BerandaBeritaDaerahPetani Jatiluwih Gunakan Drone untuk Pemupukan, Hasil Panen Naik hingga 20%

Petani Jatiluwih Gunakan Drone untuk Pemupukan, Hasil Panen Naik hingga 20%

Tabanan, Balienews.com — Petani di kawasan Subak Jatiluwih, Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali, mulai memanfaatkan teknologi drone untuk pemupukan tanaman padi sejak awal 2025. Inovasi ini dilakukan untuk meningkatkan efisiensi kerja, mengurangi beban tenaga petani, serta mendukung sistem pertanian organik.

Dengan drone, proses pemupukan yang biasanya memakan waktu hingga 3 jam per hektare kini dapat diselesaikan hanya dalam sekitar 10 menit.

Efisiensi Waktu dan Tenaga Petani

Pemanfaatan drone terbukti memangkas waktu kerja secara signifikan. Jika sebelumnya petani membutuhkan waktu 2–3 jam untuk memupuk satu hektare lahan secara manual, kini pekerjaan tersebut bisa selesai dalam hitungan menit.

Selain itu, teknologi ini membantu meringankan beban petani yang mengelola lahan luas hingga 227 hektare. Sistem penyemprotan otomatis memungkinkan distribusi pupuk lebih merata, termasuk di area yang sulit dijangkau secara manual.

Dukung Pertanian Organik di Jatiluwih

Penggunaan drone menjadi bagian dari strategi pengelola untuk memperkuat pertanian organik di Jatiluwih. Pupuk yang digunakan adalah pupuk organik berbasis hormon yang mengandung nutrisi lengkap bagi tanah dan tanaman.

Meski rutin dilakukan, pemupukan dengan drone tetap menyesuaikan kondisi cuaca. Faktor seperti angin kencang dan hujan masih menjadi kendala dalam operasional di lapangan.

Produktivitas Panen Meningkat

Selain efisiensi, teknologi drone juga berdampak langsung pada peningkatan hasil panen. Rata-rata produksi padi meningkat sekitar 15–20 persen dibandingkan metode sebelumnya.

Dalam praktiknya, setiap hektare lahan membutuhkan sekitar 1,5 liter pupuk organik yang dicampur dengan 36 liter air. Campuran ini kemudian disemprotkan dari ketinggian 2–3 meter mengikuti peta lahan yang telah ditentukan.

Kendala dan Rencana Pengembangan

Meski memberikan banyak manfaat, penggunaan drone belum mencakup seluruh area persawahan di Jatiluwih. Beberapa kendala yang dihadapi antara lain keterbatasan lokasi pendaratan dan fasilitas pengisian daya baterai.

Saat ini, drone yang digunakan merupakan bantuan dari Bank Indonesia pada 2025 dan dioperasikan oleh tiga pilot khusus. Ke depan, pengelola Subak Jatiluwih berencana menambah unit drone melalui kerja sama dengan berbagai pihak.

Inovasi teknologi drone menjadi langkah maju dalam modernisasi pertanian di Bali. Dengan efisiensi tinggi dan peningkatan hasil panen, adopsi teknologi ini berpotensi menjadi model bagi daerah lain. Dukungan berbagai pihak akan menjadi kunci untuk memperluas pemanfaatannya. (BEM)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

PILIHAN EDITOR

KOMENTAR TERKINI