BerandaKesehatanTabanan Siapkan Rp220 Juta untuk Perkuat Skrining TBC Terintegrasi CKG

Tabanan Siapkan Rp220 Juta untuk Perkuat Skrining TBC Terintegrasi CKG

Tabanan, Balienews.com – Pemerintah Kabupaten Tabanan, Bali, menyiapkan anggaran Rp220 juta untuk memperkuat skrining tuberkulosis (TBC) yang akan diintegrasikan dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Langkah ini dibahas dalam Forum Konsultasi Publik Dinas Kesehatan Tabanan, Senin (31/8/2026), sebagai upaya meningkatkan penemuan kasus TBC yang belum terdeteksi dan memutus rantai penularan di masyarakat.

Skrining TBC Diintegrasikan dengan CKG

Sekretaris Dinas Kesehatan Tabanan, dr. Wayan Arya Putra Manuaba, mengatakan integrasi skrining TBC dengan CKG diharapkan dapat menjangkau masyarakat yang selama ini belum mengetahui dirinya terinfeksi.

Menurut Arya, penemuan penderita secara lebih dini penting agar pasien dapat segera memperoleh pengobatan sesuai ketentuan.

“Temuan kasus TBC belum sesuai dengan target yang ditetapkan pemerintah. Di satu sisi, capaian mencari tersangka pasien TBC sudah melampaui target,” ujar Arya.

Ia menjelaskan, capaian pencarian terduga TBC di Tabanan memang telah melampaui target. Namun, kondisi tersebut belum menunjukkan seluruh penderita TBC di masyarakat sudah ditemukan.

Masih terdapat kemungkinan penderita yang belum terdeteksi dan berpotensi menularkan penyakit kepada orang lain.

Penemuan Terduga TBC Lampaui Target

Data Dinas Kesehatan Tabanan menunjukkan penemuan terduga TBC dalam beberapa tahun terakhir telah melebihi estimasi.

Pada 2024, estimasi terduga TBC mencapai 3.000 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.400 kasus berhasil ditemukan atau mencapai 113,3 persen.

Pada 2025, estimasi terduga TBC tercatat 2.913 kasus. Sementara penemuan mencapai 3.566 kasus atau 122,4 persen.

Adapun hingga Agustus 2026, estimasi terduga TBC sebanyak 1.883 kasus. Dinkes Tabanan telah menemukan 2.015 kasus atau mencapai 107 persen.

Meski persentase penemuan telah melampaui 100 persen, Dinkes Tabanan tetap mendorong perluasan skrining. Penemuan terduga TBC dinilai menjadi langkah penting untuk mencegah penyebaran penyakit di tengah masyarakat.

Pengobatan TBC Harus Tuntas

Arya mengatakan penanganan TBC membutuhkan pengobatan dalam jangka panjang dan harus dilakukan secara rutin.

Dalam pelaksanaannya, sejumlah pasien menghadapi kendala akibat efek samping obat, seperti mual dan muntah. Kondisi tersebut dapat membuat pasien menghentikan pengobatan sebelum waktunya.

Jika pengobatan tidak tuntas, risiko kegagalan terapi dapat meningkat dan penularan TBC di masyarakat berpotensi terus berlangsung.

Karena itu, Dinkes Tabanan tidak hanya berfokus pada peningkatan angka penemuan kasus, tetapi juga memastikan pasien yang terdeteksi mendapatkan pengobatan sesuai ketentuan.

Skrining Menyasar Wilayah Berisiko

Skrining TBC sebelumnya telah dilakukan di sejumlah wilayah Tabanan, termasuk Kecamatan Baturiti.

Dinkes Tabanan juga melakukan skrining di Lapas Tabanan sebanyak tiga kali dengan sasaran sekitar 300 orang. Lokasi tersebut menjadi perhatian karena sebelumnya pernah ditemukan kasus TBC sehingga dinilai memiliki potensi penularan.

“Harapannya pasien yang belum terdeteksi di masyarakat bisa ditemukan untuk dilakukan pengobatan sesuai ketentuan,” kata Arya.

Terapi Pencegahan Baru 16 Persen

Selain penemuan kasus, Dinkes Tabanan menyoroti masih rendahnya capaian terapi pencegahan bagi masyarakat yang pernah melakukan kontak dengan pasien TBC.

Hingga saat ini, capaian terapi pencegahan tersebut baru sekitar 16 persen. Angka ini masih di bawah target Provinsi Bali yang mencapai 40 persen.

Kondisi tersebut perlu mendapat perhatian karena orang yang pernah kontak dengan pasien TBC berpotensi telah terpapar kuman dan dapat berkembang menjadi kasus baru.

Target Putus Rantai Penularan TBC

Melalui integrasi skrining TBC dengan program CKG, Dinkes Tabanan berharap penemuan kasus dapat dilakukan lebih cepat dan menjangkau lebih banyak masyarakat.

Upaya tersebut tidak hanya ditujukan untuk mengejar angka penemuan kasus, tetapi juga memastikan penderita mendapatkan pengobatan hingga tuntas.

Dengan deteksi lebih dini dan pengobatan yang tepat, Pemerintah Kabupaten Tabanan berharap rantai penularan TBC di masyarakat dapat diputus.

Masyarakat yang memiliki gejala atau pernah melakukan kontak erat dengan pasien TBC diharapkan tidak ragu mengikuti pemeriksaan kesehatan dan skrining. (BEM)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

PILIHAN EDITOR

KOMENTAR TERKINI