Balienews.com – Banyak suporter masih mengira Piala AFF 2026 dan FIFA ASEAN Cup adalah turnamen yang sama. Padahal, keduanya merupakan kompetisi berbeda dengan penyelenggara, jadwal, format, hingga aturan pelepasan pemain yang tidak sama. Perbedaan tersebut juga berpotensi memengaruhi kekuatan skuad serta perolehan poin ranking FIFA bagi Timnas Indonesia.
ASEAN Hyundai Cup 2026, yang merupakan nama resmi Piala AFF karena sponsor, digelar pada 24 Juli–26 Agustus 2026. Sementara itu, FIFA ASEAN Cup dijadwalkan berlangsung 21 September–6 Oktober 2026 dan masih dalam tahap finalisasi oleh FIFA bersama federasi terkait.
Piala AFF Tetap Milik AFF, FIFA ASEAN Cup Turnamen Baru
Piala AFF telah menjadi kejuaraan sepak bola antarnegara Asia Tenggara sejak 1996 di bawah naungan ASEAN Football Federation (AFF). Nama turnamen memang beberapa kali berubah mengikuti sponsor, mulai dari AFF Suzuki Cup, ASEAN Mitsubishi Electric Cup, hingga kini menjadi ASEAN Hyundai Cup 2026, tetapi status kompetisinya tetap sama sebagai turnamen resmi AFF.
Berbeda dengan itu, FIFA ASEAN Cup merupakan kompetisi baru yang diumumkan FIFA pada Oktober 2025 setelah penandatanganan kerja sama dengan ASEAN di Kuala Lumpur, Malaysia. Turnamen ini dirancang sebagai ajang regional baru yang melibatkan asosiasi sepak bola anggota FIFA di kawasan ASEAN dengan konsep yang terinspirasi dari FIFA Arab Cup.
Jadwal Berbeda, Pengaruh Besar terhadap Ketersediaan Pemain
Salah satu perbedaan paling penting terletak pada waktu penyelenggaraan.
ASEAN Hyundai Cup 2026 berlangsung di luar FIFA Match Window, sehingga klub tidak berkewajiban melepas pemain yang dipanggil tim nasional. Kondisi ini membuat sejumlah negara, termasuk Indonesia, berpotensi tidak diperkuat seluruh pemain yang berkarier di luar negeri.
Sebaliknya, FIFA ASEAN Cup digelar saat jeda internasional FIFA. Pada periode tersebut, seluruh klub wajib melepas pemain yang mendapat panggilan tim nasional sesuai regulasi FIFA. Artinya, setiap negara memiliki peluang lebih besar menurunkan skuad terbaiknya.
Format FIFA ASEAN Cup Masih Menunggu Pengumuman
Hingga kini FIFA belum mengumumkan format resmi FIFA ASEAN Cup.
Namun, laporan The Straits Times pada Mei 2026 menyebut edisi perdana turnamen itu berpotensi diikuti 14 tim dengan sistem dua divisi. Delapan tim disebut akan tampil di Divisi 1, sedangkan enam tim lainnya berada di Divisi 2.
Laporan tersebut juga menyebut China, India, dan Hong Kong berpeluang ikut serta. Selain itu, juara Divisi 1 dikabarkan akan menerima hadiah sebesar US$1 juta, meski seluruh rincian mengenai peserta, format, dan hadiah masih menunggu konfirmasi resmi dari FIFA.
Dampak terhadap Ranking FIFA Timnas Indonesia
Perbedaan lainnya menyangkut pengaruh terhadap ranking FIFA.
Sejak edisi 2016, pertandingan ASEAN Championship atau Piala AFF telah masuk dalam perhitungan ranking FIFA sebagai turnamen resmi. Kini, dengan sistem peringkat Elo yang diterapkan FIFA, tambahan poin tidak ditentukan secara tetap, melainkan bergantung pada hasil pertandingan, kekuatan lawan, selisih peringkat, dan tingkat kepentingan laga.
Sementara itu, FIFA belum mengumumkan bobot atau importance coefficient FIFA ASEAN Cup dalam sistem ranking dunia. Karena itu, besarnya pengaruh turnamen baru tersebut terhadap perolehan poin ranking FIFA masih menunggu keputusan resmi.
Pada akhirnya, Piala AFF 2026 (ASEAN Hyundai Cup) dan FIFA ASEAN Cup adalah dua kompetisi yang berbeda. Perbedaan penyelenggara, jadwal, aturan pelepasan pemain, hingga status kompetisi membuat dampaknya terhadap persiapan Timnas Indonesia dan perolehan poin ranking FIFA juga berpotensi berbeda. Suporter pun perlu memahami perbedaan ini agar tidak lagi menyamakan kedua turnamen tersebut. (BEM)




