back to top
Jumat, Maret 13, 2026
- Advertisement -spot_img
BerandaBeritaDaerahAnjing Penggigit 15 Warga di Buleleng Positif Rabies

Anjing Penggigit 15 Warga di Buleleng Positif Rabies

Buleleng, Balienews.com – Anjing liar yang menggigit 15 warga di kawasan Pasar Buleleng, Kelurahan Kendran, Kecamatan Buleleng, Bali, dipastikan positif rabies. Kepastian ini disampaikan Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kabupaten Buleleng Gede Melandrat, Kamis (12/3/2026), setelah hasil uji laboratorium terhadap sampel anjing tersebut keluar.

Peristiwa ini bermula pada Minggu (8/3/2026) pagi, ketika seekor anjing liar mengamuk dan menyerang sejumlah warga di sekitar pasar. Para korban kemudian mendapatkan penanganan medis di RSUD Buleleng. Pemerintah daerah menindaklanjuti kejadian tersebut dengan langkah penanganan, termasuk edukasi masyarakat serta vaksinasi rabies pada anjing.

Hasil Laboratorium Pastikan Anjing Positif Rabies

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Buleleng, Gede Melandrat, memastikan bahwa hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan anjing liar tersebut terinfeksi virus rabies.

“Sudah ada hasilnya dan positif rabies,” ujarnya.

Setelah kepastian tersebut, sebagian warga di sekitar lokasi kejadian meminta agar anjing liar tanpa pemilik dieliminasi untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Namun pemerintah daerah tetap mengedepankan pendekatan pencegahan melalui vaksinasi rabies pada hewan peliharaan maupun anjing yang berkeliaran.

“Kami masih memberikan KIE (komunikasi, informasi, dan edukasi) agar masyarakat lebih mengutamakan vaksinasi,” tambah Melandrat.

15 Korban Digigit Dirawat di RSUD Buleleng

Sebelumnya diberitakan, seekor anjing liar mengamuk di kawasan Pasar Buleleng pada Minggu pagi (8/3/2026) dan menggigit 15 warga.

Seluruh korban langsung mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buleleng, termasuk penanganan luka gigitan dan tindakan pencegahan rabies.

Kasus ini kembali menjadi perhatian karena rabies merupakan penyakit menular berbahaya yang dapat menular melalui gigitan hewan yang terinfeksi virus rabies.

Tim Gabungan Lakukan Penanganan Anjing Liar

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Buleleng bersama tim gabungan melakukan penanganan anjing liar di sekitar lokasi kejadian.

Tim yang didampingi dokter hewan menyisir sejumlah gang permukiman warga di sekitar pasar untuk memantau dan menangani anjing yang berkeliaran tanpa pengawasan.

Namun tidak semua anjing yang ditemukan langsung dieliminasi. Beberapa di antaranya dilepas kembali karena tidak mendapat persetujuan dari warga setempat.

Edukasi Pemeliharaan Hewan yang Bertanggung Jawab

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Buleleng, Made Suparma, mengatakan masih ada sebagian masyarakat yang belum kooperatif dalam penanganan anjing liar.

“Intinya kami turun untuk memastikan ada beberapa hal yang perlu disikapi bersama, terutama penanganan anjing liar,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa masyarakat tetap boleh memelihara anjing, namun harus memeliharanya secara bertanggung jawab, termasuk memastikan hewan mendapatkan vaksin rabies secara rutin.

Selain penanganan di lapangan, tim juga memberikan edukasi kepada warga mengenai pentingnya vaksinasi dan pengawasan terhadap hewan peliharaan.

Pentingnya Vaksin Rabies

Pemerintah Kabupaten Buleleng mengimbau masyarakat untuk segera memvaksinasi anjing peliharaan serta tidak membiarkan hewan berkeliaran tanpa pengawasan.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah penyebaran rabies dan melindungi keselamatan masyarakat.

Warga juga diminta segera melapor kepada petugas kesehatan atau dokter hewan apabila menemukan hewan dengan perilaku agresif atau diduga terinfeksi rabies. (BEM)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

PILIHAN EDITOR

KOMENTAR TERKINI