back to top
Sabtu, Agustus 30, 2025
- Advertisement -spot_img
BerandaNusantaraBudayaRatusan Warga Ikuti Bayuh Oton & Sapu Leger Massal Gratis di Desa...

Ratusan Warga Ikuti Bayuh Oton & Sapu Leger Massal Gratis di Desa Adat Kelating

Tabanan, Balienews.com – Desa Adat Kelating, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, untuk pertama kalinya menggelar bayuh oton dan sapu leger massal secara gratis di Pura Dalem Kelating, Minggu (10/8/2025).

Kegiatan ini bekerja sama dengan Yayasan Siwa Murti Bali dan Rsi Agung dari Wang Bang Pinatih, bertujuan menghapus stigma bahwa upacara agama Hindu selalu membutuhkan biaya besar.

I Dewa Made Maharjana
Bendesa Adat Kelating, I Dewa Made Maharjana. (Ist)

Ringankan Beban Warga Kurang Mampu

Bendesa Adat Kelating, I Dewa Made Maharjana, menjelaskan program ini hadir sebagai solusi bagi warga yang belum mampu melaksanakan nanggap wayang saat kelahiran di Tumpek Wayang, yang diyakini memiliki kekuatan khusus sehingga harus di-bayuh sapuleger.

“Dimana ada kebutuhan masyarakat, desa adat wajib hadir. Kami ingin membuktikan bahwa upacara tidak harus mahal. Sebelumnya kami juga sudah mengadakan ngaben massal, metatah massal, dan nyambutin massal,” ujarnya.

Baca Juga :  Kejuaraan Pencak Silat Tabanan 2025: Cetak Atlet Berbakat dan Dukung Gerakan Bali Anti Sampah Plastik

Selain itu, banyak anak-anak maupun orang tua yang belum pernah melakukan bayuh oton, sehingga upacara massal ini menjadi momen untuk meringankan beban sekaligus menjaga tradisi.

Ratusan warga mengikuti bayuh oton massal gratis
Ratusan warga mengikuti bayuh oton massal gratis di Pura Dalem Kelating. (Ist)

Tingginya Antusiasme Warga

Panitia mencatat lebih dari 1.000 pendaftar, namun kapasitas dibatasi hingga 630 peserta karena keterbatasan area pura. Peserta tidak hanya berasal dari Tabanan, tetapi juga dari Karangasem, Singaraja, Jembrana, hingga Denpasar.

“Seluruh prosesi digratiskan. Peserta hanya diminta membawa pejati, tirta dari Bhetara Hyang Guru di merajan masing-masing, serta perlengkapan sembahyang,” terang Maharjana.

Dipimpin Tiga Sulinggih

Prosesi dipuput oleh tiga sulinggih, yakni:

  • Ida Ratu Nabe Rsi Agung Yoga Sidhi Bang Pinatih (Griya Agung Wang Bang Pinatih, Padangsambian)

  • Ida Pedanda Gede Putra Sidanta Manuaba (Griya Bantas Galiukir, Pupuan, Tabanan)

  • Ida Pandita Mpu Acarya Daksa Manik Mas (Griya Agung Segara Giri Salokya, Kelating, Tabanan)

Baca Juga :  DLH Tabanan Dorong Masyarakat Pilah dan Kelola Sampah dari Rumah

Potensi Jadi Agenda Rutin

Melihat tingginya antusiasme, Desa Adat Kelating mempertimbangkan untuk menjadikan program ini agenda tahunan.

“Upacara massal ini adalah bentuk nyata gotong royong dan kepedulian adat terhadap umat, agar tidak ada lagi alasan menunda upacara karena biaya,” tegas Maharjana. (BEM)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

PILIHAN EDITOR

KOMENTAR TERKINI