Balienews.com – Tim Uber Indonesia harus mengakhiri langkah di babak semifinal setelah kalah 1-3 dari Korea Selatan dalam pertandingan yang berlangsung di Forum Horsens, Horsens, Sabtu malam WIB. Kekalahan ini sekaligus memastikan Indonesia tanpa gelar di ajang Piala Thomas dan Uber 2026.
Indonesia Kalah di Laga Penentuan
Kekalahan Indonesia ditentukan pada partai keempat melalui ganda putri Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum yang takluk dari pasangan Korea Selatan Jeong Na Eun/Kim Hye Jeong dua gim langsung 16-21 dan 18-21.
Sejak awal gim pertama, Rachel/Febi tampak kesulitan menghadapi permainan cepat lawan. Mereka bahkan sempat tertinggal jauh 0-7 sebelum perlahan memperkecil jarak menjadi 12-16. Namun solidnya pertahanan Jeong/Kim membuat pasangan Indonesia kesulitan membalikkan keadaan hingga akhirnya kalah 16-21.
Memasuki gim kedua, Rachel/Febi sempat memberikan perlawanan lebih sengit. Sayangnya, kehilangan fokus di poin-poin akhir membuat mereka kembali menyerah 18-21.
Rangkaian Kekalahan Indonesia
Sebelum partai penentuan, Indonesia lebih dulu kehilangan poin di sektor tunggal putri. Putri Kusuma Wardani harus mengakui keunggulan An Se Young dalam dua gim langsung 19-21 dan 5-21.
Di partai berikutnya, ganda putri Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi juga gagal menyumbang poin setelah kalah dari Baek Ha Na/Lee So Hee melalui pertarungan rubber gim 16-21, 21-19, dan 15-21.
Satu-satunya kemenangan Indonesia diraih oleh Thalita Ramadhani Wiryawan. Ia sukses menjaga asa tim Merah Putih setelah mengalahkan Sim Yu Jin dengan skor identik 21-19 dan 21-19.
Indonesia Puasa Gelar
Hasil ini memastikan Indonesia gagal meraih gelar di dua ajang beregu paling bergengsi, Piala Thomas dan Piala Uber 2026. Sebelumnya, tim Thomas Indonesia juga sudah tersingkir lebih awal di fase grup.
Kegagalan ini menjadi catatan penting bagi pembinaan bulu tangkis nasional untuk menghadapi turnamen internasional berikutnya.
Meski gagal melaju ke final, performa sejumlah pemain muda menjadi sinyal positif bagi masa depan bulu tangkis Indonesia. Evaluasi menyeluruh diharapkan mampu membawa Indonesia kembali bersaing di level tertinggi. (BEM)




