back to top
Jumat, Januari 23, 2026
- Advertisement -spot_img
BerandaBeritaDaerahBMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di Bali 21–27 Januari 2026, Warga Diminta Waspada

BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di Bali 21–27 Januari 2026, Warga Diminta Waspada

Singasana, Balienews.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di Bali yang berpotensi terjadi pada 21 hingga 27 Januari 2026. Seluruh masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang, akibat intensitas hujan yang tinggi.

Puncak Musim Hujan Picu Hujan Lebat dan Angin Kencang

Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III, Cahyo Nugroho, menjelaskan bahwa Bali saat ini telah memasuki puncak musim hujan. Kondisi tersebut dipengaruhi aktifnya monsun Asia, terbentuknya pola konvergensi angin di wilayah Bali, serta tingginya kelembapan udara hingga lapisan atmosfer atas.

“Kondisi dinamika atmosfer ini meningkatkan aktivitas konvektif yang berpotensi memicu hujan sedang hingga lebat, disertai petir dan angin kencang,” ujar Cahyo dalam keterangan resmi, Rabu (21/1/2026).

Baca Juga :  Gempa M8,7 Guncang Kamchatka Rusia, Tsunami Berpotensi Capai Indonesia

Hampir Seluruh Wilayah Bali Berpotensi Terdampak

BMKG memetakan wilayah yang berpotensi terdampak cuaca ekstrem meliputi Kabupaten Badung, Denpasar, Tabanan, Jembrana, Bangli, Gianyar, Karangasem, Klungkung, dan Buleleng.

Pada daerah-daerah tersebut, potensi banjir, banjir bandang, dan tanah longsor dapat terjadi sesuai tingkat kerawanan masing-masing wilayah.

Gelombang Laut Tinggi Ancam Perairan Bali

Selain cuaca ekstrem di daratan, BMKG juga mengingatkan adanya potensi gelombang laut tinggi. Di Perairan Utara Bali dan Selat Lombok bagian utara, tinggi gelombang diperkirakan mencapai 1,25 hingga 2,5 meter.

Sementara itu, di Selat Bali bagian selatan, Selat Badung, Selat Lombok bagian selatan, dan Perairan Selatan Bali, gelombang laut berpotensi mencapai 2,5 hingga 4 meter, sehingga berisiko bagi aktivitas pelayaran dan nelayan.

Baca Juga :  Banjir Landa Lima Wilayah Bali, BPBD Soroti Drainase dan Cuaca Ekstrem

Bupati Tabanan Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Menanggapi peringatan BMKG, Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan potensi risiko cuaca ekstrem.

“Pemerintah Kabupaten Tabanan mengajak seluruh masyarakat untuk tetap waspada, menjaga keselamatan diri dan lingkungan, serta mengikuti arahan instansi terkait. Kami juga meminta masyarakat menghindari aktivitas di wilayah rawan bencana saat cuaca memburuk,” tegasnya.

Bupati Sanjaya juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, khususnya saluran air dan daerah aliran sungai, guna meminimalkan risiko banjir selama musim hujan.

Pantau Informasi Resmi BMKG

BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi, seperti media sosial @infobmkg dan @bmkgbali, serta tidak mudah percaya pada informasi cuaca dari sumber yang tidak resmi. (BEM/r)

Baca Juga :  PLN Bali Percepat Pemulihan Listrik Terdampak Banjir dan Cuaca Ekstrem
BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

PILIHAN EDITOR

KOMENTAR TERKINI