BerandaKesehatanEfektivitas VAR Cegah Rabies Capai 100 Persen, Ini Penjelasan Lengkap dari Dokter

Efektivitas VAR Cegah Rabies Capai 100 Persen, Ini Penjelasan Lengkap dari Dokter

Tabanan, Balienews.com – Vaksin Anti Rabies (VAR) terbukti memiliki efektivitas hingga 100 persen dalam mencegah kematian akibat rabies, selama diberikan secara cepat dan lengkap setelah gigitan hewan penular. Fakta ini ditegaskan oleh tenaga medis di Tabanan, Bali, yang menekankan pentingnya respons dini, prosedur vaksinasi yang tepat, serta penanganan luka sebagai kunci utama menghentikan virus sebelum menyerang sistem saraf pusat.

Rabies: Penyakit Mematikan dengan Risiko Kematian 100 Persen

Dokter spesialis neurologi RSUD Tabanan, I Made Domy Astika, menjelaskan bahwa rabies merupakan penyakit dengan tingkat kematian 100 persen jika gejala sudah muncul. Virus rabies menyerang sistem saraf pusat dan menyebabkan kematian dalam waktu relatif singkat.

Masa inkubasi virus bervariasi, tergantung lokasi gigitan. Luka di area kepala dan leher dapat memicu gejala hanya dalam waktu sekitar satu minggu. Sementara gigitan di tangan rata-rata memerlukan waktu satu bulan, dan di kaki bisa mencapai empat bulan.

Artinya, semakin dekat lokasi luka dengan sistem saraf pusat, semakin cepat virus mencapai dan menginfeksi jaringan tersebut. Inilah alasan mengapa penanganan dini menjadi kunci utama pencegahan.

VAR: Perlindungan Maksimal Jika Diberikan Tepat Waktu

Menurut Domy, efektivitas VAR dalam mencegah rabies bisa mencapai 100 persen, selama diberikan dengan cepat dan lengkap. Idealnya, vaksin diberikan segera setelah gigitan terjadi, atau paling lambat dalam waktu satu minggu.

Kekebalan tubuh biasanya mulai terbentuk dalam 7 hingga 14 hari setelah vaksinasi. Untuk kasus gigitan di area berisiko tinggi seperti kepala dan leher, pemberian VAR biasanya dikombinasikan dengan Serum Anti Rabies (SAR) untuk perlindungan ekstra.

Selain vaksin, langkah awal yang tak kalah penting adalah mencuci luka dengan sabun dan air mengalir selama minimal 15 menit. Tindakan sederhana ini terbukti efektif mengurangi jumlah virus yang masuk ke tubuh.

Belajar dari Kasus Kematian Rabies di Tabanan

Data BPBD Provinsi Bali mencatat satu kasus kematian akibat rabies pada manusia di Tabanan sepanjang 2025. Kepala Dinas Kesehatan Tabanan, dr. Ida Bagus Surya Wira Andi, mengungkapkan bahwa korban merupakan perempuan berusia 40 tahun yang tergigit anjing peliharaan sendiri.

Korban meninggal dunia setelah dinyatakan positif rabies, dengan riwayat vaksinasi yang tidak lengkap. Salah satu dosis VAR tidak tercatat. Sebaliknya, tiga korban lain dari kasus yang sama tetap sehat karena mendapatkan vaksinasi lengkap.

Kasus ini memperkuat fakta bahwa kelengkapan dan ketepatan waktu pemberian VAR sangat menentukan keselamatan pasien.

Kapan VAR Diberikan? Ini Panduan Medisnya

Pemberian VAR didasarkan pada tingkat keparahan paparan. Pada kondisi tanpa luka, vaksin tidak diperlukan. Namun, jika terdapat luka lecet tanpa pendarahan, pasien perlu observasi terhadap kondisi hewan. Jika hewan mati dalam waktu seminggu, vaksinasi harus segera dilakukan.

Pada kasus gigitan yang menembus kulit, luka berdarah, atau luka ganda, VAR wajib diberikan secara lengkap. Total pemberian terdiri dari empat dosis, dimulai pada hari pertama, dilanjutkan hari ke-7 dan hari ke-21.

Bagi individu yang pernah menerima VAR sebelumnya, pemberian ulang disesuaikan dengan waktu paparan terakhir. Jika lebih dari satu tahun, vaksin diberikan penuh. Jika antara tiga hingga 12 bulan, cukup booster. Sementara jika kurang dari tiga bulan, vaksin tidak diperlukan.

Akses VAR di Tabanan dan Pentingnya Respons Cepat

Untuk memastikan akses layanan, Kabupaten Tabanan telah menyediakan 22 rabies centre, terdiri dari 20 puskesmas, RSUD Tabanan, dan RSUD Singasana. Fasilitas ini disiapkan untuk mempercepat penanganan kasus gigitan hewan penular rabies.

Dengan ketersediaan layanan ini, masyarakat diharapkan tidak menunda penanganan jika mengalami gigitan. Respons cepat terbukti menjadi faktor penentu dalam mencegah rabies.

VAR Efektif, Asal Tidak Terlambat

Kasus di Tabanan menegaskan bahwa rabies sebenarnya bisa dicegah sepenuhnya. Kuncinya terletak pada tindakan cepat, pemberian VAR yang lengkap, serta edukasi masyarakat.

Jika Anda atau orang terdekat mengalami gigitan hewan, segera bersihkan luka dan datang ke fasilitas kesehatan terdekat. Jangan menunggu gejala muncul, karena pada tahap itu, rabies hampir selalu berakibat fatal. (BEM)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

PILIHAN EDITOR

KOMENTAR TERKINI