back to top
Jumat, Februari 13, 2026
- Advertisement -spot_img
BerandaBeritaInternasionalChatGPT Resmi Terintegrasi di Platform AI Militer AS

ChatGPT Resmi Terintegrasi di Platform AI Militer AS

Balienews.com – ChatGPT resmi menjadi bagian dari platform AI militer Amerika Serikat setelah Departemen Perang AS (Department of War/DoW) dan OpenAI mengumumkan integrasi tersebut pada Senin (9/2/2026) waktu setempat.

ChatGPT akan diintegrasikan ke sistem GenAI.mil, platform kecerdasan buatan generatif yang digunakan oleh sekitar tiga juta personel militer AS untuk mendukung operasi harian lintas matra, termasuk Angkatan Darat, Laut, Udara, Luar Angkasa, dan Korps Marinir.

Integrasi ini dilakukan untuk memperluas akses teknologi AI canggih guna meningkatkan efisiensi, kecepatan analisis, serta dukungan administrasi dan misi strategis. Namun, jadwal implementasi resmi dan detail teknis soal keamanan sistem belum diungkapkan secara rinci.

Akses AI untuk 3 Juta Personel Militer

Dalam pernyataan resminya, DoW menyebut kemitraan ini sebagai langkah strategis dalam menjadikan AI sebagai standar operasional harian di lingkungan militer.

“Kemitraan ini akan membuat model AI canggih OpenAI lebih mudah diakses oleh tiga juta personel Departemen Perang,” tulis DoW, dikutip dari DefenseScoop.

DoW menegaskan tengah membangun ekosistem AI yang berfokus pada kecepatan, keamanan, dan dampak misi berkelanjutan.

Meski demikian, belum ada penjelasan rinci mengenai potensi risiko kebocoran data atau mitigasi atas kemungkinan keluaran AI yang tidak akurat.

ChatGPT Versi Khusus untuk Infrastruktur Pemerintah

OpenAI menjelaskan bahwa ChatGPT yang digunakan dalam GenAI.mil merupakan versi khusus yang dirancang untuk kebutuhan pemerintah. Sistem ini berjalan di infrastruktur cloud pemerintah dengan standar keamanan tinggi.

“Sistem ini berjalan di infrastruktur cloud pemerintah yang berwenang, dengan kontrol keamanan dan perlindungan data Departemen yang sangat sensitif,” tulis OpenAI dalam keterangan resminya.

OpenAI juga memastikan bahwa data yang diproses di GenAI.mil tidak akan digunakan untuk melatih model AI publik atau komersial.

Adapun fungsi ChatGPT dalam lingkungan militer meliputi:

  • Meringkas dan menganalisis dokumen kebijakan
  • Menyusun serta meninjau materi pengadaan dan kontrak
  • Menghasilkan laporan internal dan daftar kepatuhan
  • Mendukung workflow penelitian, perencanaan, administrasi, dan dukungan misi

Bukan Integrasi Pertama di GenAI.mil

Sebelum ChatGPT, platform GenAI.mil telah lebih dulu terintegrasi dengan Gemini dari Google. Selain itu, model AI Grok milik xAI juga dijadwalkan bergabung pada awal 2026.

Langkah ini merupakan bagian dari proyek AI senilai 200 juta dollar AS (sekitar Rp3,3 triliun) yang diberikan kepada sejumlah perusahaan teknologi besar seperti OpenAI, Google, xAI, dan Anthropic untuk pengembangan AI mutakhir di sektor pertahanan.

Kerja sama ini sekaligus memperluas kolaborasi OpenAI dengan lembaga pertahanan AS, termasuk proyek bersama Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) dan Chief Digital and Artificial Intelligence Office (CDAO).

AI Kian Jadi Pilar Operasi Militer Modern

Masuknya ChatGPT ke dalam sistem militer AS menandai babak baru dalam pemanfaatan AI generatif di sektor pertahanan.

Integrasi ini menunjukkan bahwa AI tidak lagi sekadar alat bantu administratif, melainkan menjadi bagian dari strategi operasional. (BEM)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

PILIHAN EDITOR

KOMENTAR TERKINI