Buleleng, Balienews.com – Desa Anturan, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, Bali, resmi mengoperasikan mesin pengolahan sampah berbasis komunitas yang terintegrasi teknologi tepat guna di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) TPS 3R Rumah Pilah Resik Mesari, Selasa (13/1).
Inisiatif ini bertujuan mengurangi persoalan sampah desa sekaligus mendorong ekonomi sirkular berkelanjutan.
Mesin bantuan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng senilai Rp800 juta tersebut memiliki kapasitas pengolahan sampah mencapai 3–5 ton per hari dan diharapkan mampu melayani dua hingga tiga desa di sekitarnya.
Pengelolaan Diserahkan ke Kelompok Masyarakat
Perbekel Desa Anturan, I Ketut Soka, mengatakan pengelolaan TPS 3R sepenuhnya diserahkan kepada kelompok masyarakat (pokmas) dengan sistem bagi hasil.
Skema tersebut meliputi 60 persen untuk pengelola, 20 persen untuk desa adat, dan 20 persen untuk desa dinas.
“Tenaga pemilah sampah kami anggarkan dari dana desa dan menerima gaji bulanan. Sementara pengurus struktural pokmas tidak digaji, namun diberikan modal usaha berupa produksi sabun mandi,” ujar Soka.
Edukasi Pemilahan Sampah dari Sumbernya
Dalam waktu dekat, pokmas akan melakukan edukasi kepada warga Desa Anturan terkait pemilahan sampah sejak dari rumah tangga. Langkah ini dinilai krusial agar sistem TPS 3R dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.
Pemkab Buleleng Dorong Transformasi Ekonomi Sirkular
Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, yang meresmikan pengoperasian mesin tersebut, menyatakan kehadiran TPS 3R Desa Anturan menandai transformasi pengelolaan sampah menuju ekonomi sirkular di tingkat desa.
Ia mengapresiasi fasilitas TPS 3R yang telah dilengkapi mesin pemilah dan pencacah sampah plastik. Menurutnya, model ini mampu mengurangi ketergantungan desa terhadap tempat pemrosesan akhir (TPA).
“Kami berharap masyarakat benar-benar memanfaatkan TPST ini untuk menekan persoalan lingkungan, khususnya sampah,” kata Supriatna.
Model TPS 3R Akan Dikembangkan
Pemkab Buleleng berkomitmen mengembangkan model pengelolaan serupa di TPS 3R lainnya.
Selain peningkatan infrastruktur, pemerintah daerah juga menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam memilah sampah serta kampanye menjaga lingkungan secara berkelanjutan.
Keberadaan TPS 3R Rumah Pilah Resik Mesari diharapkan mampu menciptakan sistem pengelolaan sampah mandiri, ramah lingkungan, dan membuka peluang ekonomi baru dari sampah yang dikelola secara profesional di tingkat desa. (BEM)




