Denpasar, Balienews.com – Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-48 Tahun 2026 kembali menghadirkan beragam pertunjukan seni dan budaya pada Minggu, 5 Juli 2026, di Taman Budaya Bali, Denpasar. Memasuki penghujung penyelenggaraan, masyarakat akan disuguhkan berbagai agenda menarik mulai dari Lomba Masatua Bali, penampilan dalam Bali World Culture Celebration (BWCC), seni tradisional Sunda, Parade Wayang Kulit, Pergelaran Legong Style Almarhum Men Sana, hingga Parade Gong Kebyar Dewasa.
Rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen PKB dalam menjaga keberlanjutan seni tradisi sekaligus memperkuat jejaring budaya nasional dan internasional.
Lomba Masatua Bali Buka Agenda PKB
Kegiatan diawali pukul 10.00 Wita melalui Wimbakara (Lomba) Masatua Bali yang berlangsung di Kalangan Angsoka.
Lomba ini menjadi salah satu upaya pelestarian tradisi bertutur (masatua) yang sarat nilai moral, pendidikan karakter, serta kearifan lokal Bali. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa dan sastra Bali.
Bali World Culture Celebration Hadirkan Penampilan dari Jakarta
Pada pukul 15.00 Wita, Gedung Ksirarnawa menjadi lokasi Bali World Culture Celebration (BWCC): Rekasadana (Performance) Balinese Dance yang dibawakan oleh Sanggar Tari Bali Wira Kencana dari DKI Jakarta.
Melalui BWCC, PKB kembali mempertemukan komunitas seni dari berbagai daerah untuk memperkuat pertukaran budaya sekaligus memperluas apresiasi terhadap seni tari Bali di tingkat nasional maupun internasional.
Yayasan Saraswati Jakarta Pentaskan Karya Seni
Masih pada sore hari, pukul 14.00 Wita, Kalangan Ayodya akan menjadi tempat berlangsungnya Rekasadana (Pergelaran) Lembaga Kesenian Bali Yayasan Saraswati Jakarta.
Pergelaran ini menghadirkan karya seni yang dikembangkan oleh komunitas seni Bali di ibu kota sebagai bentuk kontribusi diaspora Bali dalam menjaga kelestarian budaya leluhur.
Seni Tradisional Sunda Meriahkan Kalangan Angsoka
Pukul 17.00 Wita, Kalangan Angsoka menghadirkan Rekasadana Tari Tradisional Sunda yang dibawakan oleh Viatikara Bandung, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat.
Penampilan ini menjadi bagian dari pertukaran budaya Nusantara yang rutin mewarnai penyelenggaraan PKB setiap tahunnya.
Parade Wayang Kulit Tampil di Depan Gedung Kriya
Memasuki malam hari pukul 19.30 Wita, area Depan Gedung Kriya akan diramaikan oleh Utsawa (Parade) Wayang Kulit.
Pertunjukan ini dibawakan oleh Sekaa Githa Predana Santi, Banjar Babakan, Kecamatan Sukawati sebagai Duta Kabupaten Gianyar.
Wayang Kulit Bali merupakan salah satu warisan seni pedalangan yang memadukan sastra, musik gamelan, dan filosofi kehidupan dalam setiap pementasannya.
Legong Style Maestro Men Sana Dipentaskan Duta Tabanan
Pada waktu yang sama pukul 19.30 Wita, Kalangan Ayodya menghadirkan Rekasadana (Pergelaran) Legong Style Almarhum Men Sana Maestro Palegongan Klasik Andir Tista.
Pergelaran ini dibawakan oleh Sekaa Andir Usana Budaya dari Desa Tista, Kecamatan Kerambitan sebagai Duta Kabupaten Tabanan.
Pementasan tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap warisan Maestro Men Sana yang dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam perkembangan seni Palegongan klasik Bali.
Parade Gong Kebyar Dewasa Tutup Rangkaian Acara
Puncak agenda hari ini berlangsung pukul 19.30 Wita di Panggung Terbuka Ardha Candra melalui Utsawa (Parade) Gong Kebyar Dewasa.
Parade akan menampilkan dua duta kabupaten/kota, yaitu:
Sekaa Gong Tri Tunggal dari Desa Adat Tanjung Bungkak, Desa Sumerta Kelod, Kecamatan Denpasar Timur sebagai Duta Kota Denpasar.
Sekaa Gong Kebyar Widya Taruna dari Desa Pohsanten, Kecamatan Mendoyo sebagai Duta Kabupaten Jembrana.
Dua kelompok terbaik tersebut akan menampilkan kreativitas garapan tabuh dan tari Gong Kebyar yang menjadi salah satu ikon seni pertunjukan Bali.
PKB Terus Menjadi Ruang Pelestarian Budaya Bali
Berbagai agenda yang tersaji pada Minggu, 5 Juli 2026 memperlihatkan bagaimana PKB terus menjadi ruang bagi pelestarian seni tradisi, regenerasi seniman muda, sekaligus wadah pertukaran budaya dengan daerah lain di Indonesia.
Mengusung tema “Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha”, PKB ke-48 Tahun 2026 terus memperkokoh posisinya sebagai festival seni budaya terbesar di Bali yang mampu menghubungkan tradisi, kreativitas, dan kolaborasi budaya.
Masyarakat dan wisatawan diundang untuk menyaksikan langsung seluruh rangkaian kegiatan di Taman Budaya Bali, Denpasar, sekaligus mendukung pelestarian seni dan budaya Nusantara. (BEM)



