back to top
Senin, Januari 5, 2026
- Advertisement -spot_img
BerandaBeritaDaerahPemprov Bali Perkuat SDM Lewat Program Satu Keluarga Satu Sarjana

Pemprov Bali Perkuat SDM Lewat Program Satu Keluarga Satu Sarjana

Denpasar, Balienews.com – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali dalam membangun sumber daya manusia (SDM) unggul melalui program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS).

Pada 2025, program ini menyalurkan beasiswa kepada 500 mahasiswa dari keluarga miskin dan miskin ekstrem di seluruh Bali guna memperluas akses pendidikan tinggi dan memutus rantai kemiskinan, Selasa (23/12/2025), di Gedung Ksirarnawa, Art Centre Denpasar.

Dorong Akses Pendidikan Tinggi bagi Keluarga Miskin

Program SKSS merupakan inisiatif Pemprov Bali untuk memastikan setiap keluarga kurang mampu memiliki minimal satu anggota yang dapat mengenyam pendidikan hingga perguruan tinggi.

Menurut Koster, pendidikan menjadi fondasi utama pembangunan SDM Bali yang berdaya saing.

“Pendidikan adalah kunci utama membangun SDM Bali yang unggul dan berdaya saing,” tegas Koster dalam keterangan tertulis, Jumat (26/12/2025).

Baca Juga :  Pemprov Bali Alokasikan Rp 56,3 Miliar untuk Pengembangan Trans Metro Dewata 2026

Diserahkan kepada Mahasiswa dari Sembilan Kabupaten/Kota

Bantuan beasiswa SKSS 2025 diserahkan secara simbolis kepada mahasiswa dari sembilan kabupaten/kota di Bali.

Para penerima menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi, antara lain Universitas Udayana (Unud), Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas), Universitas Terbuka (UT), Primakara University, IAHN Mpu Kuturan, Poltekkes Denpasar, hingga ITKES Bali.

Target 3.000 Mahasiswa, Terealisasi 500 Penerima

Pemprov Bali awalnya menargetkan 3.000 mahasiswa sebagai penerima SKSS pada 2025. Namun, keterbatasan waktu dan sosialisasi membuat jumlah pendaftar hanya sekitar 1.000 calon mahasiswa.

Setelah proses verifikasi—termasuk penyaringan penerima KIP Kuliah—sebanyak 500 mahasiswa akhirnya ditetapkan sebagai penerima SKSS tahun ini.

Rincian Bantuan Biaya Hidup dan Pendidikan

Bantuan yang diberikan mencakup:

  • Biaya hidup bulanan Rp1,4 juta untuk mahasiswa di Denpasar dan Badung
  • Rp1,2 juta per bulan bagi mahasiswa di kabupaten lain
  • Rp750.000 per bulan bagi mahasiswa Universitas Terbuka
  • UKT maksimal Rp1 juta per semester
  • Biaya pendaftaran maksimal Rp300.000
Baca Juga :  Pemprov Bali dan Pemkot Denpasar Gelontorkan Rp4,23 Miliar Bantuan Pascabanjir

Koster mengakui bantuan tersebut belum sepenuhnya mencukupi kebutuhan mahasiswa, namun setidaknya mampu meringankan beban ekonomi keluarga penerima.

Gandeng 26 Perguruan Tinggi di Bali

Dalam pelaksanaannya, Pemprov Bali bekerja sama dengan 26 perguruan tinggi negeri dan swasta. Koster menyebut respons perguruan tinggi sangat positif, termasuk dalam upaya menekan biaya kuliah agar lebih terjangkau.

Sosialisasi Diperkuat Mulai 2026

Pemprov Bali berkomitmen meningkatkan sosialisasi program SKSS mulai 2026 agar menjangkau lebih banyak keluarga sasaran.

“Mulai 2026, sosialisasi akan kami lakukan lebih awal. Prinsipnya jelas, satu keluarga ditanggung satu sarjana oleh Pemprov Bali,” ujar Koster.

Motivasi Mahasiswa dan Strategi Jangka Panjang

Selain program SKSS, Pemprov Bali juga menyiapkan akselerasi pendidikan hingga jenjang S2 dan S3 sebagai bagian dari strategi jangka panjang pembangunan SDM Bali. Koster memotivasi mahasiswa penerima beasiswa agar tekun belajar dan siap bersaing di masa depan.

Baca Juga :  Pemprov Bali Resmikan Turyapada Tower untuk Perkuat Siaran TV di Buleleng

Program SKSS menjadi bukti nyata komitmen Pemprov Bali dalam mencetak generasi terdidik dan berdaya saing. Masyarakat diharapkan aktif memanfaatkan program ini agar kesempatan pendidikan tinggi semakin merata di Bali. (BEM)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

PILIHAN EDITOR

KOMENTAR TERKINI