BerandaKesehatanIDAI Imbau Zero Screen Time untuk Anak di Bawah 2 Tahun

IDAI Imbau Zero Screen Time untuk Anak di Bawah 2 Tahun

Jakarta, Balienews.com – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengimbau para orang tua untuk menerapkan zero screen time atau tanpa paparan layar pada anak usia di bawah dua tahun. Imbauan tersebut disampaikan karena penggunaan gawai sejak usia dini dinilai dapat meningkatkan risiko gangguan tumbuh kembang, mulai dari keterlambatan bicara (speech delay) hingga gejala virtual autism.

Ketua Umum PP IDAI, Dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A., Subsp.Kardio(K), menyampaikan imbauan tersebut saat puncak peringatan HUT ke-72 IDAI yang digelar di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta, Minggu (14/6).

Menurutnya, pembatasan paparan layar pada anak usia dini menjadi langkah penting untuk mendukung perkembangan fisik, sosial, dan emosional secara optimal.

Risiko Gangguan Perkembangan Akibat Paparan Layar

Piprim menjelaskan bahwa penggunaan gadget secara berlebihan tidak hanya mengurangi aktivitas fisik anak, tetapi juga dapat menghambat perkembangan kemampuan komunikasi dan interaksi sosial.

Baca Juga :  33,4% Balita Sudah Terbiasa Pakai Gawai, Wamendikdasmen Peringatkan Bahaya 'Brain Rot' pada Anak

Ia menilai tren meningkatnya penggunaan gawai pada anak usia dini menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap munculnya berbagai gangguan perkembangan.

“Selain penyakit metabolik, ada juga gangguan perkembangan seperti keterlambatan bicara atau speech delay hingga virtual autism,” ujarnya.

Menurut Piprim, masa awal kehidupan anak merupakan periode emas perkembangan otak sehingga membutuhkan interaksi langsung dengan orang tua dan lingkungan sekitar, bukan paparan layar yang berlebihan.

Orang Tua Diminta Tidak Menjadikan Gadget Sebagai Pengasuh

IDAI juga mengingatkan orang tua agar tidak menjadikan gadget sebagai alat utama untuk menenangkan anak saat rewel atau ketika orang tua sedang beraktivitas.

Piprim menilai kebiasaan tersebut dapat membuat anak semakin bergantung pada perangkat elektronik dan mengurangi kesempatan mereka untuk belajar berkomunikasi serta bersosialisasi secara langsung.

Baca Juga :  33,4% Balita Sudah Terbiasa Pakai Gawai, Wamendikdasmen Peringatkan Bahaya 'Brain Rot' pada Anak

Ia mengungkapkan masih banyak orang tua yang merasa terbantu ketika anak tenang saat menonton layar, namun tanpa disadari kondisi tersebut dapat berdampak pada perkembangan anak dalam jangka panjang.

Kasus Obesitas hingga Diabetes pada Anak Meningkat

Selain gangguan perkembangan, IDAI juga menyoroti meningkatnya kasus penyakit akibat gaya hidup atau new lifestyle diseases pada anak. Penyakit tersebut antara lain obesitas, hipertensi, dan diabetes melitus tipe 2 yang kini ditemukan pada usia yang semakin muda.

Menurut Piprim, kondisi ini erat kaitannya dengan pola makan yang tidak sehat serta minimnya aktivitas fisik akibat terlalu banyak menghabiskan waktu di depan layar.

Semakin lama anak menggunakan gadget, semakin sedikit waktu yang digunakan untuk bergerak, bermain aktif, maupun berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

Baca Juga :  33,4% Balita Sudah Terbiasa Pakai Gawai, Wamendikdasmen Peringatkan Bahaya 'Brain Rot' pada Anak

Dorong Anak Aktif Bergerak dan Bersosialisasi

Sebagai langkah pencegahan, IDAI mengimbau orang tua untuk membatasi penggunaan gawai sesuai usia anak dan memperbanyak aktivitas yang melibatkan interaksi langsung.

Anak-anak dianjurkan lebih aktif bergerak, bermain di luar rumah, membaca buku bersama orang tua, serta berkomunikasi dengan anggota keluarga dan teman sebaya.

Dengan pola pengasuhan yang tepat dan penggunaan gadget yang terkontrol, tumbuh kembang anak dapat berlangsung lebih optimal sekaligus mengurangi risiko gangguan perkembangan maupun penyakit akibat gaya hidup.

Orang tua diharapkan semakin bijak dalam mengenalkan teknologi kepada anak agar manfaatnya dapat diperoleh tanpa mengorbankan kesehatan dan perkembangan mereka di masa depan. (BEM)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

PILIHAN EDITOR

KOMENTAR TERKINI