Tabanan, Balienews.com – Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga berdialog dengan krama Banjar Adat Selabih Wanasari, Desa Selabih, Kecamatan Selemadeg Barat, Tabanan, terkait persiapan pelaksanaan Pujawali di Pura Pucak Bukit Rangda. Dialog tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Tabanan memperkuat komunikasi dengan masyarakat adat sekaligus menyerap aspirasi untuk mendukung kelancaran kegiatan keagamaan.
Perkuat Komunikasi dengan Masyarakat Adat
Kegiatan tersebut dilaksanakan atas arahan Bupati Tabanan sebagai langkah memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dengan masyarakat.
Dalam dialog itu, Wabup Dirga mendengarkan berbagai aspirasi serta kebutuhan krama Banjar Adat Selabih Wanasari yang berkaitan dengan pelaksanaan rangkaian Pujawali di Pura Pucak Bukit Rangda.
Pertemuan tersebut juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antara Pemerintah Kabupaten Tabanan dengan masyarakat adat di wilayah Selemadeg Barat.
Apresiasi Pelestarian Adat dan Tradisi
Wabup Dirga menyampaikan apresiasi terhadap semangat dan kebersamaan krama Banjar Adat Selabih Wanasari dalam menjaga adat, tradisi, serta kehidupan keagamaan di wilayah setempat.
Menurutnya, pelaksanaan pujawali tidak hanya berkaitan dengan kegiatan spiritual, tetapi juga memiliki nilai sosial yang kuat bagi masyarakat Bali.
Kegiatan keagamaan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan, gotong royong, serta keharmonisan antarwarga.
Pemkab Tabanan Dorong Sinergi dengan Desa Adat
Wabup Dirga berharap seluruh rangkaian Pujawali di Pura Pucak Bukit Rangda dapat berlangsung lancar, tertib, dan dilandasi semangat kebersamaan.
Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Tabanan akan terus membangun sinergi dengan desa adat dan masyarakat dalam menjaga kelestarian adat serta budaya Bali.
Menurutnya, nilai-nilai kearifan lokal merupakan bagian penting dalam kehidupan masyarakat Tabanan yang perlu terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Menjaga Keharmonisan Masyarakat
Dialog antara pemerintah daerah dan krama adat diharapkan tidak hanya mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan keagamaan, tetapi juga memperkuat hubungan antara pemerintah dengan masyarakat.
Melalui komunikasi yang terbuka, berbagai kebutuhan dan aspirasi masyarakat adat dapat menjadi bagian dari perhatian pemerintah dalam menjaga kehidupan sosial, adat, dan budaya di Kabupaten Tabanan.
Pujawali di Pura Pucak Bukit Rangda pun diharapkan dapat berlangsung khidmat sekaligus menjadi momentum memperkuat persatuan dan gotong royong krama. (BEM/Pro)




