back to top
Senin, Januari 19, 2026
- Advertisement -spot_img
BerandaBeritaInternasionalSeniman Bali Raih Juara III Snow Sculpture Competition Harbin China 2026

Seniman Bali Raih Juara III Snow Sculpture Competition Harbin China 2026

Balienews.com – Seniman asal Bali berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional dengan meraih peringkat III Snow Sculpture Competition Harbin China International ke-28 tahun 2026, sebuah ajang patung salju bergengsi dunia yang digelar setiap Januari di Kota Harbin, China.

Keberhasilan ini diraih oleh tim seniman Bali yang tergabung dalam Himpunan Seniman Pecatu dan Bali Talent Artist, yang tampil sebagai delegasi Indonesia.

Mereka bersaing dengan 25 tim dari 13 negara, dan finis di bawah Rusia sebagai juara pertama, serta China dan Mongolia sebagai runner-up.

Bertarung di Tengah Suhu Ekstrem dan Badai Salju

Kompetisi yang berlangsung dalam kondisi ekstrem menjadi tantangan utama bagi para seniman Bali. Suhu udara di lokasi lomba mencapai -14 hingga -26 derajat Celsius, bahkan sempat disertai badai salju pada hari pertama pelaksanaan.

Baca Juga :  Tim Seniman Bali Raih Prestasi di Harbin International Snow Sculpture Competition

“Kesulitan utama adalah melawan cuaca dan mengejar waktu dalam kompetisi. Suhu sangat dingin dan badai salju memaksa kami berhenti sementara,” ujar I Gede Agustin Anggara Putra, Rabu (14/1).

Meski demikian, Gustin—sapaan akrabnya—menegaskan tim tetap melanjutkan pengerjaan karya hingga tuntas keesokan harinya.

“Walaupun dingin dan beku, kami tetap mengerjakan karya ini secara maksimal,” katanya.

Karya Dewi Dhawantari Sarat Filosofi Hindu

Dalam kompetisi ini, tim Bali mengusung tema Dewi Dhawantari, yang memiliki makna mendalam dalam filosofi Hindu sebagai simbol pengobatan, kesuburan, dan keseimbangan alam semesta.

“Karya ini kami pilih karena merepresentasikan harmoni antara manusia dan alam, serta nilai penyembuhan,” jelas Gustin.

Menariknya, meski berasal dari Pulau Dewata yang tidak mengenal salju, para seniman ini mampu beradaptasi dengan cepat.

Baca Juga :  Tim Seniman Bali Raih Prestasi di Harbin International Snow Sculpture Competition

Saat latihan di Bali, mereka menggunakan media gabus untuk mensimulasikan bentuk dan teknik pahatan patung salju.

Didukung Pengalaman Ice Carving Internasional

Keberhasilan tim Bali juga ditopang oleh pengalaman mereka dalam ice carving, seni ukir es yang kerap ditampilkan pada berbagai acara hotel dan event internasional.

“Kami sudah memahami teknik dasar ukiran es, sehingga bisa diaplikasikan ke salju saat kompetisi,” tambah Gustin.

Adapun susunan tim terdiri dari I Nyoman Sungada sebagai kapten, I Ketut Suarnaya, dan Gede Agus Kurniawan. Dokumentasi ditangani oleh fotografer Kadek Aryate, dengan pendamping Wayan Mardina.

Bukti Daya Saing Seniman Bali di Level Dunia

Prestasi ini menjadi bukti bahwa keterbatasan alam bukan penghalang bagi seniman Bali untuk bersaing di tingkat global.

Baca Juga :  Tim Seniman Bali Raih Prestasi di Harbin International Snow Sculpture Competition

“Kami membuktikan bahwa dengan semangat dan kerja keras, seniman Bali mampu berprestasi di panggung dunia, meski dengan perbedaan media dan suhu ekstrem,” pungkas Gustin.

Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Bali dan Indonesia untuk terus berkarya dan berani tampil di ajang internasional. (BEM)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

PILIHAN EDITOR

KOMENTAR TERKINI