Tabanan, Balienews.com – Ruas jalan menuju Pantai Kelating di Desa Kelating, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan, Bali, ditutup sementara selama tiga hari mulai Minggu (8/3/2026). Penutupan dilakukan untuk memperbaiki kerusakan jalan yang jebol di depan Pura Puseh Desa Kelating melalui gotong royong warga desa adat.
Keputusan ini diambil oleh Desa Adat Kelating bersama pemerintah desa setelah kondisi jalan dinilai membahayakan pengguna jalan. Perbaikan darurat dilakukan secara swadaya agar akses tetap bisa digunakan masyarakat, terutama menjelang prosesi Melasti menuju Pantai Kelating sebelum Hari Raya Nyepi.
Jalan Jebol Sudah Lebih dari Sebulan
Bendesa Adat Kelating, Dewa Made Maharjana, menjelaskan kerusakan jalan sebenarnya sudah terjadi lebih dari sebulan. Awalnya hanya kerusakan ringan, namun semakin parah setelah hujan deras menyebabkan saluran air di bawah badan jalan jebol dan air meluap ke permukaan.
“Perkiraan kami jalan ditutup sekitar tiga hari. Ini sudah kami koordinasikan dengan Ketua BPD Desa Kelating dan Perbekel agar selanjutnya bisa ditindaklanjuti dengan dinas terkait,” ujarnya.
Titik kerusakan paling parah berada tepat di depan Pura Puseh Desa Kelating, yang sebelumnya masih dapat dilalui kendaraan secara terbatas. Namun kini kondisi jalan dinilai semakin berbahaya bagi pengendara.
Perbaikan Sempat Ditunda Menunggu Pemerintah
Menurut Maharjana, rencana gotong royong sebenarnya sempat ditunda setelah pihak dinas terkait turun ke lokasi dan menyampaikan bahwa perbaikan akan segera dilakukan.
Saat itu, tim dari dinas seperti PU dan BPBD menyebutkan jalan akan diperbaiki dengan pemasangan box culvert karena kondisi saluran air di bawah jalan sudah rusak.
“Rencananya waktu itu perbaikan hanya satu hari. Namun setelah ditunggu lebih dari seminggu belum juga terealisasi,” jelasnya.
Selama menunggu, kondisi jalan justru semakin memburuk dan bahkan sempat menyebabkan seorang warga terjatuh saat melintas di lokasi tersebut.
Perbaikan Mendesak Jelang Prosesi Melasti
Perbaikan jalan menjadi semakin mendesak karena dalam waktu sekitar sepekan masyarakat Desa Kelating akan melaksanakan prosesi Melasti ke Pantai Kelating menjelang Nyepi.
Prosesi tersebut biasanya melibatkan banyak warga yang berjalan kaki sambil membawa pratima dan sarana upacara.
“Kami seminggu lagi sudah ada pemelastian. Kalau jalan rusak tentu sangat berbahaya, apalagi saat membawa pratima di pagi hari,” kata Maharjana.
Sebelumnya bahkan rombongan warga dari desa lain yang hendak Melasti ke Pantai Kelating sempat diminta memutar balik karena kondisi jalan tidak memungkinkan dilalui.
Perbaikan Darurat dari Desa Adat
Akhirnya Desa Adat Kelating memutuskan melakukan perbaikan secara swadaya menggunakan anggaran desa adat. Material beton bahkan sudah disiapkan sejak sebulan lalu.
Perbaikan ini bersifat sementara dengan memperbaiki bagian box paling atas agar kendaraan masih dapat melintas.
“Ini hanya penanganan darurat supaya jalan tidak putus. Jika nanti pemerintah melakukan perbaikan permanen, tentu kami persilakan agar penanganannya lebih maksimal,” ujarnya.
Selama penutupan jalan berlangsung, pengendara dari arah Kerambitan diarahkan menggunakan jalur alternatif melalui Tibubiyu. Selain itu tersedia akses jalan usaha tani dari wilayah Penarukan menuju Banjar Sanging.
Perbaikan Permanen Dijadwalkan Setelah Nyepi
Sementara itu Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Tabanan, I Gede Partana, memastikan pemerintah tetap akan melakukan perbaikan permanen setelah Hari Raya Nyepi.
Menurutnya, pemerintah telah menyiapkan anggaran sekitar Rp100 juta untuk memperbaiki ruas jalan tersebut.
Penanganan permanen nantinya dilakukan dengan pemasangan box culvert baru karena di bawah badan jalan terdapat aliran air yang cukup besar. Selain itu, sisi tepi jalan juga akan diperkuat agar tidak mudah jebol kembali.
“Meski masyarakat sudah memperbaiki secara swadaya, penanganan permanen tetap kami lakukan setelah Nyepi,” kata Partana.
Akses Aman Jadi Prioritas Warga
Perbaikan swadaya yang dilakukan masyarakat Desa Kelating disebut murni untuk menjaga keselamatan pengguna jalan dan memastikan akses menuju Pantai Kelating tetap bisa dilalui.
Langkah gotong royong ini juga menjadi bentuk kesiapan masyarakat menghadapi rangkaian upacara adat menjelang Hari Raya Nyepi. (BEM)




