Mangupura, Balienews.com – Pemerintah Kabupaten Badung memastikan Festival Ogoh-ogoh Badung 2026 bertajuk Bhandana Bhuhkala kembali digelar di Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, dengan konsep yang lebih matang dan durasi lebih panjang.
Festival ini direncanakan berlangsung selama empat hari sebelum Tawur Agung Kesanga, sebagai bagian dari rangkaian menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948, guna mengurai kepadatan penonton dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan.
Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, I Gde Eka Sudarwitha, menyampaikan bahwa pelaksanaan tahun ini merupakan hasil evaluasi menyeluruh dari penyelenggaraan perdana pada 2025, baik dari sisi teknis, alur penonton, hingga kualitas fasilitas pendukung.
Durasi Festival Diperpanjang Jadi Empat Hari
Belajar dari pelaksanaan tahun lalu, panitia memutuskan memperpanjang durasi Festival Ogoh-ogoh Badung menjadi empat hari.
Langkah ini diambil untuk mengurai konsentrasi massa yang sebelumnya menumpuk dalam dua hari pelaksanaan.
“Pelaksanaannya kami rancang selama empat hari, dengan pemikiran agar konsentrasi massa dapat terurai. Dibagi harinya supaya tidak terjadi penumpukan penonton seperti sebelumnya,” ujar Sudarwitha, Rabu (14/1).
Penampilan Ogoh-ogoh Tak Lagi Terpusat di Satu Titik
Perubahan signifikan lainnya adalah pola penampilan dan penilaian ogoh-ogoh. Tahun 2026, penampilan tidak lagi terpusat di satu titik, melainkan dibagi ke dua hingga tiga pos penilaian di area Puspem Badung.
“Rute penampilan kemungkinan ada di dua atau tiga pos. Pos utama untuk undangan pimpinan daerah dan OPD, sementara pos lainnya juga dilakukan penilaian,” jelasnya.
Skema ini diharapkan membuat penilaian lebih objektif sekaligus mengurangi kepadatan penonton di satu lokasi.
Alur Penonton Satu Arah dan Kantong Parkir Diperbanyak
Dari sisi kenyamanan pengunjung, panitia akan menerapkan alur masuk penonton satu arah, meniru pola pengamanan dan lalu lintas saat peringatan HUT Mangupura. Selain itu, kantong parkir akan diperbanyak untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung.
Panitia juga menyiapkan area kuliner khusus agar penonton dan peserta lebih nyaman selama menikmati festival.
“Semua akan terus kami rapikan dan cermati agar penonton merasa nyaman dan festival berjalan lebih berkualitas,” tambahnya.
Kualitas Tenda Ditingkatkan, Seniman Diberi Ruang Berkreasi
Menanggapi keluhan seniman terkait kualitas tenda pada pelaksanaan perdana, panitia berkomitmen meningkatkan fasilitas pada Festival Ogoh-ogoh Badung 2026. Tenda akan menggunakan sistem rigging yang lebih representatif dan kokoh.
“Tendanya kita tingkatkan kualitasnya, dan Sekaa Teruna kami persilakan menambahkan hiasan sesuai kreativitas masing-masing,” kata Sudarwitha.
Festival Budaya Unggulan Badung
Festival Ogoh-ogoh Badung Bhandana Bhuhkala diproyeksikan menjadi agenda budaya unggulan Kabupaten Badung yang tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga mendorong kreativitas generasi muda Bali. (BEM)




