back to top
Jumat, Januari 23, 2026
- Advertisement -spot_img
BerandaPilihan EditorCiri Anak yang Percaya Diri Sejak Dini dan Cara Orang Tua Menumbuhkannya

Ciri Anak yang Percaya Diri Sejak Dini dan Cara Orang Tua Menumbuhkannya

Balienews.com – Kepercayaan diri pada anak dapat dikenali sejak usia dini dan menjadi fondasi penting bagi tumbuh kembangnya. Anak yang percaya diri cenderung berani mencoba hal baru, mampu menyampaikan pendapat, serta tidak mudah menyerah saat menghadapi tantangan.

Sikap ini terbentuk melalui proses panjang yang melibatkan peran orang tua, lingkungan keluarga, dan sekolah.

Kepercayaan diri anak berkembang seiring pengalaman, pola asuh, serta interaksi sosial yang ia alami sehari-hari. Karena itu, penting bagi orang tua untuk memahami ciri-ciri anak yang percaya diri sekaligus mengetahui cara tepat untuk menumbuhkannya sejak dini.

Ciri-Ciri Anak yang Percaya Diri

Setiap anak memiliki karakter unik. Namun, terdapat beberapa perilaku umum yang sering terlihat pada anak dengan tingkat kepercayaan diri yang baik.

1. Berani Mencoba Hal Baru

Anak yang percaya diri tidak ragu mencoba aktivitas baru, meski berisiko gagal. Mulai dari berbicara di depan kelas hingga mengikuti kegiatan baru, ia berani melangkah karena yakin pada kemampuannya sendiri.

Baca Juga :  33,4% Balita Sudah Terbiasa Pakai Gawai, Wamendikdasmen Peringatkan Bahaya 'Brain Rot' pada Anak

2. Mampu Mengekspresikan Pendapat

Kepercayaan diri tampak saat anak berani mengungkapkan apa yang ia pikirkan dan rasakan, baik di rumah maupun di sekolah. Anak tidak takut bertanya atau menyampaikan ide dalam diskusi.

3. Tidak Mudah Menyerah

Saat menghadapi kegagalan, anak yang percaya diri cenderung mencoba kembali, mencari solusi lain, atau meminta bantuan tanpa merasa rendah diri. Fokusnya adalah belajar dari proses, bukan semata hasil.

4. Menerima Kritik dan Saran

Anak mampu menerima masukan tanpa merasa diserang. Ia memahami bahwa kritik bukan tanda kegagalan, melainkan kesempatan untuk berkembang dan memperbaiki diri.

5. Mudah Beradaptasi

Di lingkungan baru, anak yang percaya diri lebih cepat menyesuaikan diri. Ia berani berkenalan, terlibat dalam aktivitas kelompok, dan tidak mudah menutup diri.

6. Memiliki Relasi Sosial yang Baik

Kepercayaan diri memudahkan anak membangun hubungan sosial. Ia terbuka, mampu bekerja sama, serta menjaga komunikasi positif dengan teman sebaya.

Baca Juga :  33,4% Balita Sudah Terbiasa Pakai Gawai, Wamendikdasmen Peringatkan Bahaya 'Brain Rot' pada Anak

7. Bersikap Mandiri

Anak terbiasa menyelesaikan tugas sederhana sendiri dan mencoba mengatasi masalah sebelum meminta bantuan. Sikap ini menunjukkan rasa percaya pada kemampuan diri.

Melansir dari laman Alodokter, kepercayaan diri anak tidak muncul secara instan, melainkan dibentuk melalui pengalaman positif yang konsisten serta dukungan emosional dari lingkungan terdekat.

Peran Orang Tua dalam Menumbuhkan Percaya Diri Anak

Membangun rasa percaya diri anak memerlukan keterlibatan aktif orang tua dalam keseharian.

1. Berikan Pujian yang Membangun

Pujilah usaha dan proses anak, bukan hanya hasil akhirnya. Cara ini membantu anak menghargai perjuangan dan berani mencoba lagi.

2. Libatkan Anak dalam Pengambilan Keputusan

Memberi kesempatan anak memilih, seperti pakaian atau menu makanan, membuatnya merasa dihargai dan bertanggung jawab.

3. Dukung Anak Mengambil Risiko yang Aman

Dorong anak mencoba hal baru sesuai usia, dengan tetap memberikan pendampingan agar ia merasa aman dan didukung.

Baca Juga :  33,4% Balita Sudah Terbiasa Pakai Gawai, Wamendikdasmen Peringatkan Bahaya 'Brain Rot' pada Anak

4. Jadilah Teladan

Sikap percaya diri orang tua dalam menghadapi masalah akan menjadi contoh nyata bagi anak dalam bersikap.

5. Dengarkan dan Validasi Perasaan Anak

Mengakui perasaan anak, baik senang maupun kecewa, membuatnya merasa diterima dan berani mengekspresikan diri.

6. Hindari Membandingkan Anak

Fokuslah pada perkembangan dan keunikan anak sendiri agar ia tidak merasa dihakimi.

7. Ajarkan Cara Menghadapi Kegagalan

Bantu anak memahami bahwa kegagalan adalah bagian dari proses belajar dan kesempatan untuk tumbuh.

Menumbuhkan kepercayaan diri anak adalah proses bertahap yang membutuhkan kesabaran dan konsistensi. Orang tua diharapkan terus mendampingi, menghargai setiap kemajuan kecil, dan mencari bantuan profesional bila anak menunjukkan hambatan emosional yang berlebihan.

Dengan dukungan yang tepat, anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang tangguh dan percaya pada dirinya sendiri. (BEM)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

PILIHAN EDITOR

KOMENTAR TERKINI