya diprakirakan meluas hingga 85 persen wilayah.
Srinadha Giri meminta seluruh camat di Kabupaten Tabanan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan perawatan dan pemangkasan dahan pohon yang berpotensi membahayakan warga.
“Langkah ini penting dilakukan secara gotong-royong maupun mandiri untuk meminimalkan risiko pohon tumbang atau dahan patah yang menimpa warga,” ujarnya.
Pemangkasan Pohon dan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem
Pemangkasan pohon diprioritaskan di sepanjang jalan raya, lingkungan perkantoran, fasilitas umum, serta kawasan permukiman. Para camat juga diminta meningkatkan edukasi, pemantauan wilayah, dan penyebarluasan informasi peringatan dini cuaca ekstrem kepada masyarakat.
Pelaksanaan upaya pengurangan risiko bencana tersebut harus dilaporkan secara berkala kepada Bupati Tabanan, dengan tembusan kepada BPBD Kabupaten Tabanan.
Bupati Tabanan Ajak Warga Gotong Royong
Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, mengapresiasi langkah kesiapsiagaan dini tersebut. Ia mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan, membersihkan saluran air, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya selama musim hujan.
Menurutnya, mitigasi sejak dini dan koordinasi dengan petugas di lapangan menjadi bagian penting dalam melindungi keselamatan masyarakat.
Pemkab Tabanan mengajak seluruh warga berpartisipasi dalam upaya pencegahan bencana. Masyarakat diharapkan segera berkoordinasi dengan petugas apabila menemukan pohon rawan tumbang, saluran air tersumbat, atau kondisi lingkungan lain yang berpotensi membahayakan. (BEM/r)




