back to top
Minggu, Maret 1, 2026
- Advertisement -spot_img
BerandaTeknologiInvestasi Jumbo BYD untuk Teknologi Mengemudi Cerdas

Investasi Jumbo BYD untuk Teknologi Mengemudi Cerdas

Balienews.com – Pabrikan otomotif asal China, BYD, semakin agresif mengembangkan teknologi bantuan mengemudi canggih (Advanced Driving Assistance System/ADAS) dengan membentuk tim riset lebih dari 5.000 orang dan menggelontorkan investasi lebih dari 100 miliar yuan atau sekitar Rp 220 triliun.

Langkah ini dilakukan untuk mempercepat pengembangan teknologi mengemudi cerdas, termasuk sistem andalan “God’s Eye”, yang diklaim mampu menghadirkan fitur parkir otonom level 4 (L4), seiring meningkatnya adopsi mobil pintar di China sepanjang 2025.

BYD Bentuk Tim Riset Besar untuk ADAS

Sebagai salah satu pemain utama industri kendaraan listrik global, BYD menunjukkan keseriusannya di sektor teknologi mengemudi otonom.

Perusahaan ini membentuk tim riset khusus dengan lebih dari 5.000 tenaga ahli yang berfokus pada pengembangan ADAS generasi terbaru.

Investasi jumbo senilai 100 miliar yuan tersebut ditujukan untuk riset jangka panjang, mencakup perangkat keras, perangkat lunak, kecerdasan buatan (AI), serta infrastruktur data pendukung sistem mengemudi cerdas.

“God’s Eye”, Sistem Andalan ADAS BYD

Mengutip laporan Carnewschina, BYD saat ini mengandalkan sistem ADAS bernama “God’s Eye”. Teknologi ini memanfaatkan kombinasi sensor canggih, terdiri dari 12 kamera, lima radar gelombang milimeter, dan 12 radar ultrasonik.

Baca Juga :  Xiaomi SU7: Autonomous Driving dan Teknologi Pengisian Super Cepat!

Rangkaian sensor tersebut memungkinkan kendaraan membaca lingkungan sekitar secara akurat, baik saat melaju di jalan raya maupun ketika bermanuver di area sempit.

Klaim Parkir Otonom Level 4

Pada Juli 2025, BYD mengumumkan bahwa sistem “God’s Eye” telah mendukung parkir otonom level 4 (L4). Pada level ini, kendaraan mampu melakukan parkir tanpa intervensi pengemudi dalam kondisi tertentu.

Menariknya, BYD menyatakan siap menanggung penuh kerugian apabila terjadi insiden akibat penggunaan fitur tersebut di China. Kebijakan ini mencerminkan tingkat kepercayaan tinggi BYD terhadap keandalan teknologinya.

2,5 Juta Mobil dan Basis Data Terbesar di China

Hingga Desember 2025, tercatat sekitar 2,5 juta kendaraan BYD telah dibekali sistem “God’s Eye”. Jumlah tersebut menjadikan BYD sebagai salah satu pemilik basis data cloud otomotif terbesar di China.

Baca Juga :  BYD Buktikan Ketangguhan Mobil Listrik di Segala Medan lewat Sirkuit All-Terrain

Setiap hari, sistem ADAS BYD mampu mengumpulkan lebih dari 150 juta kilometer data perjalanan, yang digunakan untuk meningkatkan akurasi, keamanan, dan kemampuan pengambilan keputusan sistem.

Adopsi ADAS di China Terus Meningkat

Tren penggunaan teknologi bantuan mengemudi di China menunjukkan pertumbuhan signifikan. Sepanjang Januari hingga Juli 2025, sekitar 62,58 persen mobil penumpang baru di China telah dilengkapi sistem ADAS.

Lonjakan ini memperkuat posisi BYD dalam persaingan industri otomotif berbasis teknologi pintar.

Pendekatan AI Intelligent Agent dan World Model

Dalam proses pengembangannya, BYD mengadopsi pendekatan “AI intelligent agent + world model”. Metode ini memungkinkan sistem dilatih melalui simulasi virtual, termasuk skenario langka dan ekstrem yang jarang terjadi di dunia nyata.

Dengan cara ini, kendaraan dapat belajar menghadapi kondisi tak terduga secara lebih aman dan adaptif.

Mobil sebagai Entitas Cerdas di Era IoT

BYD menilai bahwa ADAS dan kokpit cerdas merupakan inti dari kecerdasan otomotif masa depan. Mobil tidak lagi sekadar alat transportasi, melainkan bagian dari ekosistem Internet of Things (IoT).

Baca Juga :  Pentingnya Dashcam untuk Cegah Salah Paham di Jalan Raya

Sejalan dengan visi tersebut, BYD mengembangkan fitur tambahan seperti integrasi drone, pengendalian perangkat rumah pintar, hingga konsep mobil sebagai “mitra hidup” bagi penggunanya.

Menuju Standarisasi ADAS dan Era L3

Melalui program “Intelligent Driving for All”, BYD menargetkan teknologi ADAS menjadi fitur standar di seluruh lini produknya, dari segmen terjangkau hingga mobil mewah.

Sementara itu, industri otomotif China secara umum mulai mengarah ke pengembangan mengemudi otonom level 3 (L3).

Sejumlah merek seperti Xpeng, Arcfox, dan Deepal dilaporkan telah mengantongi izin uji jalan L3, di mana kendaraan mampu mengemudi sendiri dalam kondisi tertentu, namun pengemudi tetap wajib siaga mengambil alih kendali.

Dengan investasi masif dan pendekatan teknologi berbasis AI, BYD semakin memantapkan posisinya sebagai pemain utama dalam pengembangan mobil otonom dan kendaraan pintar. Menarik untuk ditunggu, sejauh mana teknologi ini akan mengubah pengalaman berkendara di masa depan. (BEM)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

PILIHAN EDITOR

KOMENTAR TERKINI