Jumat, Januari 23, 2026
- Advertisement -spot_img
BerandaKesehatanGejala Aritmia yang Perlu Diwaspadai: Detak Jantung Tak Teratur Bisa Berbahaya

Gejala Aritmia yang Perlu Diwaspadai: Detak Jantung Tak Teratur Bisa Berbahaya

Balienews.com – Aritmia adalah gangguan irama jantung yang ditandai dengan detak jantung terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak beraturan. Kondisi ini dapat dialami siapa saja dan, jika terjadi terus-menerus, berisiko mengganggu aktivitas hingga membahayakan kesehatan jantung.

Melansir informasi dari laman kesehatan Alodokter, aritmia perlu dikenali sejak dini agar dapat ditangani dengan tepat.

Apa Itu Aritmia dan Mengapa Perlu Diwaspadai?

Aritmia merupakan kondisi ketika irama jantung tidak berdetak secara normal. Penderitanya dapat merasakan jantung berdebar lebih cepat (takikardia), berdetak lambat (bradikardia), atau berdenyut tidak teratur.

Meski sebagian orang pernah mengalaminya sesekali dan bersifat ringan, aritmia yang muncul tanpa sebab jelas dan berlangsung berulang bisa menjadi tanda adanya gangguan serius pada jantung.

Takikardia: Detak Jantung Terlalu Cepat

Takikardia adalah salah satu gejala aritmia yang paling sering terjadi. Kondisi ini ditandai dengan detak jantung lebih dari 100 kali per menit, sementara detak jantung normal orang dewasa berada di kisaran 60–100 kali per menit.

Pada kondisi tertentu, seperti saat berolahraga atau mengalami stres, peningkatan detak jantung masih dianggap normal. Namun, pada penderita aritmia, takikardia dapat terjadi tanpa pemicu yang jelas dan berlangsung dalam waktu lama.

Bradikardia: Detak Jantung Terlalu Lambat

Kebalikan dari takikardia, bradikardia terjadi ketika jantung berdetak kurang dari 60 kali per menit. Kondisi ini sering kali tidak menimbulkan keluhan, tetapi dalam kasus tertentu dapat menyebabkan pasokan oksigen ke otak dan organ vital menjadi tidak optimal.

Akibatnya, penderita bisa merasa lemas, pusing, atau bahkan kehilangan kesadaran jika tidak segera ditangani.

Irama Jantung Tidak Beraturan

Selain terlalu cepat atau lambat, aritmia juga bisa ditandai dengan irama jantung yang tidak teratur. Penderitanya dapat merasakan sensasi seperti: detak tambahan yang muncul tiba-tiba, detak jantung terasa terlambat atau jantung bergetar selama beberapa detik.

Gangguan irama ini dapat menurunkan kemampuan jantung dalam memompa darah ke seluruh tubuh.

Gejala Penyerta yang Perlu Diwaspadai

Ketika aritmia mengganggu aliran darah dan oksigen, berbagai gejala lain dapat muncul, antara lain:

  • Nyeri dada
  • Sesak napas
  • Mudah cemas
  • Cepat lelah saat beraktivitas
  • Pusing atau sakit kepala ringan
  • Keringat dingin
  • Pingsan

Gejala-gejala tersebut bisa muncul hilang-timbul, berlangsung lama, atau bahkan bersifat permanen. Jika tidak ditangani, aritmia berisiko menyebabkan gagal jantung hingga henti jantung mendadak.

Aritmia Bisa Diobati, Jangan Tunda ke Dokter

Kabar baiknya, sebagian besar kasus aritmia dapat diobati sehingga penderita dapat kembali menjalani hidup dengan irama jantung yang lebih normal.

Karena itu, jika Anda merasakan gejala aritmia secara berulang, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan sedini mungkin. (BEM)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

PILIHAN EDITOR

KOMENTAR TERKINI