Balienews.com – Sikat gigi dua kali sehari merupakan kebiasaan dasar yang direkomendasikan untuk membantu menjaga kesehatan gigi dan gusi. Namun, bukan hanya soal berapa kali menyikat gigi. Waktu, durasi, pasta gigi yang digunakan, serta cara menyikat juga menentukan seberapa efektif kebiasaan tersebut dalam mengendalikan plak dan mencegah gigi berlubang.
American Dental Association (ADA) dan NHS sama-sama merekomendasikan menyikat gigi dua kali sehari selama sekitar dua menit menggunakan pasta gigi berfluoride.
Menyikat gigi sebelum tidur menjadi salah satu waktu yang paling penting karena membantu membersihkan plak dan sisa makanan sebelum mulut memasuki periode istirahat malam.
Jadi, Sikat Gigi Berapa Kali Sehari yang Ideal?
Jawaban sederhananya adalah dua kali sehari, yakni pada pagi hari dan sebelum tidur.
Untuk orang dewasa, ADA merekomendasikan menyikat gigi dua kali sehari selama setidaknya dua menit dengan pasta gigi yang mengandung fluoride. Sementara itu, NHS menekankan agar salah satu waktu menyikat gigi dilakukan terakhir sebelum tidur.
Kebiasaan ini membantu mengurangi penumpukan plak, lapisan bakteri yang terus terbentuk di permukaan gigi. Jika tidak dibersihkan secara rutin, plak dapat berkontribusi terhadap kerusakan gigi dan penyakit gusi.
Artinya, menyikat gigi lebih sering belum tentu berarti lebih baik. Yang lebih penting adalah menyikat dengan benar, cukup lama, dan konsisten setiap hari.
Kenapa Sikat Gigi Sebelum Tidur Sangat Penting?
Menyikat gigi sebelum tidur bukan sekadar rutinitas menjelang beristirahat.
Saat malam, tidak ada lagi aktivitas makan dan minum sehingga gigi sebaiknya berada dalam kondisi bersih. Dengan menyikat gigi sebelum tidur, sisa makanan dan plak yang menempel dapat dibersihkan sebelum Anda tidur.
NHS bahkan secara khusus menyebut menyikat gigi pada waktu terakhir sebelum tidur sebagai bagian penting dari rutinitas perawatan gigi.
Karena itu, jika harus memilih satu kebiasaan yang jangan sampai terlewat, jangan abaikan sikat gigi sebelum tidur.
Jangan Langsung Menyikat Gigi Setelah Makanan Asam
Ada satu kebiasaan yang sering luput diperhatikan.
Setelah mengonsumsi makanan atau minuman yang bersifat asam, seperti soda atau buah sitrus, sebaiknya jangan langsung menyikat gigi. Asam dapat membuat permukaan enamel lebih rentan untuk sementara waktu.
ADA menyarankan menunggu sekitar satu jam setelah paparan asam sebelum menyikat gigi. Sebagai langkah sementara, Anda dapat berkumur atau minum air untuk membantu membersihkan sisa asam dari mulut.
Jadi, anggapan bahwa setelah makan harus langsung menyikat gigi tidak selalu tepat.
Berapa Lama Waktu yang Dibutuhkan?
Dua menit mungkin terdengar singkat, tetapi banyak orang tanpa sadar menyikat gigi jauh lebih cepat.
ADA merekomendasikan menyikat gigi selama setidaknya dua menit setiap kali, dua kali sehari.
Pastikan seluruh permukaan gigi dibersihkan, termasuk bagian luar, bagian dalam, permukaan untuk mengunyah, serta area di sepanjang garis gusi.
Gunakan tekanan yang lembut. Menyikat dengan gerakan terlalu agresif bukan berarti gigi menjadi lebih bersih dan justru dapat menyebabkan iritasi pada gusi.
Pilih Sikat Gigi Berbulu Lembut
Jenis sikat gigi juga berpengaruh terhadap kenyamanan dan keamanan saat menyikat.
ADA merekomendasikan sikat gigi berbulu lembut. Sikat gigi sebaiknya diganti setiap tiga hingga empat bulan atau lebih cepat jika bulunya sudah rusak atau terlihat mekar.
Sikat gigi manual maupun elektrik sama-sama dapat digunakan secara efektif selama seluruh permukaan gigi dibersihkan dengan baik.
Teknik Menyikat Gigi yang Sering Dilupakan
Menyikat gigi bukan sekadar menggerakkan sikat maju-mundur.
Tempatkan bulu sikat mengarah ke garis gusi dan gunakan gerakan pendek serta lembut. ADA menyarankan posisi sekitar 45 derajat terhadap garis gusi ketika membersihkan area tersebut.
Bersihkan secara sistematis agar tidak ada bagian yang terlewat. Jangan lupa permukaan bagian dalam gigi dan gigi paling belakang yang sering sulit dijangkau.
Yang tak kalah penting, jangan menyikat terlalu keras. Tujuannya bukan membuat gigi terasa “kesat” dengan tekanan kuat, melainkan menghilangkan plak secara efektif tanpa mengiritasi jaringan mulut.
Pasta Gigi Fluoride Jangan Diabaikan
Jika berbicara tentang pencegahan gigi berlubang, fluoride merupakan salah satu bagian penting dari perawatan sehari-hari.
Fluoride membantu memperkuat enamel dan mendukung pencegahan karies. Karena itu, gunakan pasta gigi berfluoride sesuai kebutuhan dan anjuran pada kemasan atau dari dokter gigi.
Setelah menyikat gigi, NHS menyarankan meludahkan sisa pasta gigi tanpa langsung berkumur dengan air. Berkumur segera setelah menyikat dapat mengurangi fluoride yang tertinggal di permukaan gigi.
Jangan Hanya Mengandalkan Sikat Gigi
Sikat gigi tidak selalu mampu membersihkan seluruh area di antara gigi.
Karena itu, membersihkan sela-sela gigi setiap hari menggunakan dental floss atau pembersih interdental juga dianjurkan. Kebiasaan ini membantu menghilangkan plak di area yang sulit dijangkau bulu sikat.
Membersihkan lidah secara lembut juga dapat menjadi bagian dari rutinitas kebersihan mulut, terutama bagi orang yang memiliki masalah bau mulut. NHS menyarankan membersihkan lidah sekali sehari.
Obat kumur tidak harus menjadi pengganti sikat gigi. Jika digunakan, pilih sesuai kebutuhan dan jangan menggunakannya langsung setelah menyikat gigi karena dapat mengurangi fluoride yang tersisa dari pasta gigi.
Kebiasaan Kecil yang Membantu Menjaga Gigi
Kesehatan gigi tidak hanya ditentukan oleh sikat gigi. Pola makan dan kebiasaan sehari-hari juga memiliki peran.
Beberapa kebiasaan yang dapat dilakukan antara lain:
- Batasi makanan dan minuman tinggi gula.
- Kurangi kebiasaan ngemil manis terlalu sering.
- Perbanyak minum air putih.
- Bersihkan sela-sela gigi setiap hari.
- Jangan merokok karena dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan mulut.
- Jaga pola makan bergizi seimbang.
- Periksakan gigi secara berkala sesuai kebutuhan dan anjuran dokter gigi.
NHS juga menyebut menjaga kebersihan gigi, lidah dan mulut sebagai salah satu langkah penting untuk membantu mengatasi dan mencegah bau mulut.
Kapan Harus ke Dokter Gigi?
Jangan menunggu sampai sakit gigi parah untuk memeriksakan kondisi mulut.
Segera konsultasikan dengan dokter gigi jika mengalami gusi yang sering berdarah atau bengkak, sakit gigi, gigi goyang, gigi sensitif yang menetap, atau bau mulut yang tidak kunjung membaik.
Pemeriksaan rutin juga membantu menemukan masalah gigi dan gusi sejak lebih awal, bahkan ketika belum menimbulkan rasa sakit.
Dua Kali Sehari, tetapi Harus Dilakukan dengan Benar
Jadi, sikat gigi berapa kali sehari? Jawabannya adalah dua kali sehari, selama sekitar dua menit setiap kali, menggunakan pasta gigi berfluoride.
Namun, angka dua kali sehari hanyalah titik awal. Cara menyikat yang lembut dan menyeluruh, membersihkan sela-sela gigi, menjaga pola makan, serta memperhatikan waktu menyikat setelah mengonsumsi makanan atau minuman asam sama pentingnya.
Mulai hari ini, coba evaluasi kembali rutinitas menyikat gigi Anda. Sudah dua kali sehari, tetapi apakah sudah dua menit dan dilakukan dengan teknik yang benar? (BEM)




