Tabanan, Balienews.com – Presiden RI Prabowo Subianto kembali membeli hewan kurban dari peternak lokal menjelang Idul Adha 2026. Kali ini, satu ekor sapi Bali berbobot 474 kilogram milik peternak asal Banjar Anyar, Desa Perean Kangin, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali, dipilih sebagai hewan kurban presiden.
Sapi jantan Bali berusia tiga tahun itu diternak oleh I Wayan Doni Ardita (36) dan rencananya akan disembelih di Masjid Nurul Falah, Jalan Pulau Batam, Desa Dauh Peken, Kecamatan Tabanan, saat perayaan Idul Adha 2026.
Peternak Tabanan Kembali Dipercaya Presiden
Doni mengungkapkan, ini merupakan kali kedua sapi ternaknya dibeli oleh Presiden Prabowo untuk kurban Idul Adha. Pada 2025 lalu, dua ekor sapi miliknya juga dipilih sebagai hewan kurban presiden.
“Tahun lalu Presiden Prabowo membeli sapi kami sebanyak dua ekor. Sekarang satu ekor dengan harga Rp60 juta,” ujar Doni saat ditemui di peternakannya, Minggu (17/5/2026).
Menurut Doni, proses seleksi sapi dilakukan secara ketat oleh Dinas Pertanian Provinsi Bali bersama Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan sejak April 2026.
Melalui Pemeriksaan Ketat
Dalam proses penilaian, tim memeriksa kesehatan sapi, kondisi fisik, bobot tubuh, hingga memastikan tidak ada cacat pada hewan tersebut.
Sapi pilihan presiden itu juga mendapatkan perawatan khusus, mulai dari pemberian pakan berkualitas, konsentrat, hingga suntikan vitamin untuk menjaga kondisi tubuh tetap prima menjelang penyembelihan.
Doni memperkirakan bobot sapi tersebut masih bisa bertambah dan menembus lebih dari 500 kilogram saat hari kurban tiba.
“Sapi ini harus dijaga dengan benar. Kalau sampai terjadi sesuatu, kami harus mengganti dengan bobot dan kualitas yang sama,” katanya.
Program Kurban Presiden Bantu Peternak Lokal
Doni mengaku bersyukur karena program pembelian hewan kurban oleh Presiden Prabowo memberikan dampak positif bagi peternak lokal di Bali.
Selain sapi pilihan presiden, sejumlah sapi di peternakannya juga telah dipesan oleh beberapa masjid di Kabupaten Tabanan dan Kota Denpasar untuk kebutuhan kurban Idul Adha.
“Saat ini ada 30 sapi yang kami ternak. Sebagian sudah dipesan untuk kurban, sisanya dikembangbiakkan untuk bibit,” ujarnya.
Berawal dari Tiga Ekor Sapi di Tengah Sawah
Usaha peternakan sapi milik keluarga Doni dimulai oleh sang ayah pada 2014. Saat itu, mereka hanya memelihara tiga ekor sapi di sebuah gubuk kecil di tengah sawah.
Kini, usaha tersebut berkembang menjadi peternakan khusus sapi Bali yang memasok kebutuhan pasar di Bali hingga luar daerah seperti Pulau Jawa dan Kalimantan.
Menurut Doni, sapi Bali memiliki permintaan tinggi karena dikenal memiliki kualitas daging yang baik dan jumlah daging yang lebih banyak.
Program pembelian sapi kurban dari peternak lokal diharapkan terus berlanjut untuk membantu pengembangan usaha peternakan rakyat sekaligus meningkatkan perekonomian daerah. (BEM)




