back to top
Minggu, Maret 15, 2026
- Advertisement -spot_img
BerandaNusantaraBudayaOgoh-Ogoh Adhikara Grahana Juara Festival Ogoh-Ogoh Singasana III Tabanan 2026

Ogoh-Ogoh Adhikara Grahana Juara Festival Ogoh-Ogoh Singasana III Tabanan 2026

Tabanan, Balienews.com – Ogoh-ogoh berjudul Adhikara Grahana garapan ST. Darma Bhakti Banjar Tampak Karang, Desa Apuan, Kecamatan Baturiti, berhasil meraih juara pertama Festival Ogoh-Ogoh Singasana III Tahun 2026 yang digelar Pemerintah Kabupaten Tabanan.

Penjurian berlangsung di Taman Bung Karno, Sabtu (14/3/2026), setelah tim juri melakukan pengamatan langsung terhadap seluruh karya yang tampil dalam festival.

Festival ini menghadirkan berbagai ogoh-ogoh karya kreativitas generasi muda dari sejumlah desa di Tabanan. Penilaian dilakukan berdasarkan aspek seni rupa, kreativitas, dan kekuatan konsep cerita yang diangkat.

Daftar Juara Festival Ogoh-Ogoh Singasana III 2026

Dalam kompetisi tersebut, ogoh-ogoh Adhikara Grahana dinilai paling menonjol dari segi detail visual dan kekuatan narasi.

Festival Ogoh-ogoh Singasana III
Juara 1, 2, dan 3 Festival Ogoh-ogoh Singasana III 2026

Adapun hasil lengkap penjurian festival adalah sebagai berikut:

  • Juara 1: Adhikara Grahana – ST. Darma Bhakti Banjar Tampak Karang, Desa Apuan, Kecamatan Baturiti
  • Juara 2: Ngerjeg Bhoma Palatra – ST. Tri Wikrama Banjar Kamasan, Desa Dajan Peken, Kecamatan Tabanan
  • Juara 3: Kunti Seraya – STT. Permata Banjar Tanah Bang, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri
Baca Juga :  Festival Ogoh-Ogoh Singasana III 2026, Ini Syarat dan Jadwal Lengkapnya

Kriteria Penilaian Ogoh-Ogoh

Salah satu juri, I Gede Arum Gunawan, menjelaskan bahwa penilaian ogoh-ogoh tingkat kabupaten menitikberatkan pada beberapa aspek utama.

Beberapa aspek tersebut meliputi detail anatomi karakter, detail aksesoris dan ornamen, harmonisasi warna, dan keatraktifan karya dari berbagai sudut pandang.

Menurutnya, ogoh-ogoh merupakan karya seni rupa tiga dimensi sehingga harus menarik ketika dilihat dari berbagai sisi.

Ia mengakui tim juri cukup kesulitan menentukan pemenang karena hampir semua peserta menampilkan ide kreatif yang kuat. Namun karya yang paling menonjol adalah yang mampu memikat perhatian penonton dari setiap sudut pandang.

Dorongan untuk Kreativitas Generasi Muda

Tim juri juga mendorong generasi muda Bali agar lebih banyak menggali inspirasi dari kisah-kisah tradisi yang belum banyak diangkat dalam karya ogoh-ogoh.

Dengan menggali cerita klasik dan mitologi Bali, para pembuat ogoh-ogoh diharapkan mampu menghadirkan karya yang lebih orisinal sekaligus tetap memegang pakem tradisi.

Baca Juga :  Festival Ogoh-Ogoh Mini Tabanan 2025: Ajang Kreativitas Anak dan Pelestarian Budaya Bali

Pakem tersebut mencakup penggunaan warna, aksesoris, gelungan, serta karakter tokoh yang jelas antara unsur dharma dan adharma.

Apresiasi Pemkab Tabanan

Kepala Dinas Kebudayaan Tabanan, I Made Subagia, mengaku bangga terhadap karya para peserta festival.

Menurutnya, ogoh-ogoh yang ditampilkan merupakan hasil kreativitas para undagi atau perajin lokal Tabanan yang memiliki kemampuan artistik tinggi.

Festival ini diharapkan menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan kreativitas sekaligus meningkatkan kualitas karya ogoh-ogoh agar mampu bersaing dengan daerah lain di Bali.

Ia juga menjelaskan bahwa dua kecamatan, yakni Selemadeg Barat dan Pupuan, hanya mengirimkan satu peserta karena bertepatan dengan agenda lain seperti Tumpek Wayang serta parade ogoh-ogoh di wilayah masing-masing.

Evaluasi Penyelenggaraan Festival

Terkait fasilitas festival, sebagian besar peserta menyediakan tenda ogoh-ogoh secara mandiri. Dinas Kebudayaan Tabanan hanya memberikan subsidi untuk tenda bagian belakang.

Ke depan, pemerintah daerah akan melakukan evaluasi terkait kemungkinan penyeragaman fasilitas serta pola kepesertaan agar festival semakin tertata dan merata.

Baca Juga :  Festival Ogoh-ogoh Singasana: Melestarikan Budaya dan Kreativitas Anak Muda

Kisah di Balik Ogoh-Ogoh Adhikara Grahana

Ogoh-ogoh Adhikara Grahana mengangkat kisah asal-usul tokoh Rahwana.

Cerita dimulai dari Dewi Sukesi, putri suci Ida Bhagawan Semali, yang menikah dengan Bhagawan Wisrawa. Sebelumnya, Wisrawa telah menikah dengan Dewi Ilawati dan memiliki putra bernama Kuwera, dewa kemakmuran yang memerintah di kerajaan Alengka.

Dari pernikahan Wisrawa dan Dewi Sukesi lahirlah Rahwana. Ia kemudian melakukan tapa yoga yang panjang hingga memperoleh anugerah dari Siwa.

Setelah mendapatkan kekuatan tersebut, Rahwana berhasil menguasai pasukan raksasa di Alengka, mengusir Kuwera, dan menjadi raja baru. Peristiwa perebutan kekuasaan ini dikenal sebagai Adhikara Grahana, yang berarti pergantian kekuasaan.

Pelestarian Seni Ogoh-Ogoh Bali

Festival Ogoh-Ogoh Singasana menjadi salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam menjaga tradisi seni ogoh-ogoh sekaligus mendorong kreativitas generasi muda.

Melalui festival ini, masyarakat diharapkan terus mendukung pelestarian budaya Bali dengan tetap menjaga nilai tradisi dan inovasi dalam berkarya. (BEM)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

PILIHAN EDITOR

KOMENTAR TERKINI