Jembrana, Balienews.com – Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Gilimanuk di Kabupaten Jembrana, Bali, disiapkan untuk memasok listrik ke berbagai wilayah Pulau Dewata, termasuk Bali Selatan. Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo mengatakan hal itu saat peresmian PLTS Gilimanuk di Jembrana, Selasa (25/8/2026).
Listrik dari pembangkit tersebut dapat disalurkan ke berbagai wilayah karena terhubung dengan jaringan transmisi tegangan tinggi 150 kilovolt (kV).
PLTS Gilimanuk Berkapasitas hingga 300 MWp
PLTS Gilimanuk dikembangkan di atas lahan sekitar 320 hektare yang telah mendapat rekomendasi pemanfaatan dari pemerintah daerah.
Pembangkit ini dirancang memiliki kapasitas hingga 300 megawatt peak (MWp) dan dilengkapi sistem penyimpanan energi dengan kapasitas sekitar 1.000 megawatt hour (MWh).
Darmawan menegaskan, lokasi PLTS di ujung barat Bali bukan berarti listriknya hanya diperuntukkan bagi wilayah Bali Barat.
Menurutnya, koneksi ke jaringan transmisi 150 kV memungkinkan energi yang dihasilkan PLTS Gilimanuk disalurkan untuk memenuhi kebutuhan listrik di berbagai wilayah Bali, termasuk kawasan Bali Selatan.
Listrik Siang Disimpan untuk Malam Hari
Sistem baterai menjadi salah satu komponen penting dalam pengembangan PLTS Gilimanuk. Energi surya yang dihasilkan saat produksi listrik tinggi pada siang hari dapat disimpan untuk digunakan ketika kebutuhan listrik meningkat.
Produksi listrik dari energi matahari pada sekitar pukul 10.00 hingga 14.00 dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan listrik pada sore, malam, bahkan pagi hari.
PLN berharap sistem tersebut dapat mengurangi penggunaan pembangkit berbahan bakar minyak (BBM), terutama saat beban listrik meningkat pada sore hingga malam hari.
Pengembangan PLTS Gilimanuk juga menjadi bagian dari upaya mendukung program Bali Mandiri Energi dan Bali Energi Bersih, sekaligus memperkuat penggunaan energi bersih di sektor pariwisata.
Buleleng dan Karangasem Jadi Lokasi Pengembangan
Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan pengembangan energi surya tidak berhenti di Gilimanuk. Buleleng dan Karangasem juga disiapkan sebagai lokasi pengembangan PLTS berikutnya.
Buleleng menjadi wilayah yang lebih dioptimalkan karena memiliki lahan kering yang cukup luas. Lahan yang dipertimbangkan merupakan lahan negara yang selama ini tidak produktif.
Pemerintah saat ini masih melakukan survei untuk memastikan kondisi lahan sebelum menetapkan lokasi pembangunan PLTS.
Kurangi Ketergantungan Bali terhadap BBM
Koster menilai pengembangan energi bersih penting bagi keberlanjutan pariwisata Bali. Sebagai destinasi wisata dunia, Bali membutuhkan ekosistem lingkungan yang bersih dan berkelanjutan.
Di sisi lain, kebutuhan BBM untuk sektor energi di Bali masih mencapai sekitar 500.000 kiloliter. Karena itu, pengembangan PLTS diharapkan dapat menekan penggunaan BBM sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap BBM impor.
Menurut Koster, transisi menuju energi surya tidak hanya berdampak pada sektor kelistrikan, tetapi juga dapat mendukung pariwisata dan sektor lain di Bali.
Pengembangan PLTS Gilimanuk dan rencana pembangunan PLTS di wilayah lain menjadi bagian dari langkah Bali memperkuat ketahanan energi sekaligus mempercepat pemanfaatan energi bersih. (BEM)




