BerandaTeknologiElon Musk Pamer Mobil Tesla yang Bisa Terbang, Produksi Ditargetkan 2028

Elon Musk Pamer Mobil Tesla yang Bisa Terbang, Produksi Ditargetkan 2028

Balienews.com – Elon Musk memamerkan kemampuan Tesla Roadster generasi terbaru dalam demonstrasi di fasilitas pengujian SpaceX, Texas, Amerika Serikat, Jumat (16/10/2026). Mobil sport listrik tersebut diklaim mampu melompat, melakukan manuver di udara, hingga berakselerasi dari posisi diam ke kecepatan 96,6 kilometer per jam dalam waktu kurang dari satu detik berkat teknologi pendorong yang dikembangkan bersama SpaceX.

Demonstrasi itu disiarkan melalui kanal YouTube resmi Tesla. Dalam tayangan berdurasi kurang dari 24 menit, Roadster diperlihatkan melakukan sejumlah manuver yang tidak lazim untuk mobil penumpang, termasuk melayang di udara dan melompati deretan kendaraan lain.

Meski demikian, kemampuan tersebut masih perlu dikaji lebih lanjut, terutama terkait keselamatan, penerapan teknologi pada kendaraan produksi massal, dan penggunaannya di jalan raya.

Tesla Roadster Melakukan Manuver di Udara

Dalam demonstrasi tersebut, Tesla Roadster terlihat melaju menaiki lintasan melengkung yang menjulang tinggi. Mobil kemudian berputar dan tampak melayang sebelum kembali mendarat.

Kendaraan itu juga diperlihatkan melompati deretan mobil Tesla yang diparkir berdampingan. Dalam adegan tersebut, Roadster melakukan putaran 360 derajat di udara sebelum mendarat kembali.

Aksi itu disambut sorak-sorai penonton yang menyaksikan demonstrasi secara langsung.

Musk mengatakan kehadiran penonton diperlukan untuk memberikan kesaksian atas apa yang mereka lihat.

“Kami membutuhkan penonton untuk membuktikan bahwa ini (nyata), bukan AI (artificial intelligence) atau SI (super intelligence),” ujar Musk kepada para penonton.

Ia juga meminta mereka menceritakan pengalaman menyaksikan demonstrasi tersebut kepada orang lain.

Mengandalkan Teknologi Pendorong SpaceX

Wakil Presiden Teknik Kendaraan Tesla, Lars Moravy, menjelaskan bahwa Roadster menggunakan sistem isap udara di bagian bawah bodi untuk membantu kendaraan tetap menempel pada lintasan ketika berada dalam posisi terbalik.

Menurut Moravy, sistem tersebut dapat menghasilkan gaya isap hingga dua kali gravitasi bumi atau 2G.

Untuk melakukan manuver di udara, Roadster disebut menggunakan teknologi pendorong yang dikembangkan bersama SpaceX, perusahaan antariksa yang juga dipimpin Musk.

Musk menjelaskan bahwa sistem tersebut mencakup pendorong untuk mengatur ketinggian atau altitude control thrusters, serta pendorong utama di bagian belakang kendaraan.

“Dengan begitu, mobil ini pada dasarnya bisa terbang seperti roket,” kata Musk.

Sistem pendorong tersebut disebut menggunakan 10 nosel dan tangki udara bertekanan sangat tinggi. Teknologi ini diklaim dapat membantu mobil melompat, melakukan manuver akrobatik di udara, dan berakselerasi dengan sangat cepat.

Namun, rincian teknis, kemampuan operasional, dan batas penggunaan sistem tersebut masih perlu diperiksa melalui dokumentasi serta pengujian yang dapat diverifikasi secara independen.

Akselerasi Diklaim Kurang dari Satu Detik

Selain memperlihatkan manuver di udara, Musk juga menyoroti kemampuan akselerasi Tesla Roadster terbaru.

Mobil tersebut diklaim mampu mencapai kecepatan 60 mil per jam atau sekitar 96,6 kilometer per jam dari posisi diam dalam waktu kurang dari satu detik.

Angka tersebut menjadi salah satu klaim performa utama yang disampaikan dalam demonstrasi.

Akan tetapi, hasil pengujian akselerasi perlu mempertimbangkan metode pengukuran, kondisi lintasan, dan konfigurasi kendaraan. Informasi mengenai hasil pengujian independen juga diperlukan untuk menilai performa sebenarnya.

Dalam demonstrasi yang ditampilkan, Roadster tidak dikemudikan manusia. Musk mengatakan keputusan itu diambil untuk menghindari risiko mencelakai seseorang apabila pengujian tidak berjalan sesuai rencana.

Musk juga sempat berseloroh mengenai aspek keselamatan kendaraan tersebut. Pernyataan itu membuat persoalan keselamatan menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian apabila teknologi pendorong benar-benar diterapkan pada mobil konsumen.

Keselamatan dan Regulasi Masih Menjadi Pertanyaan

Teknologi yang memungkinkan mobil melakukan lompatan dan manuver di udara menghadirkan tantangan tersendiri jika diterapkan pada kendaraan produksi massal.

Aspek yang perlu diperhatikan mencakup keselamatan pengemudi dan penumpang, risiko terhadap kendaraan lain, keandalan sistem pendorong, serta kemungkinan dampak terhadap pengguna jalan.

Penggunaan kendaraan dengan kemampuan semacam itu juga dapat memerlukan persyaratan teknis dan regulasi tambahan, bergantung pada desain serta cara pengoperasiannya.

Karena itu, demonstrasi kemampuan kendaraan belum dengan sendirinya membuktikan bahwa seluruh fitur tersebut dapat digunakan secara aman dalam kondisi lalu lintas sehari-hari.

Produksi Tesla Roadster Ditargetkan Mulai 2028

Tesla telah memperkenalkan Roadster generasi terbaru sejak 2017. Namun, pengembangan model tersebut mengalami penundaan selama bertahun-tahun.

Musk kini menargetkan produksi mobil sport listrik tersebut dimulai pada 2028. Jadwal itu masih merupakan target perusahaan dan belum menjamin kendaraan akan diproduksi sesuai rencana.

Melalui situs resminya, Tesla disebut telah membuka pemesanan Roadster dalam tiga varian, yakni Performance, Thrust, dan Rocket. Varian Rocket tercantum sebagai model yang hanya tersedia melalui undangan.

Tesla mengklaim Roadster memiliki jarak tempuh lebih dari 300 mil atau sekitar 483 kilometer. Sementara itu, varian Rocket diklaim mampu mencapai kecepatan maksimum lebih dari 230 mil per jam atau sekitar 370 kilometer per jam.

Spesifikasi tersebut merupakan klaim yang perlu dibedakan dari hasil pengujian independen maupun spesifikasi akhir kendaraan produksi.

Harga Terbaru Belum Diumumkan

Tesla belum mengumumkan harga terbaru Roadster generasi anyar tersebut.

Sebagai gambaran, ketika diperkenalkan pada 2017, Roadster ditawarkan dengan harga awal 200.000 dolar AS. Sementara itu, Founders Series edisi terbatas dibanderol 250.000 dolar AS.

Informasi mengenai harga awal tersebut dihimpun dari Yahoo News dan Euronews. Harga akhir Roadster terbaru dapat berbeda dari penawaran sebelumnya, terutama jika terdapat perubahan spesifikasi, teknologi, dan biaya produksi.

Dengan target produksi pada 2028, perkembangan lebih lanjut mengenai harga, spesifikasi final, serta jadwal pengiriman masih perlu ditunggu.

Bagaimana menurut Anda? Apakah teknologi pendorong SpaceX berpotensi mengubah masa depan mobil listrik, atau justru menghadirkan tantangan keselamatan baru? Sampaikan pendapat Anda di kolom komentar. (BEM)

Video demonstrasi Tesla Roadster: https://www.youtube.com/watch?v=qt5p-_tE8d0

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

PILIHAN EDITOR

KOMENTAR TERKINI