BerandaBeritaNasionalPemerintah Terapkan WFH Pasca Lebaran, Hemat BBM 20%

Pemerintah Terapkan WFH Pasca Lebaran, Hemat BBM 20%

Jakarta, Balienews.com – Pemerintah memastikan kebijakan work from home (WFH) akan mulai diterapkan setelah Lebaran 2026 sebagai langkah penghematan energi di tengah kenaikan harga minyak dunia. Kebijakan ini berlaku bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan dianjurkan untuk sektor swasta, dengan skema satu hari kerja dari rumah setiap pekan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa kebijakan tersebut akan diberlakukan usai Hari Raya Idul Fitri dan masih dalam tahap perincian teknis.

WFH Berlaku Sehari dalam Sepekan

Airlangga menegaskan bahwa kebijakan WFH tidak berlaku penuh, melainkan hanya satu hari dalam seminggu. Selain itu, sektor pelayanan publik tetap diwajibkan bekerja secara langsung demi menjaga kualitas layanan kepada masyarakat.

Pemerintah juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Dalam Negeri untuk memastikan implementasi berjalan efektif dan tidak mengganggu produktivitas nasional.

Efisiensi BBM Bisa Capai 20 Persen

Di kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa kebijakan WFH berpotensi menghemat konsumsi bahan bakar minyak (BBM) secara signifikan.

Menurutnya, penerapan WFH satu hari dalam sepekan dapat mengurangi penggunaan BBM hingga sekitar 20 persen. Kebijakan ini dinilai sebagai langkah realistis untuk menyeimbangkan efisiensi energi dan produktivitas kerja.

“Jika terlalu banyak WFH, dikhawatirkan produktivitas menurun karena tidak semua pekerjaan bisa dilakukan secara optimal dari rumah,” ujarnya.

Dorong Aktivitas Ekonomi dan Pariwisata

Pemerintah juga melihat potensi dampak tambahan dari kebijakan ini. Jika WFH diterapkan pada hari Jumat, maka masyarakat akan memiliki akhir pekan panjang selama tiga hari.

Kondisi ini dinilai dapat meningkatkan aktivitas rumah tangga serta memberikan dorongan bagi sektor pariwisata domestik.

Arahan Presiden dan Respons Global

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dalam sidang kabinet di Istana Negara mendorong langkah penghematan BBM, termasuk mempertimbangkan kembali kebijakan WFH yang terbukti efektif saat pandemi COVID-19.

Sejumlah negara juga telah menerapkan kebijakan serupa. Thailand, misalnya, mendorong WFH untuk mengurangi konsumsi energi serta membatasi penggunaan fasilitas listrik. Filipina menerapkan sistem kerja empat hari, sementara Pakistan mengkaji pembelajaran jarak jauh dan kerja dari rumah sebagai bagian dari strategi efisiensi energi.

Kebijakan WFH pasca-Lebaran ini diharapkan tidak hanya mampu menekan konsumsi energi nasional, tetapi juga mendorong pola kerja yang lebih fleksibel dan adaptif di tengah ketidakpastian global. (BEM)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

PILIHAN EDITOR

KOMENTAR TERKINI