back to top
Minggu, Maret 1, 2026
- Advertisement -spot_img
BerandaBeritaDaerahBulan Bahasa Bali 2026 Resmi Ditutup

Bulan Bahasa Bali 2026 Resmi Ditutup

Denpasar, Balienews.com – Perhelatan Bulan Bahasa Bali ke VIII Tahun 2026 resmi ditutup oleh Wayan Koster pada Sabtu, 28 Februari 2026, di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali. Agenda yang berlangsung sejak 1 Februari 2026 ini menjadi strategi Pemerintah Provinsi Bali dalam melestarikan, mengembangkan, dan memuliakan bahasa, aksara, serta sastra Bali di tengah arus modernisasi.

Penutupan dilakukan sebagai penanda berakhirnya rangkaian kegiatan selama satu bulan penuh yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam berbagai lomba, pameran, hingga pertunjukan budaya.

Program ini digelar untuk melindungi, membina, dan menguatkan penggunaan bahasa Bali sebagai identitas budaya lokal.

Komitmen Pelestarian Bahasa dan Budaya Bali

Dalam sambutannya, Gubernur Koster menegaskan bahwa Bulan Bahasa Bali memiliki peran penting dalam menjaga jati diri masyarakat Bali agar tidak tercerabut dari akar budayanya.

Baca Juga :  Bulan Bahasa Bali, Pemkab Gianyar Ajak Warga Bangga Berbahasa Bali

Menurutnya, agenda tahunan ini menjadi momentum untuk meneguhkan kembali penggunaan bahasa ibu, menanamkan kecintaan terhadap adat dan tradisi, serta memperkuat identitas masyarakat Bali.

“Dengan mengucap Om Awighnamastu Namo Siddham, Bulan Bahasa Bali ke VIII tahun 2026 resmi saya tutup. Ini adalah upaya nyata melestarikan, mengembangkan, dan memuliakan bahasa, aksara, dan sastra Bali,” ujar Koster.

Ia menambahkan, pelestarian bahasa dan sastra Bali merupakan bagian dari konservasi budaya sekaligus penguatan karakter generasi muda di tengah perkembangan zaman.

Wadah Edukasi dan Kreativitas Generasi Muda

Bulan Bahasa Bali juga menjadi ruang edukasi dan kreativitas, khususnya bagi generasi muda. Melalui kegiatan lomba dan pameran, peserta dilatih untuk membiasakan penggunaan bahasa Bali dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga :  Bulan Bahasa Bali 2026 Digelar, Angkat Aksara hingga Digital Kreatif

Selain itu, ajang ini menjadi sarana menumbuhkan apresiasi terhadap nilai moral dan etika luhur yang terkandung dalam sastra Bali.

Koster menegaskan bahwa komitmen pelestarian budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat Bali.

Penganugerahan Bali Kerthi Nugraha Mahottama

Dalam acara penutupan, Gubernur Koster turut menyerahkan penghargaan Bali Kerthi Nugraha Mahottama kepada tokoh yang dinilai berjasa dalam pelestarian bahasa dan sastra Bali.

Selain itu, piala Juara 1, 2, dan 3 diserahkan kepada para pemenang lomba, serta piagam penghargaan bagi peserta pameran dan kuliner yang turut memeriahkan Bulan Bahasa Bali 2026.

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi Bali juga menetapkan tema Bulan Bahasa Bali ke IX Tahun 2027, yakni “Wana Kerthi Gemuh Landuh Sarwa Tumuwuh”.

Baca Juga :  Bulan Bahasa Bali 2026 Digelar, Angkat Aksara hingga Digital Kreatif

Ajakan Lestarikan Bahasa Bali

Bulan Bahasa Bali bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi gerakan kolektif untuk menjaga eksistensi bahasa, aksara, dan sastra Bali agar tetap hidup dan berkembang.

Masyarakat diharapkan terus menggunakan bahasa Bali dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk nyata pelestarian budaya lokal. (BEM)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

PILIHAN EDITOR

KOMENTAR TERKINI