back to top
Sabtu, November 29, 2025
- Advertisement -spot_img
BerandaPeristiwaKing Cobra Ditemukan Mengerami Telur di Mambal, Warga Badung Heboh

King Cobra Ditemukan Mengerami Telur di Mambal, Warga Badung Heboh

Badung, Balienews.com – Seekor King Cobra ditemukan mengerami 33 telur di sebuah tegalan milik warga Desa Mambal, Kecamatan Abiansemal, Badung, pada Senin (24/11). Ular berbisa mematikan itu kemudian dievakuasi petugas ke penangkaran untuk menjaga keamanan warga serta kelestarian satwa.

Evakuasi Ular dan Telur oleh Petugas

Penemuan King Cobra ini langsung menghebohkan warga sekitar. Petugas bersama relawan reptil segera mengevakuasi induk ular beserta telurnya ke tempat penangkaran.

Ketua Yayasan Reptil Asih Tabanan, Ni Putu Astridayanty, mengatakan bahwa ular tersebut telah diamankan.

“Sudah kami amankan kemarin, sudah berada di kami. Informasinya bersamaan dengan temuan di Desa Bongkasa yang juga sudah dibawa ke penangkaran,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (25/11).

Panjang 2,51 Meter dan 33 Telur

King Cobra itu memiliki panjang sekitar 2,51 meter. Ular dan telurnya ditemukan di bawah dahan bambu dengan tumpukan daun kering sebagai sarang alami. Di lokasi itu terdapat 33 butir telur.

Astridayanty menyebut King Cobra sebagai spesies cerdas karena mampu mengatur suhu, membaca cuaca, dan membangun sarang sendiri.

“Dalam bahasa Bali disebut Lipi Selan Bukit. Habitatnya di rumpun bambu dekat aliran sungai dengan sinar matahari masuk. Ular ini sangat pintar mengukur suhu dan satu-satunya jenis yang bisa membangun sarang,” jelasnya.

Kemunculan King Cobra Juga Terjadi di Bongkasa

Sebelumnya, warga Desa Bongkasa, Kecamatan Abiansemal, juga dikejutkan oleh temuan King Cobra lain yang mengerami 22 telur di kebun bambu milik warga Banjar Kambang, Minggu (23/11).

Satu ekor ular lain yang sempat terlihat warga hingga kini belum ditemukan, sehingga warga masih merasa waswas.

Penyebab Ledakan Populasi King Cobra di Bali

Menurut Astridayanty, meningkatnya kemunculan King Cobra di Badung dan sejumlah wilayah Bali, terutama Tabanan, dipicu oleh hilangnya predator alami.

“Predator atau pemangsa ular itu sudah hampir punah. Itu sebabnya populasinya meningkat drastis,” terangnya.

Selain faktor tersebut, ular juga bisa berpindah jauh mengikuti aliran air saat terjadi banjir.
“Kenapa bisa ke Bongkasa, Badung, bahkan Gianyar? Karena terbawa arus air atau banjir,” tambahnya.

Masyarakat diimbau tetap waspada dan segera melapor jika menemukan ular berbahaya di permukiman. Evakuasi oleh petugas profesional membantu menjaga keamanan warga sekaligus melindungi satwa dari tindakan perburuan. (BEM)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

PILIHAN EDITOR

KOMENTAR TERKINI