back to top
Sabtu, Agustus 30, 2025
- Advertisement -spot_img
BerandaPeristiwaAkses Karangasem-Bangli Putus di Desa Nongan, Warga Kini Harus Memutar Lewat Klungkung

Akses Karangasem-Bangli Putus di Desa Nongan, Warga Kini Harus Memutar Lewat Klungkung

Amlapura, Balienews.com – Jalan provinsi yang menghubungkan Kabupaten Karangasem dengan Kabupaten Bangli di perbatasan Desa Nongan, Kecamatan Rendang (Karangasem), dan Desa Bangbang, Kecamatan Susut (Bangli), putus total akibat tergerus air hujan lebat pada Rabu (27/8) malam. Seluruh jenis kendaraan, termasuk pejalan kaki, tidak bisa melintas di jalur vital tersebut.

Insiden ini terjadi ketika proyek perbaikan jalan tengah berlangsung setelah jalur tersebut sebelumnya sudah jebol sebagian sejak Juni 2025. Jalan tersebut juga merupakan akses utama menuju Objek Wisata Desa Panglipuran di Bangli.

Kronologi Jalan Jebol

Menurut keterangan warga, jalan awalnya hanya jebol sebagian sehingga masih bisa dilalui sepeda motor. Namun, setelah diguyur hujan deras, seluruh badan jalan akhirnya ambruk.

Baca Juga :  4 Underpass dan Jalan Baru Siap Atasi Kemacetan di Bali

“Jebolnya tengah malam. Pengendara mulai tidak bisa melintas dari kedua arah sejak Rabu (27/8) malam atau Kamis (28/8) dinihari,” kata Kepala Sekolah SMAN 1 Tembuku, Bangli, I Komang Warsa, Kamis (28/8).

Ia mengaku kini harus memutar melalui Klungkung untuk bisa menuju sekolah tempatnya bertugas.

Pengendara Motor Terperosok ke Jurang

Salah satu pengendara motor Honda Vario asal Desa Selat, Klungkung, sempat terperosok ke jurang saat melintas di lokasi kejadian. Beruntung, pengendara selamat, meski motornya masih berada di dasar jurang dan belum bisa dievakuasi.

Proyek Perbaikan Rp 5,1 Miliar

Pemerintah Provinsi Bali sebelumnya sudah mengalokasikan dana Rp 5,135 miliar untuk memperbaiki jalur tersebut, termasuk membangun dinding penahan tanah (DPT) dan memperbaiki badan jalan yang ambles.

Baca Juga :  Ratusan Siswa SMP Bersaing di OSN Kabupaten Karangasem 2025

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR dan Perkim Karangasem, I Wayan Surata Jaya, menjelaskan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas PUPR Provinsi Bali sejak awal jebolnya jalan itu.

“Jalan itu putus di tengah dilakukan perbaikan dari Dinas PUPR Provinsi Bali,” ujarnya.

Usulan Pembangunan Jembatan

Perbekel Desa Nongan, I Wayan Daging, menilai jalur tersebut membutuhkan jembatan agar aliran air tidak lagi menggerus badan jalan.

“Kan sebelumnya tidak ada jembatan, air mengalir di bawah jalan hanya melintasi gorong-gorong. Struktur tanah yang jebol itu sebenarnya berasal dari tanah urugan,” jelasnya.

Warga berharap perbaikan jalan segera dipercepat karena jalur ini menjadi akses vital masyarakat sekaligus wisatawan menuju Desa Panglipuran. (BEM)

Baca Juga :  Wamenpar Ni Luh Puspa Kunjungi Bali Timur, Dorong Pemerataan Pariwisata di Karangasem
BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

PILIHAN EDITOR

KOMENTAR TERKINI