back to top
Rabu, Januari 7, 2026
- Advertisement -spot_img
BerandaBeritaDaerahKisruh Pemasangan Seng di Jatiluwih, Kunjungan Wisatawan Anjlok 80 Persen

Kisruh Pemasangan Seng di Jatiluwih, Kunjungan Wisatawan Anjlok 80 Persen

Tabanan, Balienews.com – Kunjungan wisatawan ke Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih, Penebel, Tabanan, Bali, anjlok hingga 80 persen akibat kisruh pemasangan seng oleh sejumlah pelaku usaha yang usahanya disegel Panitia Khusus Tata Ruang dan Alih Fungsi Lahan (Pansus TRAP) DPRD Bali.

Peristiwa yang terjadi akhir 2025 itu memicu persepsi negatif wisatawan, khususnya mancanegara, yang mengira kawasan sawah terasering Warisan Budaya Dunia tersebut tengah dilanda aksi unjuk rasa.

Dampak Langsung ke Kunjungan Wisatawan

Manajemen DTW Jatiluwih mencatat penurunan paling signifikan terjadi saat momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Wisatawan asing, terutama dari Eropa, memilih membatalkan kunjungan karena kekhawatiran situasi keamanan.

Baca Juga :  Vaksinasi dan Sterilisasi Gratis untuk Puluhan Anjing di Tabanan, Upaya Kendalikan Rabies dan Populasi Liar

“Penurunannya sampai 80 persen. Ini kondisi yang parah, apalagi terjadi saat libur Nataru,” ujar Manager DTW Jatiluwih, I Ketut Purna, Jumat (2/1).

Pasar Eropa Batalkan Kunjungan

Menurut Purna, wisatawan asal Prancis yang selama ini menjadi salah satu pasar utama Jatiluwih bahkan mengeluarkan destinasi tersebut dari daftar kunjungan mereka.

Informasi yang beredar di luar negeri menyebutkan adanya aksi demonstrasi di kawasan sawah terasering.

“Mereka mengira ada demo. Wisatawan jadi khawatir berkunjung,” jelasnya.

Data Kunjungan 2025 Menurun

Secara kumulatif, jumlah kunjungan wisatawan ke Jatiluwih sepanjang 2025 tercatat sebanyak 388.872 orang, menurun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 421.927 kunjungan.

Penurunan hampir terjadi setiap bulan, dengan angka terendah pada Desember 2025 yang hanya mencatat 17.682 kunjungan, turun dibanding Desember 2024 sebanyak 18.838 orang.

Baca Juga :  Pemkab Tabanan Siaga Hadapi Cuaca Ekstrem Awal November 2025

Pemasangan Seng Dinilai Jadi Akar Masalah

Purna menegaskan, persoalan bermula dari pemasangan seng oleh oknum pelaku usaha yang melanggar ketentuan tata ruang dan telah disegel.

Namun dampaknya justru meluas dan merugikan citra seluruh kawasan Jatiluwih, termasuk para petani yang selama ini patuh pada aturan.

“Ini ulah oknum, tapi yang kena imbas justru Jatiluwih secara keseluruhan. Jangan sampai dibiarkan berlarut-larut,” tegasnya.

Pengelola Desak Pemerintah Bertindak

Pihak pengelola DTW Jatiluwih mendesak pemerintah daerah dan pemangku kebijakan terkait segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Pembiaran dinilai berpotensi memperdalam krisis kepercayaan wisatawan internasional terhadap destinasi unggulan Kabupaten Tabanan ini.

Wisatawan Domestik Relatif Stabil

Di tengah penurunan wisatawan mancanegara, kunjungan wisatawan domestik relatif masih stabil. Bahkan, sebagian wisatawan lokal datang karena penasaran ingin melihat langsung kondisi di lapangan.

Baca Juga :  Tabanan Lampaui Target Medali Emas di Porprov Bali XVI 2025

“Kalau domestik masih landai. Ada juga yang datang karena penasaran. Tapi wisatawan mancanegara yang paling terdampak,” pungkas Purna.

Pengelola berharap penyelesaian cepat dan tegas dapat memulihkan citra Jatiluwih sebagai destinasi wisata kelas dunia.

Pemerintah pun diharapkan hadir untuk memastikan kelestarian kawasan dan keberlanjutan pariwisata berbasis budaya dan pertanian. (BEM)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

PILIHAN EDITOR

KOMENTAR TERKINI