Denpasar, Balienews.com – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengumumkan rencana pengembangan Pelabuhan Benoa di Denpasar, Bali, menjadi marina bertaraf internasional yang mampu menampung kapal pesiar sepanjang 350 meter dan 188 yacht.
Proyek yang ditargetkan beroperasi penuh pada akhir 2028 ini diharapkan memperkuat posisi Bali sebagai destinasi wisata bahari kelas dunia sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara hingga 1,5 kali lipat dan wisatawan domestik hingga dua kali lipat.
AHY: Pelabuhan Benoa Disiapkan Jadi Marina Terbesar di Asia Tenggara
AHY menyampaikan pengembangan Pelabuhan Benoa merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat sektor pariwisata sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia sebagai negara maritim.
Menurutnya, Bali memiliki potensi besar sebagai pusat wisata bahari internasional. Karena itu, keberadaan marina modern dinilai akan menjadi salah satu daya tarik baru bagi wisatawan, khususnya pengguna kapal pesiar dan yacht.
“Jadi Bali kita harapkan dapat terus menjadi destinasi pariwisata berkelas dunia. Dan salah satu upaya untuk mengembangkan potensi Bali melalui pengembangan Pelabuhan Benoa,” ujar AHY saat meninjau Pelabuhan Benoa, Denpasar, Selasa (21/7/2026).
Mampu Tampung Kapal Pesiar 350 Meter dan 188 Yacht
Dalam pengembangannya, marina Pelabuhan Benoa dirancang memiliki fasilitas tambat berstandar internasional dengan penggunaan teknologi terbaru pada sistem dermaga.
Selain mampu melayani kapal pesiar berukuran hingga 350 meter dan 188 yacht, kawasan marina juga akan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang seperti area hiburan, pusat perbelanjaan, serta ruang terbuka hijau yang ditujukan untuk meningkatkan pengalaman wisatawan.
AHY menilai proyek tersebut berpotensi menjadikan Benoa sebagai salah satu marina terbesar dan terbaik di kawasan Asia Tenggara.
“Indonesia sebagai negara maritim dan negara kepulauan terbesar sudah sepatutnya menjadi hub sekaligus daya tarik wisata bahari yang mendunia,” katanya.
Target Operasional Penuh Akhir 2028
Pemerintah menargetkan seluruh kawasan marina Pelabuhan Benoa dapat beroperasi penuh pada akhir 2028. Namun, proses pembangunan dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan pengelolaan profesional dan prinsip keberlanjutan.
“Direncanakan akhir 2028 akan benar-benar operasional secara keseluruhan. Tahapan-tahapannya dimulai dari tempat kita berdiri ini dan akan terus dilakukan penataan secara profesional serta memiliki asas keberlanjutan,” jelas AHY.
KKP Relokasi Kapal Perikanan ke Pengambengan
Sejalan dengan transformasi Pelabuhan Benoa menjadi maritime hub, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan melakukan penataan aktivitas pelabuhan dengan merelokasi kapal-kapal perikanan yang selama ini beroperasi di Benoa.
Kapal-kapal tersebut akan dipindahkan ke Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan di Kabupaten Jembrana agar fungsi Pelabuhan Benoa sebagai pusat wisata bahari internasional dapat berjalan lebih optimal.
Transformasi ini diharapkan mampu memperkuat daya saing sektor pariwisata Bali sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan kunjungan wisatawan dan investasi di kawasan pelabuhan. (BEM)




