back to top
Minggu, Januari 18, 2026
- Advertisement -spot_img
BerandaBeritaNasionalViral di Threads, Abang Grab Bawa Kamera Besar di Motor untuk Apa?

Viral di Threads, Abang Grab Bawa Kamera Besar di Motor untuk Apa?

Balienews.com – Unggahan warganet di Threads yang memperlihatkan mitra pengemudi Grab membawa kamera besar di bagian belakang motor mendadak viral. Setelah ditelusuri, perangkat tersebut ternyata digunakan untuk pemetaan jalan dalam pengembangan layanan peta internal Grab, GrabMaps.

Unggahan Viral di Threads Picu Rasa Penasaran

Perbincangan ini bermula dari unggahan akun Threads @sriwisnu yang membagikan foto mitra pengemudi Grab dengan perangkat tak biasa di motornya. Kamera tersebut tampak menjulang ke atas, berbeda dari boks pengantaran yang lazim digunakan mitra Grab.

Mengutip KompasTekno, dalam unggahan itu @sriwisnu mengaku sempat berbincang langsung dengan mitra pengemudi tersebut untuk menanyakan fungsi kamera yang dibawanya.

Kamera Digunakan untuk Pemetaan Jalan Grab

Dari perbincangan singkat tersebut, terungkap bahwa kamera tersebut bukan aksesori tambahan.

Mitra pengemudi yang hanya disebut sebagai Pak I menjelaskan bahwa dirinya bertugas menyusuri jalan dan gang untuk merekam kondisi jalan yang nantinya akan masuk ke dalam peta milik Grab.

Data visual yang terekam kemudian diunggah ke pusat data perusahaan. “Dia bilang bahwa Grab sedang membuat peta sendiri,” tulis @sriwisnu dalam unggahannya.

Grab Benarkan Aktivitas Mapping GrabMaps

Grab Indonesia mengonfirmasi informasi tersebut. Grab menyatakan bahwa mitra pengemudi tersebut memang sedang menjalankan aktivitas pemetaan jalan untuk layanan GrabMaps, peta internal yang dikembangkan Grab sejak 2022.

Perangkat yang terpasang di motor mitra pengemudi itu bernama KartaCam 2, kamera khusus untuk mengumpulkan citra jalan atau street-level imagery.

Peta Lokal untuk Kebutuhan Asia Tenggara

Grab menjelaskan bahwa pengembangan GrabMaps dilakukan untuk mengatasi keterbatasan peta pihak ketiga yang dinilai belum sepenuhnya terlokalisasi bagi kebutuhan Asia Tenggara.

Dengan melibatkan komunitas lokal, GrabMaps versi Indonesia diklaim mampu menghadirkan data yang lebih presisi dan relevan.

Hingga akhir Desember 2024, Grab mencatat ada sekitar 80 kontributor pemetaan di berbagai wilayah Indonesia. Pada awal 2026, Pak I menjadi salah satu mitra yang bergabung sebagai kontributor.

Tetap Terima Order, Sambil Rekam Jalan

Menariknya, mitra Grab yang menjadi kontributor GrabMaps tetap bisa menerima pesanan seperti biasa. Aktivitas pemetaan dilakukan baik saat mengantar penumpang maupun ketika tidak sedang menerima order.

“Di Indonesia, mitra secara rutin membantu mengumpulkan data lokasi, mencatat points of interest (POI), serta merekam citra jalan,” jelas Grab dikutip dari KompasTekno.

Privasi Dijamin, Data Dianonimkan

Terkait isu privasi, Grab menegaskan tidak mengumpulkan maupun menyimpan data pribadi. Data GPS yang digunakan sepenuhnya dianonimkan dan hanya berupa koordinat lokasi.

Selain itu, sistem GrabMaps secara otomatis memburamkan wajah orang dan pelat nomor kendaraan dengan bantuan AI, serta melayani permintaan pengaburan rumah warga yang tidak berkenan.

Fenomena Abang Grab membawa kamera besar ini membuka gambaran baru tentang bagaimana peta digital dikembangkan langsung oleh mitra di lapangan.

Ke depan, Grab menargetkan GrabMaps menjadi solusi peta unggulan di Asia Tenggara. Apakah peta buatan Grab ini bisa bersaing dengan layanan peta global? (BEM)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

PILIHAN EDITOR

KOMENTAR TERKINI