Gianyar, Balienews.com — Tempat Penitipan Anak (TPA) Negeri Gianyar yang dikelola Pemerintah Kabupaten Gianyar menjadi percontohan nasional dalam pengelolaan layanan penitipan dan pengasuhan anak. Memasuki tahun keempat sejak didirikan pada 2022, TPA tersebut menjadi satu-satunya TPA berbasis pemerintah di Bali dan menarik perhatian sejumlah daerah yang ingin mengembangkan layanan serupa.
Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Gianyar, Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra, mengatakan keberadaan TPA Negeri Gianyar merupakan hasil dari proses panjang dan pembahasan yang cukup alot sebelum akhirnya dapat diwujudkan oleh Pemkab Gianyar.
“Prosesnya cukup alot sampai akhirnya kami memiliki TPA Negeri. Sekarang hasilnya bisa dilihat, apresiasinya luar biasa,” kata Surya Adnyani Mahayastra di Gianyar, Senin (7/9).
TPA Negeri Gianyar Jadi Rujukan Daerah Lain
Menurut Surya Adnyani, keberadaan TPA Negeri Gianyar menunjukkan bahwa layanan PAUD tidak hanya berkaitan dengan pendidikan di taman kanak-kanak.
PAUD juga mencakup aspek penitipan, pengasuhan, stimulasi tumbuh kembang, hingga pendidikan anak secara menyeluruh.
Memasuki tahun keempat pengelolaan, TPA Negeri Gianyar mulai menjadi tujuan kunjungan sejumlah pemerintah kabupaten dan kota di Bali. Mereka datang untuk mempelajari sistem pengelolaan yang diterapkan sebelum mengembangkan TPA berbasis pemerintah di daerah masing-masing.
“Mereka datang melihat bagaimana sistemnya, karena nantinya mereka juga akan membuat TPA di kabupaten masing-masing. Bahkan kami mendapat apresiasi hingga menjadi percontohan tingkat nasional,” ujarnya.
Kolaborasi Sekolah dan Orang Tua
Surya Adnyani menilai keberhasilan pengasuhan anak tidak dapat hanya mengandalkan lembaga penitipan. Kolaborasi antara pengelola TPA dan orang tua menjadi bagian penting agar pola pengasuhan di sekolah dapat berjalan berkesinambungan dengan pola pengasuhan di rumah.
Orang tua juga perlu memahami kebutuhan anak, terutama dalam masa pra sekolah yang menjadi tahap penting sebelum memasuki pendidikan dasar.
Menurutnya, periode tersebut merupakan masa untuk mempersiapkan berbagai aspek perkembangan anak, mulai dari kemampuan belajar, kemandirian, sosial emosional hingga pembentukan karakter.
Enam Anak Direkomendasikan Pemeriksaan Lanjutan
Dalam kegiatan peninjauan TPA Negeri Gianyar, tim Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sanjiwani Gianyar bersama Puskesmas Gianyar I turut melakukan pemeriksaan kesehatan dan pemantauan tumbuh kembang anak.
Hasil pemeriksaan menunjukkan enam anak disarankan mendapatkan rujukan ke fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP). Pemeriksaan lanjutan diperlukan untuk memastikan kondisi kesehatan gigi, tumbuh kembang, kesehatan umum dan pemenuhan gizi anak.
Selain pemeriksaan terhadap anak, orang tua juga mendapatkan sosialisasi mengenai pemenuhan gizi, konseling serta pola asuh.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan layanan TPA tidak hanya berfokus pada penitipan anak, tetapi juga memperhatikan kesehatan dan tumbuh kembang mereka.
Layani 25 Anak Usia 2-4 Tahun
Pengelola TPA Negeri Gianyar, Juliati Prihatini, mengatakan saat ini terdapat 25 anak yang mendapatkan layanan di TPA tersebut.
Dari jumlah itu, sebanyak 12 anak berusia 2–3 tahun dan 13 anak berusia 3–4 tahun. Berdasarkan jenis kelamin, terdapat 12 anak laki-laki dan 13 anak perempuan.
TPA Negeri Gianyar didirikan pada 2022 atas inisiatif Bunda PAUD Gianyar. Inovasi tersebut kemudian mendapat pengakuan melalui penyerahan sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dari Kementerian Hukum RI kepada Surya Adnyani Mahayastra.
Keberadaan TPA Negeri Gianyar diharapkan dapat menjadi model pengembangan layanan penitipan dan pengasuhan anak berbasis pemerintah yang dapat diterapkan di daerah lain.
Bagi daerah yang ingin mengembangkan layanan serupa, pengalaman Gianyar dapat menjadi salah satu rujukan dalam membangun sistem penitipan anak yang terintegrasi dengan pendidikan, kesehatan, gizi, tumbuh kembang dan pola asuh keluarga. (BEM)




