BerandaBeritaNasionalHari Anak Nasional 2026, Kemen PPPA Ajak Semua Pihak Wujudkan Ruang Aman...

Hari Anak Nasional 2026, Kemen PPPA Ajak Semua Pihak Wujudkan Ruang Aman untuk Anak

Jakarta, Balienews.com – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menegaskan bahwa peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 menjadi momentum untuk memperkuat perlindungan dan pemenuhan hak anak melalui kolaborasi seluruh elemen bangsa. Mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”, peringatan HAN tahun ini dilaksanakan secara desentralisasi di berbagai daerah agar semakin banyak anak dapat berpartisipasi dan merasakan manfaatnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Asisten Deputi Penyedia Layanan Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus Kemen PPPA, Ciput Eka Purwanti, dalam Media Talk Kemen PPPA di Jakarta, Rabu (15/7). Menurutnya, perlindungan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga keluarga, sekolah, masyarakat, dunia usaha, media, hingga ruang digital.

Perlindungan Anak Dimulai dari Keluarga

Ciput menjelaskan, HAN 2026 menjadi pengingat bagi seluruh orang dewasa bahwa berbagai persoalan yang dihadapi anak, seperti kekerasan, kecanduan gawai, hingga minimnya ruang bermain, berakar pada tanggung jawab bersama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak.

Baca Juga :  Kekerasan Anak di Daycare Yogyakarta, Perlindungan Anak Diperketat

Ia menilai keluarga merupakan fondasi utama perlindungan anak. Pengasuhan yang baik, didukung sekolah yang aman, ruang publik ramah anak, dan pemanfaatan ruang digital yang sehat diyakini mampu menekan risiko kekerasan maupun pelanggaran hak anak.

Gernas RANA Libatkan Berbagai Kementerian

Sebagai bagian dari peringatan Hari Anak Nasional 2026, Kemen PPPA menggulirkan Gerakan Nasional #RuangAmanNyamanAnak (Gernas RANA) bersama sejumlah kementerian dan lembaga.

Gerakan ini mengintegrasikan berbagai upaya, mulai dari pencegahan kekerasan terhadap anak, penguatan keluarga, peningkatan partisipasi anak, perlindungan di ruang digital, hingga respons cepat terhadap kasus kekerasan.

Melalui pendekatan desentralisasi, rangkaian HAN 2026 digelar serentak di berbagai daerah agar lebih banyak anak dapat mengikuti kegiatan, menyampaikan aspirasi, bermain, hingga mengenal berbagai profesi sebagai bekal menuju Indonesia Emas 2045.

Baca Juga :  Kekerasan Anak di Daycare Yogyakarta, Perlindungan Anak Diperketat

Forum Anak Nasional Suarakan Aspirasi Anak Indonesia

Sementara itu, Koordinator Utama Lokakarya Forum Anak Nasional (FAN) 2026, Alya Alkautsar, mengatakan penyusunan Suara Anak Indonesia 2026 melibatkan anak dari berbagai latar belakang, termasuk Forum Anak Daerah, Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (AMPK), hingga anak Indonesia yang berada di luar negeri.

Menurut Alya, aspirasi tersebut memuat berbagai isu yang dekat dengan kehidupan anak, seperti kesehatan mental, keamanan ruang digital, perlindungan dari kekerasan, akses pendidikan yang aman dan berkualitas, serta kebutuhan akan ruang bermain dan partisipasi yang bermakna.

Lokakarya Forum Anak Nasional berlangsung pada 13 Juni hingga 19 Juli 2026 sebagai bagian dari rangkaian menuju Hari Anak Nasional 2026 sekaligus memperkuat kapasitas Forum Anak di tingkat nasional dan daerah.

Baca Juga :  Kekerasan Anak di Daycare Yogyakarta, Perlindungan Anak Diperketat

Alya berharap suara anak tidak hanya didengar, tetapi juga menjadi pertimbangan dalam penyusunan kebijakan sehingga setiap anak Indonesia dapat tumbuh di lingkungan yang aman, nyaman, inklusif, dan penuh kasih sayang.

Peringatan Hari Anak Nasional 2026 diharapkan menjadi momentum bagi seluruh masyarakat untuk memperkuat komitmen dalam memenuhi hak anak dan menciptakan lingkungan yang lebih ramah bagi generasi penerus bangsa. (BEM)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

PILIHAN EDITOR

KOMENTAR TERKINI