back to top
Minggu, Januari 25, 2026
- Advertisement -spot_img
BerandaBeritaNasional200 Wartawan Ikuti Diklat Bela Negara PWI–Kemenhan Jelang HPN 2026

200 Wartawan Ikuti Diklat Bela Negara PWI–Kemenhan Jelang HPN 2026

Balienews.com – Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemenhan RI) bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat memfinalisasi seluruh persiapan Diklat Bela Negara Wartawan PWI yang akan digelar pada 29 Januari–1 Februari 2026 di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Bela Negara Kemenhan, Bogor.

Kegiatan ini menjadi bagian penting dari rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dan akan diikuti sekitar 200 wartawan anggota PWI dari berbagai daerah di Indonesia.

Diklat ini bertujuan memperkuat peran wartawan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara melalui penguatan nilai bela negara, disiplin, kepemimpinan, serta ketahanan mental, dengan melibatkan pemateri strategis dari kementerian, lembaga negara, dan kalangan akademisi.

Perwakilan Bali Ikut Ambil Bagian

Dari Provinsi Bali, dua wartawan senior Arief Wibisono dan Joko Purnomo dipastikan ikut serta sebagai perwakilan PWI Bali dalam program pendidikan dan pelatihan tersebut.

Finalisasi peserta dilakukan pada Jumat (23/1/2026), meliputi verifikasi data pribadi dan kelengkapan perlengkapan wajib selama mengikuti diklat.

Seluruh peserta dijadwalkan mengambil perlengkapan di Kantor PWI Pusat pada Rabu (28/1/2026), sebelum berangkat bersama menggunakan bus dari Kemenhan RI pada Kamis (29/1/2026) pukul 06.30 WIB.

Lokasi Dipindah ke Bogor

Sebelumnya, Kemenhan RI dan PWI Pusat menggelar rapat koordinasi pemantapan di Gedung A.H. Nasution, Kementerian Pertahanan RI, pada Rabu (21/1/2026). Rapat tersebut membahas konsep, lokasi, dan teknis pelaksanaan Diklat Bela Negara.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemenhan, Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait, menjelaskan bahwa lokasi pelatihan dialihkan dari Akademi Militer (Akmil) Magelang ke Bogor karena padatnya agenda di Akmil yang berbenturan dengan jadwal PWI.

“Pelaksanaan dialihkan ke Pusdiklat Bela Negara Kemenhan di Bogor agar kegiatan tetap berjalan optimal,” ujarnya.

Program Strategis HPN 2026

Sekretaris Jenderal PWI Pusat sekaligus Ketua Panitia HPN 2026, Zulmansyah Sekedang, menegaskan bahwa Diklat Bela Negara Wartawan merupakan salah satu program strategis HPN 2026 yang dipusatkan di Provinsi Banten.

Menurutnya, program ini dirancang untuk membentuk wartawan yang tidak hanya profesional secara jurnalistik, tetapi juga memiliki kesadaran kebangsaan dan komitmen terhadap nilai-nilai persatuan.

Materi Berjenjang dan Pembinaan Mental

Diklat Bela Negara Wartawan PWI akan menghadirkan pemateri dari berbagai kementerian, lembaga, serta akademisi, termasuk dari Universitas Pertahanan. Materi disusun secara berjenjang dengan fokus pada penguatan nilai dasar bela negara.

Agenda utama kegiatan meliputi outbound, immersive learning, pembekalan mental, disiplin, kepemimpinan, serta penguatan solidaritas kebangsaan dalam format retret intensif.

Wakil Ketua PWI Bidang Hankam TNI/Polri, Badar Subur, menyampaikan bahwa konsep Diklat Bela Negara ini merupakan hasil kesepakatan antara pimpinan PWI Pusat dengan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.

“Pelatihan ini menekankan penguatan mental, disiplin, dan solidaritas wartawan sebagai bagian dari pertahanan bangsa dan negara,” kata Badar.

Syarat Kesehatan dan Sertifikasi

Seluruh peserta diwajibkan menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum mengikuti pelatihan.

Peserta yang dinyatakan memenuhi syarat akan mengikuti diklat selama tiga hari dan berhak memperoleh Sertifikat Bela Negara setelah dinyatakan lulus.

Kepala Pusat Kompetensi Bela Negara BPSDM Kemenhan, Brigadir Jenderal TNI Ferry Trisnaputra, menyatakan kesiapan penuh pihaknya dalam mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Kami siap dan merasa terhormat menyambut para wartawan PWI,” ujarnya.

Aturan Disiplin Peserta

Dalam rapat koordinasi tersebut juga ditegaskan tata tertib peserta, antara lain pembatasan penggunaan telepon genggam, larangan merokok di barak, serta pengaturan jam istirahat malam sebagai bagian dari pembinaan disiplin, mental, dan tanggung jawab kebangsaan.

Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat peran pers nasional dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan menjelang peringatan HPN 2026. (BEM)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

PILIHAN EDITOR

KOMENTAR TERKINI