Tabanan, Balienews.com – Kawasan wisata Tanah Lot di Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan mulai melakukan persiapan menyambut prosesi Melasti menjelang Hari Raya Nyepi 2026. Tradisi penyucian diri umat Hindu yang berlangsung di tepi laut ini diperkirakan digelar beberapa hari sebelum Nyepi dan kembali menjadi daya tarik wisata budaya bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Asisten Manajer DTW Tanah Lot, I Putu Toni Wirawan, Jumat (6/3), mengatakan hingga saat ini pengelola belum menerima banyak pemberitahuan resmi dari desa adat terkait jadwal pelaksanaan Melasti. Biasanya, desa-desa langsung berkoordinasi dengan pihak pura, khususnya para pemangku, untuk menentukan waktu prosesi.
“Sejauh ini baru Desa Beraban yang menyampaikan rencana Melasti pada Senin, 16 Maret. Desa lain kemungkinan juga akan melaksanakan prosesi serupa menjelang Nyepi, namun jadwalnya masih menunggu konfirmasi,” ujarnya.
Persiapan Pengamanan dan Lalu Lintas
Meski jadwal sebagian desa adat masih menunggu kepastian, pengelola kawasan wisata Tanah Lot tetap melakukan berbagai persiapan seperti tahun-tahun sebelumnya.
Koordinasi dilakukan dengan aparat kepolisian serta pecalang desa adat untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan ketika rombongan Melasti memasuki kawasan wisata.
Menurut Toni, pengaturan kegiatan Melasti pada prinsipnya tidak mengalami perubahan signifikan. Fokus utama tetap pada pengamanan prosesi sekaligus menjaga kenyamanan wisatawan.
“Kami tetap berkoordinasi dengan aparat keamanan dan pecalang untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan saat prosesi berlangsung,” jelasnya.
Kendaraan Dialihkan ke Area Parkir Umum
Untuk menghindari penumpukan kendaraan di area utama objek wisata, rombongan peserta Melasti nantinya akan diarahkan menuju area parkir umum yang memiliki kapasitas lebih luas.
Langkah ini diambil agar prosesi keagamaan dapat berlangsung khidmat tanpa mengganggu aktivitas wisatawan yang sedang berkunjung ke Tanah Lot.
Selain itu, pengaturan parkir juga diharapkan mampu menjaga kelancaran arus lalu lintas di kawasan wisata yang dikenal sebagai salah satu ikon pariwisata Bali tersebut.
Melasti Jadi Daya Tarik Wisata Budaya
Selama ini, prosesi Melasti di Tanah Lot tidak hanya menjadi ritual penting bagi umat Hindu, tetapi juga dikenal sebagai magnet wisata budaya Bali.
Wisatawan kerap datang untuk menyaksikan iring-iringan umat Hindu yang membawa pratima, payung adat, serta berbagai sarana upacara menuju laut sebagai bagian dari ritual penyucian diri menjelang Nyepi.
Pemandangan prosesi sakral dengan latar laut dan pura di atas batu karang menjadikan Tanah Lot sebagai salah satu lokasi Melasti yang paling diminati wisatawan.
Kunjungan Wisatawan Awal 2026 Menurun
Di sisi lain, manajemen operasional Tanah Lot mencatat jumlah kunjungan wisatawan pada awal 2026 mengalami penurunan.
Pada Januari 2026 tercatat sebanyak 103.646 kunjungan wisatawan, kemudian menurun menjadi 71.701 kunjungan pada Februari. Sementara hingga 5 Maret 2026, jumlah kunjungan baru mencapai 7.338 wisatawan.
Penurunan tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari situasi global hingga momentum bulan Ramadan yang biasanya berdampak pada pergerakan wisata domestik.
Momentum Melasti Diharapkan Dongkrak Wisata
Meski terjadi penurunan kunjungan di awal tahun, momentum prosesi Melasti menjelang Nyepi diyakini mampu kembali menarik minat wisatawan.
Selain menghadirkan pengalaman budaya yang autentik, tradisi ini juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan spiritual dan budaya Bali kepada dunia.
Bagi wisatawan yang ingin menyaksikan langsung prosesi sakral ini, disarankan untuk tetap menghormati aturan adat dan menjaga kesucian area upacara selama berlangsungnya Melasti. (BEM)




