Balienews.com – Pernah merasa gigi tiba-tiba ngilu saat menyeruput kopi panas, menikmati es krim, atau menyikat gigi? Kondisi tersebut bisa menjadi tanda gigi sensitif, yaitu rasa sakit atau ngilu yang biasanya muncul sementara ketika gigi terkena rangsangan tertentu. Meski umumnya tidak berlangsung lama, gigi sensitif dapat mengganggu kenyamanan sehari-hari dan perlu diketahui penyebabnya agar dapat ditangani dengan tepat.
Sensasi ngilu pada gigi bukan sekadar membuat tidak nyaman. Jika terjadi berulang atau semakin parah, keluhan tersebut bisa berkaitan dengan menipisnya lapisan pelindung gigi, masalah gusi, gigi berlubang, hingga kondisi lain yang membutuhkan pemeriksaan dokter gigi.
Mengapa Gigi Bisa Terasa Ngilu?
Menurut Alodokter, gigi memiliki beberapa lapisan pelindung. Bagian mahkota gigi dilindungi enamel yang keras, sedangkan akar gigi memiliki lapisan pelindung yang disebut sementum.
Di bawah enamel dan sementum terdapat dentin. Lapisan ini tidak sekuat enamel sehingga lebih mudah terpengaruh rangsangan dari luar.
Ketika enamel atau sementum mengalami kerusakan maupun terkikis, bagian dentin dapat terbuka. Akibatnya, rangsangan seperti makanan dan minuman panas, dingin, asam, atau manis dapat mencapai bagian dalam gigi dan memicu rasa ngilu.
Itulah sebabnya segelas es teh atau secangkir kopi panas yang biasanya terasa nikmat justru bisa berubah menjadi pengalaman yang menyakitkan bagi pemilik gigi sensitif.
Apa Saja Penyebab Gigi Sensitif?
Gigi sensitif tidak selalu disebabkan oleh satu faktor. Beberapa kondisi dan kebiasaan sehari-hari dapat meningkatkan risikonya.
1. Gigi berlubang
Kerusakan gigi dapat membuat bagian dentin lebih mudah terpapar rangsangan sehingga memicu rasa ngilu.
2. Gigi patah atau retak
Kerusakan pada struktur gigi dapat membuka jalan menuju lapisan yang lebih sensitif.
3. Masalah pada gusi
Peradangan gusi atau kondisi yang menyebabkan gusi menyusut dapat membuat bagian akar gigi terbuka dan lebih sensitif.
4. Menyikat gigi terlalu keras
Menyikat gigi dengan tekanan berlebihan, terutama menggunakan sikat berbulu keras, dapat mengikis lapisan pelindung gigi dan meningkatkan risiko sensitivitas.
5. Penumpukan plak
Plak yang tidak dibersihkan dengan baik dapat memengaruhi kesehatan gigi dan gusi serta meningkatkan risiko berbagai masalah gigi.
6. Terlalu sering mengonsumsi makanan dan minuman asam
Lemon, kiwi, acar, saus tomat, minuman bersoda, dan makanan asam lainnya dapat menyebabkan erosi pada permukaan gigi jika dikonsumsi secara berlebihan.
7. Penggunaan produk tertentu
Sebagian obat kumur yang mengandung alkohol maupun produk pemutih gigi dapat membuat gigi lebih sensitif pada sebagian orang.
8. Kebiasaan menggemeretakkan gigi
Kebiasaan menggesekkan atau mengatupkan gigi secara berlebihan dapat menyebabkan permukaan gigi terkikis dan meningkatkan sensitivitas.
9. Prosedur perawatan gigi
Sensitivitas sementara dapat muncul setelah beberapa prosedur, seperti pemutihan gigi atau perawatan tertentu. Namun, jika rasa sakit menetap atau semakin berat, pemeriksaan dokter gigi diperlukan.
10. Kerusakan di sekitar tambalan
Pembusukan pada bagian tepi tambalan juga dapat menyebabkan rasa ngilu atau sakit pada gigi.
Cara Mengatasi Gigi Sensitif
Kabar baiknya, gigi sensitif umumnya dapat ditangani. Namun, cara mengatasinya bergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya.
Salah satu langkah awal adalah menggunakan pasta gigi khusus untuk gigi sensitif. Produk tersebut dapat membantu mengurangi respons gigi terhadap rangsangan tertentu.
Pasta gigi yang mengandung fluoride juga dapat membantu memperkuat enamel. Pada kondisi tertentu, dokter gigi dapat memberikan bahan khusus untuk menutup bagian gigi atau akar yang sensitif.
Jika sensitivitas berkaitan dengan masalah yang lebih serius, dokter gigi mungkin merekomendasikan perawatan seperti perawatan saluran akar atau tindakan pada jaringan gusi.
Karena itu, jangan hanya mengandalkan pasta gigi jika keluhan terus berulang. Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan apakah rasa ngilu memang disebabkan oleh sensitivitas atau merupakan tanda masalah gigi lainnya.
Kebiasaan Sederhana untuk Mencegah Gigi Ngilu
Perawatan gigi sensitif juga bisa dimulai dari kebiasaan sehari-hari.
Gunakan sikat gigi berbulu lembut dan hindari memberikan tekanan terlalu kuat ketika menyikat gigi. Menyikat gigi secara rutin dua kali sehari juga penting untuk menjaga kebersihan mulut.
Perhatikan pula konsumsi makanan dan minuman yang bersifat asam. Setelah mengonsumsi makanan atau minuman asam, sebaiknya tidak langsung menyikat gigi. Berikan jeda agar permukaan gigi tidak semakin terpapar gesekan saat kondisi enamel sedang dipengaruhi asam.
Selain itu, pilih produk perawatan mulut yang sesuai dengan kondisi gigi. Jika ingin menggunakan obat kumur, pertimbangkan produk yang tidak mengandung alkohol dan gunakan sesuai petunjuk.
Jangan Abaikan Ngilu yang Terus Berulang
Gigi sensitif memang sering kali hanya menimbulkan rasa ngilu sementara. Namun, bukan berarti semua rasa ngilu boleh dianggap sepele.
Jika rasa sakit berlangsung lama, semakin sering muncul, terasa spontan tanpa pemicu, atau tidak membaik setelah melakukan perawatan sederhana, sebaiknya periksakan kondisi tersebut ke dokter gigi.
Pemeriksaan dapat membantu menemukan penyebab sebenarnya sehingga perawatan bisa diberikan sesuai kebutuhan.
Jangan biarkan rasa ngilu membuat Anda harus menghindari makanan dan minuman favorit. Kenali penyebabnya, rawat gigi dengan benar, dan konsultasikan ke dokter gigi jika keluhan tidak kunjung membaik. (BEM)




