back to top
Senin, Februari 2, 2026
- Advertisement -spot_img
BerandaBeritaDaerahBupati Sutjidra Prioritaskan Revitalisasi Sekolah Perbatasan di Buleleng Mulai 2027

Bupati Sutjidra Prioritaskan Revitalisasi Sekolah Perbatasan di Buleleng Mulai 2027

Buleleng, Balienews.com – Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra menegaskan komitmennya mempercepat pemerataan pendidikan saat meninjau sekolah di wilayah perbatasan Kabupaten Buleleng, Bali, pada Senin (8/12).

Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan akses dan kualitas pendidikan melalui revitalisasi ruang kelas, fasilitas seni, dan perbaikan lingkungan belajar secara bertahap.

Pemerataan Pendidikan Jadi Prioritas Buleleng

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra memberikan perhatian khusus terhadap sekolah-sekolah yang berada di wilayah perbatasan.

Fokus utama pemerintah daerah adalah memastikan akses pendidikan yang merata, termasuk di daerah yang jauh dari pusat kota.

“Salah satunya adalah kami memberikan perhatian serius kepada SMP Negeri 6 Tejakula yang berada di Desa Les. Revitalisasi total akan dilakukan pada tahun 2027 termasuk memberikan perhatian khusus kepada sekolah dasar yang berada di perbatasan dengan kabupaten lainnya,” kata Sutjidra saat meninjau lokasi sekolah di Buleleng.

Revitalisasi SMPN 6 Tejakula Dimulai

Dalam peninjauan tersebut, Sutjidra mengungkapkan bahwa rencana tindak lanjut telah disusun. Dua ruang kelas baru mulai direvitalisasi tahun ini, dan pemerintah daerah merencanakan penambahan empat ruang kelas tambahan pada tahun depan.

“Ini sebuah kejutan ya. Saya baru mengetahui SMP Negeri 6 Tejakula hanya memiliki tiga ruang kelas. Dan satu laboratorium yang dimanfaatkan juga untuk ruang guru,” ujarnya.

Selain ruang belajar, pembangunan toilet dan sarana pendukung juga akan menggunakan dana APBD Kabupaten Buleleng.

Penguatan Bakat Seni Melalui Pembangunan Wantilan

Tidak hanya fokus pada ruang kelas, Bupati Sutjidra melihat potensi besar siswa SMPN 6 Tejakula di bidang seni. Pemerintah daerah berencana membangun wantilan yang dilengkapi peralatan kesenian untuk mengembangkan bakat siswa.

“Pembangunan ini penting untuk mengantisipasi peningkatan jumlah siswa yang saat ini sudah mencapai lebih dari 300 orang dan diprediksi terus bertambah setiap tahun,” kata Sutjidra.

Dengan ruang kelas baru pada 2027, kelas VIII dan IX yang selama ini membutuhkan perhatian khusus dapat belajar pada pagi hari. Sementara sebagian siswa kelas VII masih menjalani jadwal siang.

Komitmen Meluas ke Sekolah Dasar di Perbatasan

Perhatian pemerintah daerah tidak hanya tertuju pada SMPN 6 Tejakula. Bupati Sutjidra juga meninjau SD Negeri 4 Sembiran yang terletak di batas Kabupaten Bangli.

“Itu juga komitmen kami, tadi melihat keadaan sekolah yang sangat memprihatinkan tapi sudah direvitalisasi. Yang nantinya kita akan menata lingkungannya saja,” ujar Sutjidra.

Penataan Lingkungan untuk Ekosistem Belajar Ideal

Menurut Sutjidra, penataan lingkungan menjadi langkah final untuk menciptakan suasana belajar yang kondusif.

“Anak-anak bisa lebih tenang, orang tua juga lebih tenang untuk menitipkan anaknya untuk bisa mendapatkan pendidikan, khususnya di SD Nomor 4 Sembiran ini. Karena itu perbatasan sekali, jauh dari mana-mana,” pungkasnya.

Kunjungan ini menegaskan bahwa pembangunan pendidikan di Buleleng dilakukan secara merata hingga ke wilayah paling pinggiran. (BEM)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

PILIHAN EDITOR

KOMENTAR TERKINI