Tabanan, Balienews.com – Nuanu Creative City resmi membuka Nusantara, destinasi kuliner dan budaya yang menghadirkan cita rasa, kopi, seni, serta warisan budaya dari berbagai daerah di Indonesia. Berlokasi di kawasan Nuanu Creative City, Tabanan, Bali, tempat ini dibuka untuk memperkenalkan kekayaan Nusantara kepada wisatawan domestik maupun mancanegara melalui pengalaman kuliner autentik dan pameran budaya yang terintegrasi.
Kehadiran Nusantara dilatarbelakangi meningkatnya kunjungan wisatawan ke Bali yang pada 2025 mencapai 6,94 juta orang menurut BPS Bali. Di tengah dominasi konsep kuliner internasional, Nuanu menawarkan alternatif dengan mengangkat kuliner tradisional dan seni dari berbagai daerah di Indonesia.
Menjelajahi Indonesia Lewat Kuliner
Nusantara bukan sekadar area makan, tetapi dirancang sebagai perjalanan budaya lintas pulau. Pengunjung dapat menemukan ragam kuliner khas dari Jawa, Sumatera, Bali, Lombok, Sulawesi, Kalimantan, Sumba, Flores, hingga Madura.
Di Warung Nine Islands, rempah-rempah diolah langsung setiap hari menggunakan teknik memasak tradisional. Sementara Meja 36 menghadirkan konsep fine dining dengan sentuhan kuliner Indonesia kontemporer tanpa menghilangkan cita rasa asli.
“Kami datang langsung ke para produsen, nelayan, dan juru masak lokal dari berbagai daerah untuk memastikan keaslian rasa,” ujar James Ephraim, pemilik Nusantara.
Kopi Nusantara dan Pameran 1.000 Artefak
Pengalaman budaya berlanjut di The Mangrove Café yang menyajikan kopi single-origin dari Sumatra, Jawa, Sulawesi, dan Flores, dipadukan dengan jajanan pasar bercita rasa lokal seperti pandan, gula aren, klepon, dan dadar gulung.
Sementara itu, The Gallery menghadirkan pameran pembuka bertajuk INDONESIAN VISION yang dikurasi Pascal Morabito. Pameran ini menampilkan sekitar 1.000 artefak suku asli Indonesia lengkap dengan panduan digital mengenai sejarah, teknik, dan konteks budaya setiap karya.
Memperluas Wajah Pariwisata Indonesia
CEO Nuanu Creative City, Lev Kroll, mengatakan Bali merupakan pintu gerbang Indonesia yang dapat memperkenalkan kekayaan budaya dari berbagai daerah lain kepada dunia.
“Para tamu telah jatuh cinta pada budaya Bali. Nusantara menjadi undangan untuk mengenal kuliner, seni, dan keberagaman dari seluruh kepulauan Indonesia,” ujarnya.
Selain menghadirkan pengalaman budaya, sebagian pendapatan Nusantara juga dialokasikan melalui Nuanu Social Fund (NSF) untuk mendukung program budaya, lingkungan, dan masyarakat Bali.
Informasi Venue Nusantara
-
- Warung Nine Islands — area yang menyajikan kuliner daerah Indonesia sepanjang hari. Kapasitas 70 orang. Buka pukul 12.00–22.00 WITA. Harga hidangan utama mulai dari Rp120.000. Pertunjukan musik setiap hari pukul 18.00 WITA.
- Meja 36 — area fine dining dengan konsep kuliner Indonesia kontemporer. Tasting menu seharga Rp499.000 per layanan. Kapasitas 50 orang. Buka pukul 12.00-22.00 WITA.
- The Mangrove Café — menyajikan kopi single-origin dan kue jajanan pasar Indonesia. Menggunakan biji kopi dari Sumatra, Jawa, Sulawesi, dan Flores. Buka pukul 12.00-22.00 WITA.
- The Gallery — pameran pembuka INDONESIAN VISION, dikurasi oleh Pascal Morabito, menampilkan 1.000 artefak suku asli Indonesia termasuk. Harga karya mulai dari Rp500.000 sampai Rp625.000.000. Buka pukul 12.00-22.00 WITA.
Kehadiran Nusantara melengkapi berbagai program Nuanu Creative City di bidang seni, pendidikan, wellness, dan pengembangan berbasis alam di kawasan seluas 44 hektare di Tabanan.
Masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke Bali dapat menjadikan Nusantara sebagai destinasi untuk mengenal lebih dekat kekayaan kuliner dan budaya Indonesia. (BEM)



