back to top
Minggu, Februari 1, 2026
- Advertisement -spot_img
BerandaBeritaDaerahLapas Tabanan Tebar 2.000 Benih Lele, Perkuat Program Ketahanan Pangan Warga Binaan

Lapas Tabanan Tebar 2.000 Benih Lele, Perkuat Program Ketahanan Pangan Warga Binaan

Tabanan, Balienews.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional dengan menebar 2.000 benih ikan lele di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Kebun Lapas, Jumat (30/1/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Penebaran benih ikan lele tersebut diikuti langsung oleh Kepala Lapas Tabanan, kelompok kerja (pokja) ketahanan pangan, serta peserta magang.

Program ini merupakan implementasi dari 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya di bidang kemandirian dan ketahanan pangan.

Dukung Ketahanan Pangan dan Pembinaan Kemandirian

Melalui program budidaya ikan lele, Lapas Tabanan tidak hanya berupaya menjaga ketersediaan pangan internal, tetapi juga memberikan keterampilan praktis yang bernilai ekonomi bagi Warga Binaan.

Kegiatan ini dirancang sebagai pembelajaran aplikatif yang dapat menjadi bekal setelah mereka menyelesaikan masa pidana.

Budidaya ikan lele dipilih karena relatif mudah dikembangkan, tidak membutuhkan lahan luas, serta memiliki potensi pasar yang menjanjikan. Dengan demikian, Warga Binaan diharapkan mampu memahami proses produksi dari hulu ke hilir.

Kepala Lapas: Pembinaan Harus Berkelanjutan

Kepala Lapas Tabanan, Prawira Hadiwidjojo, menegaskan bahwa program ketahanan pangan ini dijalankan secara konsisten dan berorientasi jangka panjang.

“Program ketahanan pangan ini kami laksanakan sebagai sarana pembinaan kemandirian yang berkelanjutan. Harapannya, Warga Binaan tidak hanya terlibat secara fisik, tetapi juga memahami proses budidaya yang bisa menjadi peluang usaha di masa depan,” ujarnya.

Warga Binaan Antusias Ikuti Budidaya Lele

Antusiasme juga ditunjukkan oleh Warga Binaan yang terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. Wayan, salah satu peserta pembinaan, mengaku tertarik untuk mengembangkan usaha serupa setelah bebas nanti.

“Budidaya ikan lele ini cukup menjanjikan. Sarana dan modalnya tidak terlalu besar, tapi peluang keuntungannya ada. Saya jadi punya gambaran untuk usaha setelah bebas,” katanya.

Harapan Berkelanjutan untuk Masa Depan Warga Binaan

Melalui kegiatan ini, Lapas Tabanan berharap program ketahanan pangan dapat terus berjalan dan memberikan manfaat ganda, baik dalam mendukung kebutuhan pangan maupun menciptakan Warga Binaan yang lebih mandiri dan produktif.

Ke depan, program serupa akan terus dikembangkan sebagai bagian dari pembinaan terpadu di lingkungan pemasyarakatan. (BEM)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

PILIHAN EDITOR

KOMENTAR TERKINI