BerandaBeritaDaerah104 Pasangan Ikuti Semara Ratih di Tabanan, Program Pranikah Tekan Stunting dan...

104 Pasangan Ikuti Semara Ratih di Tabanan, Program Pranikah Tekan Stunting dan Perceraian

Tabanan, Balienews.com – Lonjakan pernikahan pada periode Dewasa Ayu di bulan Maret 2026 berdampak pada meningkatnya partisipasi Program Semara Ratih di Kabupaten Tabanan. Dalam kurun 20–25 Maret 2026, sebanyak 104 pasangan calon pengantin mengikuti program konseling pranikah yang digagas Pemerintah Kabupaten Tabanan. Program ini bertujuan menyiapkan pasangan secara fisik, mental, dan sosial sebelum menikah, sekaligus menekan angka stunting, perceraian, hingga kekerasan dalam rumah tangga.

Lonjakan Peserta Saat Dewasa Ayu

Peningkatan jumlah pernikahan di momen Dewasa Ayu membuat layanan Semara Ratih mengalami lonjakan signifikan. Program yang diluncurkan sejak 23 November 2022 ini menjadi salah satu inovasi unggulan Pemkab Tabanan dalam membangun keluarga berkualitas sejak awal pernikahan.

Konseling Pranikah Wajib untuk Calon Pengantin

Dalam pelaksanaannya, setiap calon pengantin diwajibkan mengikuti konseling pranikah. Layanan ini melibatkan Tim Pendamping Keluarga (TPK) di tingkat desa yang terdiri dari tenaga kesehatan, kader PKK, penyuluh KB, hingga tokoh adat dan agama.

Tim ini memberikan edukasi terkait kesehatan reproduksi, perencanaan keluarga, serta kehidupan rumah tangga berbasis kearifan lokal. Selain itu, dilakukan juga deteksi dini risiko stunting melalui surveilans keluarga.

Sertifikat Siap Nikah hingga Dokumen Kependudukan

Setelah mengikuti konseling, pasangan akan memperoleh sertifikat siap nikah dan siap hamil. Tidak hanya itu, Pemkab Tabanan juga memberikan kemudahan administrasi berupa penerbitan dokumen kependudukan seperti Kartu Keluarga, KTP elektronik, dan Akta Perkawinan yang diserahkan langsung saat hari pernikahan.

Komitmen Bangun Generasi Unggul

Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, menegaskan bahwa Program Semara Ratih bukan sekadar layanan administratif, melainkan investasi jangka panjang bagi kualitas generasi.

“Melalui edukasi pranikah yang komprehensif, kita ingin memastikan setiap pasangan siap membangun rumah tangga yang sehat, harmonis, dan berkualitas,” ujarnya, Selasa (24/3/2026).

Wajib Tanam Pohon di Hari Pernikahan

Selain konseling, setiap pasangan juga diwajibkan menanam satu pohon pada hari pernikahan. Kebijakan ini menjadi simbol cinta sekaligus bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

Langkah ini diharapkan tidak hanya memperkuat nilai keluarga, tetapi juga mendukung pelestarian alam di Kabupaten Tabanan.

Tekan Angka Stunting hingga 2,75 Persen

Program Semara Ratih terbukti memberikan dampak positif terhadap penurunan angka stunting. Berdasarkan data tahun 2025, angka stunting di Tabanan berhasil ditekan hingga 2,75 persen dari total 21.079 balita sasaran.

Capaian ini menunjukkan bahwa intervensi dari hulu melalui edukasi pranikah dinilai efektif dalam meningkatkan kualitas kesehatan keluarga.

Sudah Diikuti Ribuan Pasangan

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Tabanan, Ni Wayan Dewi Sariati, menyebutkan sejak diluncurkan hingga kini sebanyak 3.495 pasangan telah mengikuti program ini.

Layanan Semara Ratih diberikan secara gratis dan dapat diakses melalui Tim Pendamping Keluarga di seluruh desa di Tabanan.

Salah satu pasangan peserta, Pasek Nuadha dan Cahya, mengaku mendapatkan banyak manfaat dari program ini.

“Kami jadi lebih siap, tidak hanya secara administrasi tetapi juga mental untuk membangun keluarga yang harmonis,” ungkap mereka. (BEM/r)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

PILIHAN EDITOR

KOMENTAR TERKINI